icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MEMBALAS HINAAN BAPAK

Bab 4 MHB 4

Jumlah Kata:1268    |    Dirilis Pada: 09/05/2022

masih belum mau pulang. Setiap minggu dia meminta uang kiriman dari B

i gara-gara kamu yang masih belum kerja juga! Kalau kamu sudah kerja, pastinya si Ardi juga gak bakal ngarep kalau kamu

usaha terus Tuhan belum memberikan pekerjaan? Tak ada pembelaan yang

Yamada motor, lah kamu? Dari kemarin masuk ke garmen aja gak keterima! Jangan-janga

anding-bandingkan Sumi dengan teman-temannya yang rata-rata sudah b

itulah kehidupan Sumi yang membosankan dan berulang. Berharap hasil wawancara dari golf club it

view sama aku waktu itu sudah ada yang lolo

ang duduk terpisah di pojokan mengiriminya pesan. Mereka sedi

kan sama temen aku yang sudah se

kabar selanjutnya. Setelah beberapa menit menunggu deng

ntuk yang baru training kamu harus pakai jeans,

lol

elaki yang memang bekerja di bagian kantornya. Untuk posisinya,

njamin kamu. Jadi dari pihak sana ngasih kamu kesempatan selama Training. Kalau kamu ba

makas

ang harus dikenakannya besok. Kaos putih yang warnanya sudah tak lagi cerah rupanya ada sat

i bergegas pamit pada Ibu dan berangkat ke pasar untuk membelu topi dan sepatu putih untuknya besok. Setelah mencari-cari yang harganya murah, akhirnya Sumi kembali pulang

n!

i menoleh. Zaki tampak baru pulang ker

lm. Kebetulan memang arah rumah mereka searah kal

ah," tu

au di jaketku saja sudah ada tulisan tulus!" tukas Zak

! Ngerepotin gak?"

a sambil tetap menunggu keputusan Sum

dikira ada apa-apa lagi sama aku!" S

belum siap buat ucapin akadny

stru membuat Sumi semakin risih. Akhirnya dia ikut nebeng di motor Zaki dan berhenti di gang depan. Gak mau di antar sa

rjalanan mereka mengobrol sehingga akhirnya Zaki menaw

" tukas Zaki setelah Sumiati turun

a ojeknya. Nanti kalau aku ada uang, aku gant

k. Bayar saja pakai cinta yang tulus, seperti tulis

s itu. Alis tebalnya bergerak-gerak ketika dia melempar candaan yang jenaka untuk membuat Sumi tertawa.

*

s barengan dirinya. Hari pertama semua ikut turun ke lapangan dan berkenalan dengan hal

ngan tanda warna hitam ini adalah untuk champion atau pertandingan, artinya hanya untuk pegolf professional. Ada j

pegolf perempuan." Seorang Kedi Senior menjelaskan dengan kencang. Bagaimanapun mereka langsung berdiri

ngarkan penjelasannya. Semua menjawab serempak. Mereka meneruskan perjalanan

150 yard jadi nanti kalian harus tahu perkiraan stick atau tongkat golf mana yang akan mereka pakai pada jarak segini! Masih ingat '

ama green itu pun sulit untuk diingat. Banyak detail yang harus dikuasai, termasuk memperhatikan kemiring

engah lapangan dengan luas hektaran itu. Kaki Sumi terasa pegal, keringat mengucur pada pelipis

gan pemain bersama kedi mereka lewat. Tampak kebanyakan dari para pemain itu

mpirinya dan ternyata itu dompet, mungkin dompet pemain golf yang terjatuh. Dia pun mengambilnya dan memeriksa isinya. Seketika tangan Sumiat

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MEMBALAS HINAAN BAPAK
MEMBALAS HINAAN BAPAK
“"Percuma kamu Bapak sekolahkan tinggi-tinggi! Susah-susah pun maksain kamu biar masuk SMA, tapi mana nyatanya sekarang! Sudah mau satu tahun lulus sekolah tapi belum kerja juga! Belum ngasilin duit! Mending adik kamu yang sekolahnya SMP doang, sudah punya pacar anak tukang daging sapi, hidupnya terjamin!" celoteh Bapak. Orang yang Sumi paling takutkan ketika sudah bicara. Sumi menghela napas. Dia masih membelekangi Bapak dan mengiris bawang merah untuk masak. Untuk ke sekian kalinya omelan itu terasa menusuk hati Sumi. Bapak selalu mengungkit keinginannya untuk bersekolah lagi dan menyalahkan karena sampai saat ini belum menghasilkan rupiah. Hinaan, cibiran dan perlakuan Bapak membuat Sumi benar-benar terluka. Namun rupanya Tuhan mendengar setiap alunan doa yang dipanjatkan olehnya. Pertemuannya dengan Hiraka Yamada---seorang pegolf yang merupakan bos dari salah satu perusahaan automotive ternama di tanah air membuka jalannya untuk meraih kejayaan. Namun ada satu hal yang tiba-tiba terasa kosong, Zaki---sahabat dekat Sumi yang dulu selalu ada ketika dia butuhkan tiba-tiba menghilang. Sumi tak tahu jika Zaki menaruh rasa padanya. Zaki pergi dengan masih memendam segenggam cinta di hatinya. Akankah kehidupan mereka berakhir bahagia?”
1 Bab 1 MHB12 Bab 2 MHB23 Bab 3 MHB34 Bab 4 MHB 45 Bab 5 MHB 56 Bab 6 MHB 67 Bab 7 MHB 78 Bab 8 MHB 89 Bab 9 MHB 910 Bab 10 MHB 1011 Bab 11 MHB1112 Bab 12 MHB1213 Bab 13 MHB1314 Bab 14 MHB1415 Bab 15 MHB1516 Bab 16 MHB1617 Bab 17 MHB1718 Bab 18 MHB1819 Bab 19 MHB1920 Bab 20 MHB2021 Bab 21 MHB2122 Bab 22 MHB2223 Bab 23 MHB2324 Bab 24 MHB2425 Bab 25 MHB2526 Bab 26 MHB2627 Bab 27 MHB2728 Bab 28 MHB2829 Bab 29 MHB2930 Bab 30 MHB3031 Bab 31 MHB3132 Bab 32 MHB3233 Bab 33 MHB3334 Bab 34 MHB3435 Bab 35 MHB3536 Bab 36 MHB3637 Bab 37 MHB3738 Bab 38 MHB3839 Bab 39 MHB3940 Bab 40 MHB4041 Bab 41 MHB4142 Bab 42 MHB4243 Bab 43 MHB4344 Bab 44 MHB4445 Bab 45 MHB4546 Bab 46 MHB46 - END