icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MEMBALAS HINAAN BAPAK

Bab 7 MHB 7

Jumlah Kata:1155    |    Dirilis Pada: 09/05/2022

perintahkan oleh Stevani. Akhir-akhir ini Sumi baru tahu, jika Stevani pun rupanya kedi

engelak ketika dalam CCTV itu tak ditemukan bukti jika Sumi dan Suviah mengambil uang, beruntung juga ruangan kedi master CCTV nya rusak, jadi dia bisa mengelak. Seorang cleaning

dan mengkambinghitamkan kedua gadis itu, seperti yang biasanya dia lakukan pada anak-anak baru yang tampang

tu standard kerja agar tak kena matahari dan kulitnya terbakar. Bibirnya dipoles lisptik warna merah bata, agar tak terlihat kering dan tampak segar. Dia menatap wajahnya yang b

tadi sudah membawa bag atau tas berisi stick golf milik Y

k, kok! Sudah hapal lap

. Bagaimanapun kedi tersebut harus kembali mengan

tanyanya ramah. Berbeda sekali dengan wajah Stevani yang

ak!" Sumi meng

a pada baik, kok!" tukasnya sambil tersenyum. Dia

ving range atau tempat latihan atau pemanasan pukulan golf, meng

a mengangguk pelan. Yamada terkekeh. Mata kecilnya semakin sipit sa

an bahwa Sumi tak usah khawatir, dirinya sudah lama tinggal di Indonesia. Dia menyebutkan sudah bisa bicara bahas

sedikit-sedikit dia paham, tetapi untuk ba

mua serempak membungkuk lalu menoleh pada kedi masing-masing. Sumi hanya mencoba men

in. Sumi yang belum terbiasa masih terlihat kaku. Namun berbeda dengan para kedi ya

i rombongan pemain Yamada. Kedi yang lain mengiyakan dan mengambil ali

i milik Rima. Anida yang pemainnya be

u troli saja kesusaha

t bawa dua?"

ru, ya! Nanti kita itu satu tim, jadi saling bantu kayak gini! Kalau bola pemain yang satu hilang, kita pun bantu cari

hat wajah Stevani itu mendadak buyar, semua tim yang ada di lapa

engan tempat memulai pukulan yaitu teebox, para pemain yang mereka bawa memilih teebox warna biru. Di sana ada s

driver!" tu

umi baru ingat jika stick yang biasanya nomor bertuliskan nomor satu itu namanya driver wood. Rata-rata para pemain gol

itu ada sungai, dan sebelah kanan ada oob atau out of bounds yaitu jika bola golf melewati patok putih tanda oob maka pemain harus mengulang pukulan kembali ke teebox. Makanya jika r

sebuah tanah yang dicekungkan dan berisi pasir, lalu menggelinding me

menerima stick tersebut yang dikembalikan pemainnya. Pem

na itu apa?" Sumi bertanya p

di itu maksudnya bolanya dia nyebur ke kali itu tuh yang di depan, ka

ba saatnya Yamada yang mengambil ancang-ancang untuk memukul. Wajah tampan khas asia itu tersenyum,

aking gugupnya dia tak sadar ketika bola itu sudah tak ada di ata

a. Dia sama sekali tak tahu bola yang dipukul itu melambung ke arah mana. Benar saja apa yan

ola saya ke m

tak semua tertawa, termasuk Yamada. Terlebih m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MEMBALAS HINAAN BAPAK
MEMBALAS HINAAN BAPAK
“"Percuma kamu Bapak sekolahkan tinggi-tinggi! Susah-susah pun maksain kamu biar masuk SMA, tapi mana nyatanya sekarang! Sudah mau satu tahun lulus sekolah tapi belum kerja juga! Belum ngasilin duit! Mending adik kamu yang sekolahnya SMP doang, sudah punya pacar anak tukang daging sapi, hidupnya terjamin!" celoteh Bapak. Orang yang Sumi paling takutkan ketika sudah bicara. Sumi menghela napas. Dia masih membelekangi Bapak dan mengiris bawang merah untuk masak. Untuk ke sekian kalinya omelan itu terasa menusuk hati Sumi. Bapak selalu mengungkit keinginannya untuk bersekolah lagi dan menyalahkan karena sampai saat ini belum menghasilkan rupiah. Hinaan, cibiran dan perlakuan Bapak membuat Sumi benar-benar terluka. Namun rupanya Tuhan mendengar setiap alunan doa yang dipanjatkan olehnya. Pertemuannya dengan Hiraka Yamada---seorang pegolf yang merupakan bos dari salah satu perusahaan automotive ternama di tanah air membuka jalannya untuk meraih kejayaan. Namun ada satu hal yang tiba-tiba terasa kosong, Zaki---sahabat dekat Sumi yang dulu selalu ada ketika dia butuhkan tiba-tiba menghilang. Sumi tak tahu jika Zaki menaruh rasa padanya. Zaki pergi dengan masih memendam segenggam cinta di hatinya. Akankah kehidupan mereka berakhir bahagia?”