icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Darah Sang Mafia

Bab 9 Hati yang menghangat

Jumlah Kata:2151    |    Dirilis Pada: 02/10/2022

it. Lukanya sudah semakin membaik, Samuel memberikan 'Obat Khusus' itu dan sedikit meninggikan dosisnya. Cadang

bisa bergerak segesit sebelumnya. Tiga peluru yang bersarang di tubuh mampu membuatnya rubuh. Tapi

televisi yang tak tahu pernah berbuat salah apa-apa kepada dirinya. Terdengar suara pintu t

uran yang mengarah ke omelan, Dastan dengar, terucap dari mulut ayah

k. Tubuhnya memang jauh lebih tinggi besar dibanding ayahnya tapi t

ilang ke kamu untuk jangan main sama urusan bea cukai! Bahaya! Apa susahnya kamu masukin barang secara resmi Dastan!" Makian ayahnya

a kamu!" be

awab Dast

asan tembaga berbentuk teko kecil ke arah Dastan yang diam menghentikan langkah kakinya pada anak tangga ketiga saat m

rnya dan Dara cukup mempunyai jarak yang terpisah ruang TV open space yang menuju ke balkon. Dastan membuang pandangan, ia m

tahun ini, ia tak pernah melihat senyum dan kehangatan Azyar sebagai seorang ayah lagi. Semua hanya kebencian dan makian yang ia dapatkan.

*

ress putih semata kaki yang dikenakan Dara, begitu menyatu dengan kulit tubuhnya yang juga putih, rambut panjang berwarna coklat pekat, semakin menambah kecantikan alami Dara terpan

Gadis itu tersenyum cantik, dari jarak jauh pun, Dastan masih bisa melihat sudut bibir Dara bekas luka yang ia bu

Dastan, bokongnya ia letakkan pada kursi panjang, kedua mata memerhatikan sekeliling lalu kembali berhenti pada sosok Dara, yang ternyata sudah melihat ke arahnya l

s menghampiri Dastan. "Den Dastan butuh sesuatu, atau... mau minum apa? Bibi bikini

ta. Ia menahan rasa nyeri pada beberapa bekas luka. Tak lama Tina ke

sinya?" tanya Tina sambil m

ya mati." Dastan tersenyum sinis. "Saya bosan dengar hal itu, Bi

yonya, pasti Bibi akan sama lakuin hal itu, dan Deo juga past

pergi, Bi," suara D

u mati. Den Dastan masih dikasih hidup, berarti dikasih kesempatan untuk berubah.

ponselnya. Tina menghela napas sambil beranjak pergi, ia tak mau dianggap me

jemari Dastan sambil berbisik pelan meng

awab Dastan saat menjawa

..

minta

..

atap tajam ke arah gelas

bawa ke mereka. Tapi setelah mereka bayar ke kita. Minta Jack kontrol arus uang masukny

..

ka nggak tahu itu

..

bil membawa gelas berisi jus buah, menaiki tangga dengan perlahan sembari berbisik di

elalu bersinggungan dengan saling memaki. Bahkan tak segan Azyar memukul sambil terus m

tas takut Dastan memergokinya lagi karena tidak berada di dalam kamar. Azyar tak lama berjalan

ah menahan tangan Dastan. Pria itu diam, hanya sebentar, sebelum menghempaskan tangan Dara dengan kasar, lalu ia berjalan ke arah kamarnya. Dara menatap pemilik punggung tegap

*

mantau dan mencari tahu keberadaan target yang sedang ia cari. Semua ia retas, jangan khawatir, Dastan j

Entah kenapa hasratnya sekarang kembali muncul. Ditambah jika mengingat Ste

el tahanan selama tiga tahun, belum lagi saat dirinya disiksa ol

kamar yang dikunci. Dada bidangnya terekspos bebas. Seda

stan dengan so

pan bareng," ucap Tina tapi ia mering

l, ya, Bibi serem lihat bekas luka

lu. Nanti saya ke b

," ledek Tina. Dastan hanya me

a dulu ajak untuk tinggal di rumah keluarga ibunda Dastan–Jelita. Menjadi teman Jelita sejak kecil karena, tidak punya teman. Ibun

ina, walau ia tetap memanggilnya 'den', ia ingin

a Azyar. Dastan bereaksi tidak senang saat ia men

arang Dara makan kalau den Dasta

asih di rumah ini," ucap Azyar sambil menatap l

ia beda usia itu. Ia menyapa Azyar dengan senyuman,

emakan sarapannya. Dara mengangguk. Dastan melirik sinis saat Dara menjawab

akan apel yang sudah dipotong menjadi empat bagian

ma kamu, untuk masalah

gat. Wajahnya ceria. Tina dan Dastan menoleh kompak menatap Dara

Raut wajah Dara menunjukan kek

lebih lama tinggal di sini lagi." Senyuman Dara terus

dan baik kepada Dara. Ia justru merasa iba, selain karena gadis itu tak sem

, saya bisa ambil sendiri, maaf m

bantu Dara, beritahu apa makanan yang

angkan makanan ke atas piring Dara, su

ersama. Azyar marah tapi ia urungkan untuk memaki Dastan, hanya kepalan tangan yang mewakilkan emosi tertahan, ia takut Dara ter

