icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kehadiran Orang Ketiga

Bab 6 Puber Kedua

Jumlah Kata:1428    |    Dirilis Pada: 23/05/2022

at Mas Fahmi masih tidur di sebelahku. Segera aku bangun d

bangun. Mereka melakukan aktivitas wajib, yaitu membantuku membersih

ku selalu menyiapkan kopi untuknya. Masih dalam kondisi diam tidak bertegur sap

nya, mereka mandi bergantian. Aku pun m

di malam, tanpa ada percakapan. Be

rangkat, ya?

engantarkan Adiva sekolah, baru kemudian ia berangkat ke sekolah

nggilan dari Wita, adik perempuan Mas Fah

t..

t..

u dan menerima panggilan itu. Entah apa

mungkin biar aku mendengarnya. Aku segera menyingkir

yang aku suka, membaca komentar dulu, baru baca beritanya. Karena biasanya komentar lebih heboh dari berita. Aku tertawa sampai keluar air mata, benar-

,..

. Tangannya tetap memegang tanganku. Aku berusa

n berdiam diri seperti

ang memulain

malu sama a

Mas yang sudah n

maksu

saja se

rang sudah

waktu untuk istri dan anak-anaknya. Setiap ditanya selalu marah. Mas tahu, bukan hanya aku yang merasakan perubahan Mas, tapi juga anak-an

ar-benar

sengaja meny

hmi te

pat semakin membuatku terluka. Sekarang mas introspeksi diri. Berpikirlah dengan jernih, apa yang sudah terjadi. Ingat Mas, keharmonis

ela nafas

sih maunya Mas se

hanya te

gannya dengan oran

maksu

ng sedang puber. Dan aku yakin kalau Mas

barangan ka

n malam-malam. Lebih banyak menghabiskan waktu diluar, kalau ada di rumah tidak pe

paranoid. Kamu pik

ebelum semuanya terlambat. Ingat anak-anak sudah remaja, menuju ke dewasa. Mereka butuh figur A

n bangkai, pasti akan tercium juga. Apa mas sudah mulai jenuh dengan kami? Ingin menco

an aku berangkat ke sekolah. Setidaknya disana nanti banyak hiburan. Meliha

ng kacau. Keutuhan rumah tanggaku sedang dipert

*

epat waktu, ia berusaha mem

kita makan di luar," kata Mas Fah

s Fahmi kembali seperti dulu, seor

lam bersama. Kulihat anak-anak tampak ceria, terutama Adiva. Kalau Arya b

imana?" tany

ja, Yah," j

tanya Ma

ang penting mak

ngikut saj

nawari Ibu?" tanya Mas F

ggak mau ngajak Ibu ya?"

minta pendapat makan dimana. Soalnya

ngat bahagia. Akhirnya keluargaku seperti semula l

gganan. Kami mencari tempat yang masih k

menu makanan kami pesan, sesuai dengan selera masing-

iva tiba-tiba sambil menunjuk ke

leh ke arah yan

k Rizal adalah mantan kekasih Mbak Hani waktu kuliah. Mereka merupakan pasangan yang sangat serasi waktu itu, tapi aku tidak

ude Hani Itu, B

ngkin t

ang sudah menikah itu harus menjaga pergaulannya. Apalagi Bude Hani sedang bermas

kebanyakan nonton sinetron ikan terbang sih, makanya kamu berpikiran

Kak Arya." Mas Fa

pertinya belum puas dan masih penasaran. Te

mi makan dengan lahapnya. Dengan sedikit bercerita dan bercanda. Suasana begitu akrab, m

Fahmi yang sedang membayar di kasir. Ternyata Mbak Han

aku pada Mbak Ha

kamu?" tanya Mbak Han

mi dan anak-a

mu ya, Hani?" t

apa kabar?

h, baik," jaw

anya-tanya, tiba-tiba

mudian menoleh ke arah Mbak H

ama siapa, Mbak?"

i suaminya Hanum," kata Mbak Hani mem

Kak Rizal sa

jawab M

k sudah menunggu," kataku sam

sudah berdiri di dekat mobil. Sepanjang perjalanan suasana di

*

dengan Rizal. Ibu kenal ya?" tany

masih kuliah. Entah kenapa mereka akhirnya berpisah, padaha

enikah?" tanya

ya dua anak. Ngapain ya Mas m

Kenapa tadi

Mereka pasti nggak akan berkata jujur. At

ngomongin kakaknya

yang salah, akhirnya Mbak Hani pulang ke rumah Bapak. Sampai sekarang Mas Kevin dan N

mu memikirkannya? Su

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kehadiran Orang Ketiga
Kehadiran Orang Ketiga
“Rumah tangga Fahmi dan Hanum tampak sangat harmonis dengan memiliki dua orang anak yaitu Arya dan Adiva. Kehadiran Hani, kakak kandung Hanum yang sedang bermasalah dengan suaminya, membuat rumah tangga Fahmi dan Hanum menjadi berantakan. Perselingkuhan Fahmi dan Hani pertama kali diketahui oleh Arya. "Nggak usah ikut campur masalah orang tua. Tugas kamu hanya belajar. Kalau sampai ibumu tahu, kamu akan merasakan akibatnya, paham?" ancam Mas Fahmi. Hanum yang berusaha membongkar perselingkuhan Fahmi malah dimusuhi oleh ibu mertuanya. "Ibu tetap tidak percaya kalau Fahmi selingkuh. Tapi kalau memang ia berselingkuh, wajar saja karena kamu sebagai istri tidak bisa melayani suami dengan baik." Ada fakta yang lebih mengejutkan, ternyata Fahmi pernah berselingkuh dengan perempuan lain. Cobaan demi cobaan datang dalam kehidupan Hanum. Mau tidak mau Hanum harus menghadapinya dan selalu berusaha tegar di depan anak-anaknya. Mampukah kehidupan rumah tangga Hanum dan Fahmi bertahan? Ataukah mereka memilih untuk berpisah? Ikuti kisahnya...”