icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kehadiran Orang Ketiga

Bab 7 Berdebat

Jumlah Kata:1460    |    Dirilis Pada: 23/05/2022

i libur. Karena kami lima hari kerja. Biasanya waktu libur seperti ini aku gunakan untuk menekuni hobiku. Mencoba resep makanan. Tapi Hari ini aku s

g ada. Atau mengutak-atik laptop, mencari hiburan di dunia

enandakan ada pesan yang masuk. Aku b

urusanku. Jangan pernah ceritakan ke

rgi jalan berdua, padahal kalian sudah punya pasangan masing-masing. Na

nku, bukan

uli dengan Mbak, jangan bikin malu ke

Nanti kalau direbut pela

ntukku ya? Mbak senang kalau

rusanku. Kalau sampai Bapak dan I

hanya aku saja. Siapa tahu dari sekian banyak orang, ada

hat dengan Mbak Hani, yang ujungnya setengah mengancam. B

a?" tanya Mas Fahmi yang tib

itahu tentang tadi malam. Berarti ada hubungan s

ni. Nggak ada hubungan antara Mbak Hani dan

in mereka hanya be

Aku cuma menebak," jawa

remaja saja sudah bisa berpikir kritis tentang Mbak Hani. Masa Mas yang sudah dewasa tidak bisa berpikir seperti itu? Aku bukannya tidak percaya dengan Mbak Ha

Mbak Hani, apa yang aka

ke Wita?" sa

pa Mas akan diam saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa? Mas tahu? Ka

i tampak

rbicara seperti it

engan Mbak Hani. Mas Fahmi membac

bicara seperti itu

ani berniat mer

ngomongnya ka

ji tidak akan seperti itu lagi. Selesaikan dulu masalah rumah tangganya, baru mikir kalau mau mencari pengganti M

ah mencampuri ur

ang nggak suka dengan Mbak Hani, kemudian melaporkan hal ini pada istrinya Kak Rizal. Terus istri Kak Rizal me

erpikir sejau

dian seperti itu, istri

etron ikan terbang, makany

ia nggak berpikir sampai kesitu. Dia s

ikirin. Biar aku yang mikir

annya Mbak Hani. Biarkan saja, dia kan sud

an tadi malam itu. Itu kan salah, tapi ia masih saja me

malam mengajak makan bersama di rumah Ib

ra apa?"

hanya makan

belum magrib

*

dia seperti itu. Tidak biasanya dia seperti itu. Mungkin dia sedang ada masalah di sekolah

dengan Efran teman akrabnya di kantor. Entah urusan apa,

dari kamar. Apa ia nggak lapar ya? Se

pada Adiva sambil mencoba membuka pin

Cukup lama akhirnya Adiva keluar da

hnya terlihat sedih. Walaupun ia bersikap biasa sewa

ya?" tanyaku sambil

Nanti habis tiduran pasti pu

au minu

anti juga Hilang d

makan,

ti s

, makan ya? O ya, nanti mala

a disan

ekarang kamu istirahat saja, ya

a,

keluar dari

m, Bu." Arya me

umsalam.

? Biasanya kalau pulang langsung n

, makanya mau i

e kamar dulu ya, B

engan

*

siap, begitu juga dengan Arya dan Adiva. Tadi aku sudah bilang dengan Mas Fahmi kalau ke rumah Ibu

m pesan pad

nggak ke

ggu ya, sebenta

Biasanya Adiva cerewet, tapi sore ini ia

, Dek?" tanya

gak ke rumah Yang Ti? Kok Ay

Ayah sampai ke

Aku mulai kesal menunggu Mas Fahmi. Akhirnya azan Magrib b

Mas Fami belu

ergi?" tanya Arya yang

i tadi malah Ayah belum pu

yah tidak juga pulang, kita pesan g

nunggu Mas Fahmi ya

food saja," ka

u pesan apa?

an, Arya juga. Sambil menunggu pesanan d

cerita dan bercanda, melupakan kekesalan hati. Sampai kami selesai makan, Mas Fahmi bel

hpku berbunyi. Sebuah

apa? kok nggak dat

h menunjukkan pu

i sebelum Magrib tadi menunggu Mas Fah

datang. Anak-anak menunggui ibunya. Mas Fahmi sudah disini sete

ngajak kami? Katanya kami diundang makan ke rumah Ibu. Aku ja

sampai anak-anak sangat kesal, ternyata Mas Fahmi sudah kesitu duluan ya? M

menjadi sangat kes

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kehadiran Orang Ketiga
Kehadiran Orang Ketiga
“Rumah tangga Fahmi dan Hanum tampak sangat harmonis dengan memiliki dua orang anak yaitu Arya dan Adiva. Kehadiran Hani, kakak kandung Hanum yang sedang bermasalah dengan suaminya, membuat rumah tangga Fahmi dan Hanum menjadi berantakan. Perselingkuhan Fahmi dan Hani pertama kali diketahui oleh Arya. "Nggak usah ikut campur masalah orang tua. Tugas kamu hanya belajar. Kalau sampai ibumu tahu, kamu akan merasakan akibatnya, paham?" ancam Mas Fahmi. Hanum yang berusaha membongkar perselingkuhan Fahmi malah dimusuhi oleh ibu mertuanya. "Ibu tetap tidak percaya kalau Fahmi selingkuh. Tapi kalau memang ia berselingkuh, wajar saja karena kamu sebagai istri tidak bisa melayani suami dengan baik." Ada fakta yang lebih mengejutkan, ternyata Fahmi pernah berselingkuh dengan perempuan lain. Cobaan demi cobaan datang dalam kehidupan Hanum. Mau tidak mau Hanum harus menghadapinya dan selalu berusaha tegar di depan anak-anaknya. Mampukah kehidupan rumah tangga Hanum dan Fahmi bertahan? Ataukah mereka memilih untuk berpisah? Ikuti kisahnya...”