icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kehadiran Orang Ketiga

Bab 4 Bucin

Jumlah Kata:1424    |    Dirilis Pada: 23/05/2022

cerita apa sama kamu

Adiva, alasanku ingin

a, Bu?" ta

kalian bicarakan be

tentang teman sekolah. Juga seri

cerita tentang

rna

ita

g suka ma

er

k ada waktu untuk kami lagi.

rang seperti itu, ya

kita makan diluar. Jarang ngobrol juga.

gomongnya k

emang seperti

ungan Ayah dan

ekali dimarahi oleh Ayah. Padahal hanya masalah s

rasakan perubahan pada Mas Fahm

nah membuat masalah yang besar. Nilai-nilai mereka juga memuaskan. Tapi aku tidak pernah memasang target, bahwa anak-anak harus jadi ranking ke

luarga, Mas Fahmi sudah mulai menjadi asing bagi kami. Bukan lagi seba

ng nantinya kami mampu berjalan diatas kerikil itu,

lu serius berpikirnya, Bu. Nanti malah kambuh vertigo

karang sudah mulai dewasa. Nanti kalau sudah kuliah, ruma

dekat dan

hati kami tetap bersama Ibu. Atau nant

u inginkan. Walaupun kalian mati jauh

mulai remaja dan ternyata bisa berpikir

egala?" celetuk Arya yan

suka baperan, hih

Semoga kalian nanti sukses dengan kehidupan ka

esan pada kami nantinya. Arya juga bangga me

ak bangga ya memilik

ya sambil pura-pura mau

Kak Arya nakal,"

ya? Sampai dewasa nanti, meskipun A

erti ini sih? Arya j

a mengingatkan, bahwa kalian itu bersaudara

a,

masuk ke halaman rumah

au menemui Ayah dulu," uc

nar dugaanku, Mas Fahmi baru pulang da

, Mas?" tanya

masuk ke kamar. Segera aku buatkan te

taku pada Mas Fahmi di kamar. Ma

as Fahmi sambil melangkah masuk ke kamar mandi. Kebetu

t..

bunyi, sebuah panggila

gucapkan salam ketika mene

panggilan di hpnya. Aku mau menerima panggi

Fahmi. Pak Fahminya a

g mandi, baru pu

a Pak Fahmi sudah pul

Mas Fahmi pulang jam dua, setidaknya jam setengah tiga atau jam tiga sudah sampai di rumah. Lha ini sampai di rumah

rjaan diluar yang h

anti Pak Fahmi suruh

Nanti say

r menutup

" tanya Mas Fahmi yang ba

Mas disuruh men

ku mau pakai

i kok Mas Fahmi semakin mencurigakan. Atau aku yang terlalu berlebihan, terl

a yang sesungguhnya terjadi, kamu pasti

*

arnya masing-masing. Kulihat Mas Fahmi duduk di ruang keluarga dan sangat a

ku sengaj

nya tampak pucat seperti

tahu kalau aku ada di depan mata,"

Mas Fahmi menutupi kegugupan

di hp itu?"

uriga sih? Apa kamu pikir aku selingkuh, g

embentak. Ya Allah, aku kan hanya bertanya saja. Kok dia s

ta ia tidak ada dikamarnya. Aku menuju ke kamar Arya. Kulihat pintu kamar

u masuk?"

ng, Bu,"

, Dek? Sudah belajar

gas. Bosan di kamar. Mau gangguin Kak Ar

ng menjawil

i kamu, Dek," kata

wil-jawil pipiku. Nanti p

ebay," ci

Ayah mereka mengabaikan ku. Semoga aku selalu sehat, b

kelihatannya se

u melihat ulah kalian. Sering bercanda membu

Tapi lebih baik kalian tidak tahu dan aku pun tid

wa dan bercanda bersama mereka m

sudah mengantuk," p

pi tidak segera pergi. Aku berus

g melihat Ibu termenung. Sepertinya Ibu sedang banyak masalah. Walaupun Ibu berusaha me

kantor atau masalah lain. Kita doakan saja semoga Ibu selalu sehat

up-sayup aku dengar Mas Fahmi sedang berbicara di depan rumah. Aku mengintip dari balik

mkan mata, tapi masih terngiang-ngiang ucapan anak-anak. Ternyata mereka suda

-pura tidur. Mas Fahmi merebahkan tubuhnya di sebelahku. Kemudian mem

Memang benar kalau aku terlalu bucin pada Mas Fahmi. Aku benar-benar takut kehilang

ng sangat nyaman. Sepertinya ia terti

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kehadiran Orang Ketiga
Kehadiran Orang Ketiga
“Rumah tangga Fahmi dan Hanum tampak sangat harmonis dengan memiliki dua orang anak yaitu Arya dan Adiva. Kehadiran Hani, kakak kandung Hanum yang sedang bermasalah dengan suaminya, membuat rumah tangga Fahmi dan Hanum menjadi berantakan. Perselingkuhan Fahmi dan Hani pertama kali diketahui oleh Arya. "Nggak usah ikut campur masalah orang tua. Tugas kamu hanya belajar. Kalau sampai ibumu tahu, kamu akan merasakan akibatnya, paham?" ancam Mas Fahmi. Hanum yang berusaha membongkar perselingkuhan Fahmi malah dimusuhi oleh ibu mertuanya. "Ibu tetap tidak percaya kalau Fahmi selingkuh. Tapi kalau memang ia berselingkuh, wajar saja karena kamu sebagai istri tidak bisa melayani suami dengan baik." Ada fakta yang lebih mengejutkan, ternyata Fahmi pernah berselingkuh dengan perempuan lain. Cobaan demi cobaan datang dalam kehidupan Hanum. Mau tidak mau Hanum harus menghadapinya dan selalu berusaha tegar di depan anak-anaknya. Mampukah kehidupan rumah tangga Hanum dan Fahmi bertahan? Ataukah mereka memilih untuk berpisah? Ikuti kisahnya...”