icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kehadiran Orang Ketiga

Bab 5 Sebuah Rencana

Jumlah Kata:1506    |    Dirilis Pada: 23/05/2022

engan mengendarai motor, aku mampir ke toko kue dan toko

h mengajar di sebuah SMP swasta. Setelah aku hamil anak kedua, yaitu Adiva, aku mengundurkan diri dari SMP tersebut. Karena mengurus dua anak yang

ada, aku berusaha semangat mengajar di TK. Arya termasuk siswa angkatan pertama di TK yang aku kelola. Aku bekerja sambil mengasuh dua anak. Untung saja pihak yayasan

udah sampai di d

ucapku sambil mem

m. Sudah sehat?" tanya I

lillah,

il meletakkan makanan yang ak

egiatan hari itu. Aku sangat merindukan masa-masa itu. Ketika Mas Hanif, Mbak Hani dan aku masih sekolah di s

emana lagi kalau nggak ke sawah,"

aku sambil mencomot maka

nya pergi, ada sedikit urusan. Ya kaya

al dengan kela

nasib rumah ta

ani ada di rumah ini. Padahal maksud Ibu itu baik. Selesaikan dulu masalah rumah tan

Bapak baga

ncana, entah kapan. Sepertinya dalam waktu dekat, biar nggak berl

sendirian atau

ya send

man, Hanum mau

Ibu sam

an. Tak terasa azan Zuhur berkumandang. Ak

ulang," kata Ibu ketika m

enyerahkan bungkusan pada Ibu. Ternyata b

lah tadi langsung

n salat dulu, y

wah. Bapak baru beberapa bulan ini pensiun, beliau adalah guru SD. Untuk menyibukka

favorit kami sekeluarga. Masakan Ibu luar biasa enak. Beberapa kali aku mencoba memasak pepes ikan, rasanya tak seenak masakan Ibu

ang keluarga. Menonton te

u saja selesai salat Zuhur. Bapak sering memanggilku dengan sebu

, Pak, sudah s

ters

kalah dengan Bapak yang sudah tua

dan bugar. Rahasianya kata Bapak, menikmati hidup, jangan banyak pikiran yang negatif. Jika kita selalu berpiki

" tanyaku dengan hati-hati. Takut nanti dibi

ng cerita ya?

butuh teman, aku b

ana ini pada siapapun ya? Termasuk suamimu, apalagi

nggak boleh bilang sa

angan bebankan suamimu dengan permasalahan keluarga kita. Kasihan dia, sudah terlalu banyak beban.

na dalam berbicara dan bertindak. Semoga selalu sehat cinta pertamaku, menci

*

saji yang ada di meja makan. Untuk melihat makanan apa yang dihidangkan. Aku memang tidak membiasakan anak-anak terlalu

menggoreng tahu tempe. Lauknya pepes

," sapa Adiva yang ba

ebiasaan langsung buka tudung

awab Adiva sam

lu, cuci tanga

, Bu

a pulang. Kami pun makan bersama. Kalau Mas Fahmi hanya sarapan dan makan m

ejadian di sekolah atau tentang yang lainnya. Sungguh

sore terus. Apakah memang banyak kerjaan ya? Ingin bertanya dengan Pak Yanuar, tapi aku sungkan. Nanti dikirany

kepulangan Mas Fahmi.

ertinya? Apakah ada

Pulang cemberut salah, pulang dengan ceria

ung menghujam jantungku.

ggak perlu bentak gitu. Kalau ak

angsung masuk ke kam

ore terus? Banyak kerjaan ya d

li. Aku kan baru pulang dari kantor,"

ur selalu memberitahu. Tapi sekarang kok tidak pernah lagi. Kalau sudah waktunya pul

lem

hari ya? Lemb

ari lembur

omong kalau Mas sudah pulang dari jam dua.

ndadak pucat. Ia j

ang begitu." Mas Fahm

ng angkat. Berarti lemburnya nggak sam

h banyak tanya. Mau

pa harus marah? Biasa aja kali?" kataku m

istri, saking sibuknya lembur di kantor. Atau jangan-jangan Mas mau dipromosikan jadi Kabid atau bahkan kadis

r pemerintahan, yaitu kepala bidang. S

nya ada suara sendok yang beradu dengan piring. Kami seperti orang asing yan

piring. Kolaborasi yang indah antara seorang Ibu dan dua anak. Tapi sa

k duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi. Aku tidak fokus dengan acara yang

ana. Tidak ada permintaan maaf atau sekedar meny

akan selalu diliputi perasaan ini? Perasaan yang sangat penasaran ak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kehadiran Orang Ketiga
Kehadiran Orang Ketiga
“Rumah tangga Fahmi dan Hanum tampak sangat harmonis dengan memiliki dua orang anak yaitu Arya dan Adiva. Kehadiran Hani, kakak kandung Hanum yang sedang bermasalah dengan suaminya, membuat rumah tangga Fahmi dan Hanum menjadi berantakan. Perselingkuhan Fahmi dan Hani pertama kali diketahui oleh Arya. "Nggak usah ikut campur masalah orang tua. Tugas kamu hanya belajar. Kalau sampai ibumu tahu, kamu akan merasakan akibatnya, paham?" ancam Mas Fahmi. Hanum yang berusaha membongkar perselingkuhan Fahmi malah dimusuhi oleh ibu mertuanya. "Ibu tetap tidak percaya kalau Fahmi selingkuh. Tapi kalau memang ia berselingkuh, wajar saja karena kamu sebagai istri tidak bisa melayani suami dengan baik." Ada fakta yang lebih mengejutkan, ternyata Fahmi pernah berselingkuh dengan perempuan lain. Cobaan demi cobaan datang dalam kehidupan Hanum. Mau tidak mau Hanum harus menghadapinya dan selalu berusaha tegar di depan anak-anaknya. Mampukah kehidupan rumah tangga Hanum dan Fahmi bertahan? Ataukah mereka memilih untuk berpisah? Ikuti kisahnya...”