icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MEMBALAS HINAAN BAPAK

Bab 5 MHB 5

Jumlah Kata:1072    |    Dirilis Pada: 09/05/2022

dompet itu pada Suvia. Jiwa kerdilnya

or ke kedi master!" tukas S

engah berlari bersamaan menuju kantor kedi

uri jalanan yang tadi dilewatinya. Mata sipitnya mengedarkan pandan

Jepang itu meskipun tak tinggi, tetapi langkahnya mengayun cepat sehingga dirinya yan

p mengedarkan pandang. Namun sepanjang jalan yang dilewa

menuju timnya yang sedang beristirahat di sebuah teehouse. Ada tiga rekan bisnisny

*

" Kedi master bernama Stevani

h dikasih ke sini!" tukas Suvia. Dia menatap sebal p

ereka berapapasan dengan Hiraka Yamada yang tengah berjalan menuju ruang kedi master. Namun hanya anggukan dan senyuman samar sebagai tanda sapaan pada lelaki berusia

ng green dan teknik-tekniknya, termasuk membaca arah rumput, arah angina dan kemiringan

a di test tentang warna bendera juga. Karena dalam permainan golf di lapangan yang rumputnya halus seperti karpet itu ada

emain yang tampak di beberapa hole atau lapangan karena mereka teeof

tan hingga ke jalan raya. Lalu nanti di sana akan naik angkutan sampa

an menghalanginya. Senyum tengil itu terlempar padanya. Kedua alis tebal Zaki d

lang!" t

Zak? Ngapain?" Sumiati m

h, masa main kelere

ua bola mata

siap akad!" tukasnya sambil terkekeh. Dia menyodorkan satu

oh!" Sumi men

ngerti banget, sih! Kode in

nya di ruangan memanggilnya. Sumi menoleh dan mendekat, sedangkan Zaki menunggu di tempat jemputan. Setengah berlari Sumi mendekat

nemuin dompet Yamada san!" bent

tukas Sumiati sambil menatap sekilas pada

otalnya semua uang itu ada dua tiga juta, tapi tadi tinggal dua

t dan gugupnya. Bagaimana bisa, uang itu hilang? Bahkan dia

Kita langsung kasihin ke ruangan kedi master." Sumi berucap dengan gugup. Tak

ub kami mengutamakan asas kejujuran, kalau baru masuk sudah gak jujur pastinya kami akan tindak!"

n tak mendengar apa yang dibicarakan mereka, tetapi mel

nepuk bahu Sumi yang masih menunduk.

dia ambil sebagian! Karena itu, pacar kamu saya pecat! Besok

menatap Stevani. Tak ada rasa takut sedikitpun karena Zaki ha

pacar kamu ini, cepetan bawa pulang!" tukasnya judes. Dia lalu menoleh pada

, tak mungkin dia melakukannya! Mbak yang terhormat, setahu saya pemecatan itu ada prosedurnya dan ada pengetahuan dari HRD! Apa b

saya check CCTV dulu!" tukasnya sambil tersenyum lalu menepuk pundak Stevani dua kali dan mengangguk sopan pada Sumi dan Zaki. Yamada beranjak menuju ruangan kantor

Zak!" Sumi men

" Zaki kembali m

mi mengeru

hnya yang spontan mendapat puku

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MEMBALAS HINAAN BAPAK
MEMBALAS HINAAN BAPAK
“"Percuma kamu Bapak sekolahkan tinggi-tinggi! Susah-susah pun maksain kamu biar masuk SMA, tapi mana nyatanya sekarang! Sudah mau satu tahun lulus sekolah tapi belum kerja juga! Belum ngasilin duit! Mending adik kamu yang sekolahnya SMP doang, sudah punya pacar anak tukang daging sapi, hidupnya terjamin!" celoteh Bapak. Orang yang Sumi paling takutkan ketika sudah bicara. Sumi menghela napas. Dia masih membelekangi Bapak dan mengiris bawang merah untuk masak. Untuk ke sekian kalinya omelan itu terasa menusuk hati Sumi. Bapak selalu mengungkit keinginannya untuk bersekolah lagi dan menyalahkan karena sampai saat ini belum menghasilkan rupiah. Hinaan, cibiran dan perlakuan Bapak membuat Sumi benar-benar terluka. Namun rupanya Tuhan mendengar setiap alunan doa yang dipanjatkan olehnya. Pertemuannya dengan Hiraka Yamada---seorang pegolf yang merupakan bos dari salah satu perusahaan automotive ternama di tanah air membuka jalannya untuk meraih kejayaan. Namun ada satu hal yang tiba-tiba terasa kosong, Zaki---sahabat dekat Sumi yang dulu selalu ada ketika dia butuhkan tiba-tiba menghilang. Sumi tak tahu jika Zaki menaruh rasa padanya. Zaki pergi dengan masih memendam segenggam cinta di hatinya. Akankah kehidupan mereka berakhir bahagia?”