icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MEMBALAS HINAAN BAPAK

Bab 10 MHB 10

Jumlah Kata:1163    |    Dirilis Pada: 09/05/2022

liva melihat sate-sate yang sudah berserak di tanah dan bercampur debu itu. Hanya sesak dan mengurut dada. Hendak marah pun percuma. Jika

nan yang dibawa calonnya Intan, pastinya tak boleh disentuh oleh Bapak. Akhirnya uang dua puluh lima ribunya sia-sia, sate itu hanya dimakan kuci

embali ceria atau mungkin hanya pikiran Sumi saja yang kata Bapak selalu iri. Ya, memang benar terkadang Sumi iri. Ingi

sms itu. Ponselnya masih jadul, baru rencana akan

. Aku kan belum ada bekal! Nanti saja kita

seniornya sudah membookingnya, akan tetapi pastinya dia belum bisa membawa pemain lainnya. Biasanya untuk kedi yang masih training ha

rumah disibukkan dengan persiapan lamaran dan pernikah

minggu depan untuk masak dan buat kue! Atau kalau kamu bisa bolos sehari sih

waban paling cepat agar tak lagi-lagi sakit h

pada Sumi yang baru sel

ke rumah Bi Emah!

sehari doang! Acara adek kamu loh! Pa

lau di lapang golf beda, Pak! Kalau tanggal merah justr

sial lagi juga kayak dulu! Nanti malah gaga

Bapak dan mencium punggung tangannya, dia pun mencari Ibu dan melakukan hal yang sama. Bagaimanapun me

alaikum!"

awab Ibu. Bapak tak

m. Sumi pun tak banyak bertanya juga, tak enak kalau mencampuri urusan orang. Meskipun dia dekat de

elajar lagi memandu pemain. Para kedi master dan beberapa kedi senior yang menja

a yang membawa bekal makanan seperti Sumi. Jadi cukup dengan ditambah membeli mie rebus satu porsi berdua dengan

si dengan Zaki, Tita dan Suvia. Sejauh ini belum banyak nomor yang disimpa

e, hari ini kita akan belajar mengendarai ezgo!" tukas Maida---

rgegas memakai topi dan berjala

car sudah terparkir di lapangan. Maida sudah berdiri di sana

anan itu untuk gas, nah yang sebelah kiri itu untuk rem! Kalau ya

al, akhirnya ezgo berputar-putar saja dan gak mau maju. Ada juga yang hanya bisa lurus dan gak bisa belok. Semua tawa dan keseruan menghiasi hari Sumi siang itu. Bahkan dia sampai meneteskan air mata ketika melihat kelucuan-k

, dia lebih tampak pendiam. Sejak pagi, rasanya ada yang kurang. Ya, tanpa celoteh

eda motor itu. Namun Zaki hanya menggum

u!" Zaki me

m menatap Zaki yang turu

elapak tangan Sumi. Dikepalkannya uang seratus

a motor Zaki menderu. Tubuh lelaki jangkung beral

sambil menatap uang yang dike

rumah tampak ada Intan yang tengah saling bersender mesra

kenapa adiknya yang lembut itu jadi berubah menyebalkan. Sindiran yang menyebutnya perawan tua dan gak laku. Namun Sumi memilih abai, pikirannya malah masih bertali pada

ri WA Sumi chan tapi tak ada. Bisa

tetapi sudah mengajaknya ketemuan. Ada apa kira-kira? Sumi hanya takut jika Y

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MEMBALAS HINAAN BAPAK
MEMBALAS HINAAN BAPAK
“"Percuma kamu Bapak sekolahkan tinggi-tinggi! Susah-susah pun maksain kamu biar masuk SMA, tapi mana nyatanya sekarang! Sudah mau satu tahun lulus sekolah tapi belum kerja juga! Belum ngasilin duit! Mending adik kamu yang sekolahnya SMP doang, sudah punya pacar anak tukang daging sapi, hidupnya terjamin!" celoteh Bapak. Orang yang Sumi paling takutkan ketika sudah bicara. Sumi menghela napas. Dia masih membelekangi Bapak dan mengiris bawang merah untuk masak. Untuk ke sekian kalinya omelan itu terasa menusuk hati Sumi. Bapak selalu mengungkit keinginannya untuk bersekolah lagi dan menyalahkan karena sampai saat ini belum menghasilkan rupiah. Hinaan, cibiran dan perlakuan Bapak membuat Sumi benar-benar terluka. Namun rupanya Tuhan mendengar setiap alunan doa yang dipanjatkan olehnya. Pertemuannya dengan Hiraka Yamada---seorang pegolf yang merupakan bos dari salah satu perusahaan automotive ternama di tanah air membuka jalannya untuk meraih kejayaan. Namun ada satu hal yang tiba-tiba terasa kosong, Zaki---sahabat dekat Sumi yang dulu selalu ada ketika dia butuhkan tiba-tiba menghilang. Sumi tak tahu jika Zaki menaruh rasa padanya. Zaki pergi dengan masih memendam segenggam cinta di hatinya. Akankah kehidupan mereka berakhir bahagia?”
1 Bab 1 MHB12 Bab 2 MHB23 Bab 3 MHB34 Bab 4 MHB 45 Bab 5 MHB 56 Bab 6 MHB 67 Bab 7 MHB 78 Bab 8 MHB 89 Bab 9 MHB 910 Bab 10 MHB 1011 Bab 11 MHB1112 Bab 12 MHB1213 Bab 13 MHB1314 Bab 14 MHB1415 Bab 15 MHB1516 Bab 16 MHB1617 Bab 17 MHB1718 Bab 18 MHB1819 Bab 19 MHB1920 Bab 20 MHB2021 Bab 21 MHB2122 Bab 22 MHB2223 Bab 23 MHB2324 Bab 24 MHB2425 Bab 25 MHB2526 Bab 26 MHB2627 Bab 27 MHB2728 Bab 28 MHB2829 Bab 29 MHB2930 Bab 30 MHB3031 Bab 31 MHB3132 Bab 32 MHB3233 Bab 33 MHB3334 Bab 34 MHB3435 Bab 35 MHB3536 Bab 36 MHB3637 Bab 37 MHB3738 Bab 38 MHB3839 Bab 39 MHB3940 Bab 40 MHB4041 Bab 41 MHB4142 Bab 42 MHB4243 Bab 43 MHB4344 Bab 44 MHB4445 Bab 45 MHB4546 Bab 46 MHB46 - END