icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MEMBALAS HINAAN BAPAK

Bab 3 MHB3

Jumlah Kata:916    |    Dirilis Pada: 09/05/2022

lum balik modal, dia gak boleh nikah dulu ... kecuali, kamu m

nci tinggal di rumah itu. Dia berlari menuju kamar sambil men

kan tetapi entah kenapa setelah melihat Sumi lagi, hatinya memang tak menginginkan intan. Dia tak menyadari jika karena

ti ini, mungkin lebih baik dulu dirinya berhenti saja dan membiarkan takdir menentukan jalan hidupnya. Awalnya dia berkeras ingin m

n yang cemberut. Dia memasang wajah tak menyenangkan, jal

akaian mereka berdua dan memasukkan beberapa potong pakaia

kok beresin

n. Sumi duduk di tepi ranjang dan kembali bertanya. Entah kenapa perih ras

h Teteh apa?" Sumi menarik lengan Intan. R

ambil semua perlengkapan makeup nya. Lalu tanpa kata dia

ku? Aku tak melakukan apa-apa tapi kenapa harus menanggung

inya merasa seakan sendirian dan tak punya sandaran. Kadang Sumi sangat berharap lelaki yang dipanggil Bapak itu menatapnya pe

*

eskipun di kampung Sumi ada beberapa konotasi negatif tentang pekerjaan itu, tak melunt

gar Intan bisa kembali pulang dan Bapak tak selalu memandangnya kesal. Sudah berhari-hari Intan meng

nanya? Gak ada angkutan umum 'kan

ku hubungi Zaki dulu. Biar dia

empat minta dicomblangin ke Tita. Namun kini mereka sudah tak

Ta? Pacar kamu gimana?] Sumi kha

sebetulnya yang Zaki sukai adalah Sumi, bukan dirinya. Zaki takut Sumi membencinya karena dia p

jawaban Sumi

i depan rumah setelah mencium tangan Ibu meminta restu. Ibu memeluk dan mendoakannya, semog

dan asbun ketika berbicara itu selalu berbeda ketika berhadapan dengan Sumi. Dia ja

u'alaiku

aikums

amitan sekali lagi pada Ibu. Namun baru saja Sumi mendekati

mana?" tanya

ibu mertua!" ucapnya sa

ki tetap berjalan santai dan

ampai ke KUA! Eh, ke tujuan maksud

wa motornya!" tukas Ibu. Za

kan jaketnya. Lalu menyalakan sepe

o naik!"

helm yang dibawa pa

omplen sambil tangannya memakai

, Umi dan Abi Z

la. Sudah lama tak ketemu Zaki semenjak lulus. Nam

Zaki sambil men

nnya. Wajah manisnya tampak sedikit bersinar k

atar. Dia membetulkan

turun!" tuk

i sudah mu

udah?" Zak

u nanya!" tim

i KUA!" tukasnya sambil melajukan sepeda motornya. S

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MEMBALAS HINAAN BAPAK
MEMBALAS HINAAN BAPAK
“"Percuma kamu Bapak sekolahkan tinggi-tinggi! Susah-susah pun maksain kamu biar masuk SMA, tapi mana nyatanya sekarang! Sudah mau satu tahun lulus sekolah tapi belum kerja juga! Belum ngasilin duit! Mending adik kamu yang sekolahnya SMP doang, sudah punya pacar anak tukang daging sapi, hidupnya terjamin!" celoteh Bapak. Orang yang Sumi paling takutkan ketika sudah bicara. Sumi menghela napas. Dia masih membelekangi Bapak dan mengiris bawang merah untuk masak. Untuk ke sekian kalinya omelan itu terasa menusuk hati Sumi. Bapak selalu mengungkit keinginannya untuk bersekolah lagi dan menyalahkan karena sampai saat ini belum menghasilkan rupiah. Hinaan, cibiran dan perlakuan Bapak membuat Sumi benar-benar terluka. Namun rupanya Tuhan mendengar setiap alunan doa yang dipanjatkan olehnya. Pertemuannya dengan Hiraka Yamada---seorang pegolf yang merupakan bos dari salah satu perusahaan automotive ternama di tanah air membuka jalannya untuk meraih kejayaan. Namun ada satu hal yang tiba-tiba terasa kosong, Zaki---sahabat dekat Sumi yang dulu selalu ada ketika dia butuhkan tiba-tiba menghilang. Sumi tak tahu jika Zaki menaruh rasa padanya. Zaki pergi dengan masih memendam segenggam cinta di hatinya. Akankah kehidupan mereka berakhir bahagia?”