icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Kehadiran Orang Ketiga

Kehadiran Orang Ketiga

Penulis: Yuli_R
icon

Bab 1 Mengancam

Jumlah Kata:1416    |    Dirilis Pada: 23/05/2022

aru pulang dari sekolah. Padahal biasanya jam setengah tiga sudah sampai di rumah. Memang beberapa hari bel

Arya. Belum sempat Arya melangka

ras. Aku jadi deg-degan mendengarnya. Jangan sam

Mas Fahmi yang terlalu posesif atau memang Arya yang sudah mulai ban

ngan menundukkan wajahnya. Sep

in belajar, kurangi keluyuran. Nilai rapormu harus bagus, biar bisa masuk uni

am, tidak berani

anmu itu? Siapa nama teman

video untuk lomba film pendek," s

tikan! Jangan menunduk, lihat

palanya dan melihat aku dan

sekolah saja?"

Dekat rumah Tedi ada sawah. Ja

ohong kan?" sel

nggak percaya tan

sudah sekongko

lainnya. Tadi ada Din

ga? Nggak pacaran ka

tinya sudah jengkel menja

elum saatnya kamu pacaran. Belajar yang ben

a,

dan bisa menjadi contoh untuk adikmu. Ayah tidak mau kamu terj

ng Arya boleh masuk

tapan tajam, kemudian Mas Fahmi

. Jangan dibebani dengan banyak hal," kataku pada M

selalu berada di ketiak ibunya. Apa Ibu mau kalau Arya itu lemah? Beda dengan Adiva, dia perempua

. Mas Fahmi segera keluar dari rua

menuju ke

uk?" tanyaku sambil men

," sahut Arya d

hat ia sedang rebahan dengan hp ditangan.

i Ibu ya? Biar Ibu dan Ayah tidak b

ambil bangkit dari rebahan

ir-akhir ini, sepertinya kamu sengaja menghindar

rtinya ada keraguan atau

g saja sama Ibu

alau Arya sudah siap lahir bat

. Tapi kalau memaksanya untuk banyak berbic

ya? Ibu akan selalu ada untukmu. Ayo bereskan buku-buku y

h menerima telepon, entah dari siapa. Aku menjadi kepo, masa sih dari tadi

um di rumah. Kalau aku pergi sekarang, a

....

ayang," sah

nggil sayang? Aku sangat penasaran. Mas Fah

emangnya siapa yang nelpo

r," sahut

" tanya

curiga g

nuar manggil saya

angsung pucat. Ia

rsenyum. Aku kemudian berjalan menuju ke dapur, hatiku mulai kesal. Ada apa dengan Mas Fahmi? Sepertinya ada yang

*

sampingku. Aku segera bangun dari tempat tidur dan mencari

da dipikiranmu. Jangan menyimpulkan sendiri." T

saran sekali, akhirn

kamu hanya belajar. Kalau sampai ibumu tahu, kamu

Arya dengan suara

itu. Sekali lagi, kalau sampai terbongkar, Ayah

ata. Mata terpejam tapi pikiran kemana-mana. Masih memikirkan ucapan Mas Fahmi tadi. Berarti Arya melihat sesuatu yang membuat ayahnya marah. Tapi apa ya? Atau mungkin Arya

u berdebar-debar, kau mencoba untuk bernafas dengan rileks. Mas

tidak ada. Kamar Arya pun pintunya sudah tertutup rapat. Sayup-sayup aku dengar suar

ti ia tidak akan cerita de

....

lugu. Ia terlalu bucin denganku. Jadi dia ngga

...

Apa pun akan Mas

....

ok pagi a

...

say

a langsung menetes. Teganya kamu Mas, ngomong kalau aku ini bodoh dan lugu. Memang aku terlalu bucin padamu, tap

n kalau Arya pasti mengetahui suatu rahasia tentang ayahnya. Mungkin Mas Fahmi

Hani, sepertinya tidak mungkin. Karena ia juga sedang memiliki masalah dalam rumah tangganya. Pada Bapak dan Ibu juga tida

selingkuh dan sering melakukan KDRT. Tapi kami baru mendengar dari salah satu pihak saja, belum mendengar dari pihak suaminya

i. Dan berharap ini hanya ketakutan yang berlebihan saja. Jangan sampai k

ar. Berarti tadi aku sempat terlelap. Kulihat wajah Mas Fahmi. Laki-laki yang sudah hidup bersamaku sela

ur, kepalaku sangat pusing

Mas Fahmi. Ia langsung terbangun,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kehadiran Orang Ketiga
Kehadiran Orang Ketiga
“Rumah tangga Fahmi dan Hanum tampak sangat harmonis dengan memiliki dua orang anak yaitu Arya dan Adiva. Kehadiran Hani, kakak kandung Hanum yang sedang bermasalah dengan suaminya, membuat rumah tangga Fahmi dan Hanum menjadi berantakan. Perselingkuhan Fahmi dan Hani pertama kali diketahui oleh Arya. "Nggak usah ikut campur masalah orang tua. Tugas kamu hanya belajar. Kalau sampai ibumu tahu, kamu akan merasakan akibatnya, paham?" ancam Mas Fahmi. Hanum yang berusaha membongkar perselingkuhan Fahmi malah dimusuhi oleh ibu mertuanya. "Ibu tetap tidak percaya kalau Fahmi selingkuh. Tapi kalau memang ia berselingkuh, wajar saja karena kamu sebagai istri tidak bisa melayani suami dengan baik." Ada fakta yang lebih mengejutkan, ternyata Fahmi pernah berselingkuh dengan perempuan lain. Cobaan demi cobaan datang dalam kehidupan Hanum. Mau tidak mau Hanum harus menghadapinya dan selalu berusaha tegar di depan anak-anaknya. Mampukah kehidupan rumah tangga Hanum dan Fahmi bertahan? Ataukah mereka memilih untuk berpisah? Ikuti kisahnya...”