icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kehadiran Orang Ketiga

Bab 10 Sakit

Jumlah Kata:1444    |    Dirilis Pada: 23/05/2022

am segini seharusnya semua sudah ada di rumah. Tida

lam. Di ruang keluarga, ada Arya yang sedang menon

pulang,"

Mana Adiv

kamarn

ah, Ibu mau

, sepulang dari rumah Mas Kevin. Kemudian menuju ke kamar untuk mandi. Jam sudah menun

ka perlahan pintu kamarnya. Tampak ia sedang tertidur dengan berselimut. Aku mendeka

ma

asa karena keningnya kusentuh. K

enapa?"

edinginan, Bu

la

m obat?" ta

ah,

yang dim

etamol

adi, pusing n

ket nyuruh Adiva pulang. Jadi tad

u sedang ada di rumah Mas Kevi

dianta

ngnya cepat, makanya Adiva minta pulang ce

da urusan, makanya pulang telat

iva kambuh, akhirnya aku berin

Arya,"

yang tergopoh-gopoh

, Bu?" t

Adiva berobat. Kamu pesan taksi dulu,

ganti pakaian, kemudian ke kamar Adiva lagi. Menuntunnya unt

sudah datang

nci pintunya,

a,

s Fahmi lagi. Yang aku pikirkan sekarang adalah Adiva. Sebelum pergi tadi aku sem

i klinik juga, kami me

a Savina," pa

l memapah Adiva untuk berj

gu disini ya?" p

a,

masuk juga k

," sapa Opik

ters

ring dulu,

rbaring di tempat tidur. Op

n sakitnya?

in, Tante,"

nderita tifus ya? Bener n

h dirawat k

gi, jadi di cek dulu d

engambil obat yang diresepkan oleh Opik. Ha

i klinik, Arya mas

. Katanya nelpon Ibu ng

mau mengangkat t

i lagi, ya?" k

era meme

k di teras. Ia tidak membawa kunci ruma

masuk menuntun Adiva menuju ke kama

is itu minum obat,"

akan, mulut

kin pahit. Makan sedikit saja ya? A

u. Roti

nuju ke ruang makan, mengambil rot

emberikan roti pada Adiva. Kupandangi

pa? Kok malah m

sing sekali," sahut Adiva sambil

u memberikan obat pada

a?" kataku sambil menyelimu

buk dengan hpnya. Aku hanya diam saja. Selesai berganti pakaian, aku menuju ke ruang makan untuk menyiapka

getuk pintu dulu sebelum masuk ke kamar. Setelah ia mempersilahkan, baru aku masuk. Ar

a makan somay, jadi masih agak kenyang. N

a, kemudian duduk

ada masalah apa? Ibu l

, mungkin ia menahan sa

amu kan tahu, Adiva itu sakit sedikit saja pasti merengek-rengek kesaki

ikirin. Nanti kalau dia su

akal nga

ya? Ibu takutnya ia punya masalah d

Besok Arya

ihat Mas Fahmi ada di ruang keluarga, dan

tanya kalau tertuju ke hp terus," ucapku pada Ma

a, Bu?" tan

rus," ucapku dengan kesal, "Apa ngg

jalan menuju

makan?" tany

ar katanya

ggak m

untuk merebahkan diri di tempat tidur. Badan terasa capek, s

*

arti aku tadi tertidur. Mas Fahmi tidak ada di sampingku. Aku keluar untuk melihat ke

h sumber suara. Ternyata

kamar membawa hp karena mau pindah tidur di kamar Adiva. Segera aku reka

....

dengan Hanum. Tenang saja, dia nggak nanya-nanya waktu

....

dong. Iya, apa sih y

....

hmi dari tadi. Ingin rasanya aku pukul dia pakai

g kebetulan ada di dekatku. Ia menoleh, dan bisa dibayangkan

kuh itu memang indah kok, Mas. Apalagi kalau nggak ketahuan. Silahkan Mas gugat cerai aku, Mas kan sudah mulai bosan denganku. Atau aku yang

hmi te

pi ngalah-ngalahin yang

li tidurnya. Aku merebahkan tubuhku di samping Adiva. Pikiranku sang

terbangun, kudengar Adiva berkata-ka

ng kami lagi, hu...hu...hu."

k." Aku berusaha m

va..

atanya. Ia tampak meliha

Bu?" tan

u bangunkan. Sudah, sekarang tidur l

t ayahnya jahat. Kalau besok aku tanyain pasti nggak bakal ngaku. Lagian mimpi itu hanya sebagai bun

memikirkan ayahnya. Makanya sampai terbawa mimpi. Atau

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kehadiran Orang Ketiga
Kehadiran Orang Ketiga
“Rumah tangga Fahmi dan Hanum tampak sangat harmonis dengan memiliki dua orang anak yaitu Arya dan Adiva. Kehadiran Hani, kakak kandung Hanum yang sedang bermasalah dengan suaminya, membuat rumah tangga Fahmi dan Hanum menjadi berantakan. Perselingkuhan Fahmi dan Hani pertama kali diketahui oleh Arya. "Nggak usah ikut campur masalah orang tua. Tugas kamu hanya belajar. Kalau sampai ibumu tahu, kamu akan merasakan akibatnya, paham?" ancam Mas Fahmi. Hanum yang berusaha membongkar perselingkuhan Fahmi malah dimusuhi oleh ibu mertuanya. "Ibu tetap tidak percaya kalau Fahmi selingkuh. Tapi kalau memang ia berselingkuh, wajar saja karena kamu sebagai istri tidak bisa melayani suami dengan baik." Ada fakta yang lebih mengejutkan, ternyata Fahmi pernah berselingkuh dengan perempuan lain. Cobaan demi cobaan datang dalam kehidupan Hanum. Mau tidak mau Hanum harus menghadapinya dan selalu berusaha tegar di depan anak-anaknya. Mampukah kehidupan rumah tangga Hanum dan Fahmi bertahan? Ataukah mereka memilih untuk berpisah? Ikuti kisahnya...”