*

ya menuruni anak tangga. Ia melihat wajah ceria Dara dan Asri. Lalu Tina keluar dari dapur dengan membaw

enjak Jelita pergi. Ia membuang pandangan, lalu berjalan

l Tina. Dastan menol

r kamar, dan nonton TV. Terima kasih ya, hati-hati, jangan ngebut-ngebut nyetir mobilnya." Tina menepuk bahu Dast

uat hatinya berdenyut nyeri. Ia sadar, keanehan dalam diri juga kehidupan Dara. Bahkan, sekedar menonton TV juga berbincang dengan orang lain, seperti hal istimewa yang Dara dapa

ang tua dan kakaknya, hingga bisa berada di rumah Dastan sebagai 'Tawanan' namun justru berperilaku pasrah, tak memberontak, apalagi bilang 'tidak' saat diperlakukan kasar olehnya. Dara menerima semua perilaku buruk Dastan. Pria itu menatap telapak tangannya y

arena udah sakitin perempuan, 'kan, Bun?" li

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Darah Sang Mafia
Darah Sang Mafia
“Warning! Akan ada beberapa adegan kekerasan dan adult content. ________ Dia dijuluki The Black Wings, seseorang yang tak segan membunuh bahkan menyiksa korbannya. Dastan, seorang keturunan Mafia yang juga mata-mata, harus bertemu dengan gadis cantik bernama Dara yang merupakan jaminan orang tuanya kepada ayah Dastan dan terpaksa tinggal di rumahnya. Dastan benci dengan keberadaan Dara karena dianggap sebagai simpanan ayahnya. Nyatanya tidak. Setelah Dastan mengetahui fakta yang perlahan terkuak, ia mulai bisa menerima keberasaan Dara yang ternyata, sudah menyimpan perasaan sejak bertemu dengan Dastan walau perbuatan lelaki itu kasar kepadanya. Kisah mereka tak mudah, halang rintang bahkan kematian menjadi ancamannya. Bisakah mereka bersama, mampukah Dara menarik tangan Dastan keluar dari duia kegelapan dan mencari cahaya terang dengannya atau mereka rela melepaskan tangan masing-masing tentunya menjalani takdir yang tak dianggap tidak akan pernah menyatu?”
1 Bab 1 Terjadi2 Bab 2 Awal mula3 Bab 3 Kuartet4 Bab 4 Murahan5 Bab 5 Geram6 Bab 6 Mainan7 Bab 7 Sudah biasa8 Bab 8 The black wings9 Bab 9 Hati yang menghangat10 Bab 10 Khawatir11 Bab 11 Game on fire12 Bab 12 Air, Angin, Api (1)13 Bab 13 Air, Angin, Api (2)14 Bab 14 Mengajak Dara15 Bab 15 Siapa kamu 16 Bab 16 Melihat kebaikan17 Bab 17 Suasana aneh 18 Bab 18 Di luar rencana 19 Bab 19 Hilang 20 Bab 20 Panik 21 Bab 21 Pengusiran22 Bab 22 Rahasia terkuak (1)23 Bab 23 Rahasia terkuak (2)24 Bab 24 Dara Anastasia25 Bab 25 Usapan lembut26 Bab 26 Menjadi lemah 27 Bab 27 Tidak baik-baik saja28 Bab 28 Semakin dekat 29 Bab 29 Kejujuran 30 Bab 30 First date, but ...31 Bab 31 Tempat tersembunyi32 Bab 32 Misi baru Dastan33 Bab 33 Hal mencurigakan34 Bab 34 Teriakan Dara35 Bab 35 Bulan madu 36 Bab 36 Panas membara (18+)37 Bab 37 Musuh lama kembali38 Bab 38 Brutal39 Bab 39 Perubahan ekstrim40 Bab 40 Kesalahan 41 Bab 41 Menggoda 42 Bab 42 Garis keturunan43 Bab 43 Dunia baru44 Bab 44 Kehadiran Pewaris45 Bab 45 Tempat baru dan persahabatan46 Bab 46 Mempersiapkan Draco47 Bab 47 Tega48 Bab 48 Jangan bermain49 Bab 49 Mengintai50 Bab 50 Luka Baru51 Bab 51 She is mine