icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bidan

Bab 10 Operasi

Jumlah Kata:1780    |    Dirilis Pada: 05/05/2022

, Kakak praktek

h." Kak Rifki menarik

gikutinya, menarik

ana sekaran

esmas

megang yang resti

Banyak batasan. Lumayanlah, ngeringan

im?" tanyanya entah m

Eh," Aku cepat-cepat menutup mulut dan mel

ya? Gak boleh

pengen. Baru berapa emang, sekarang?"

gak kuat ba

enta!" Aku bal

ayak bidan yang Kakak kenal, tuh. Tau teorinya doank. Eh, t

, ih!" Aku m

juga kerjanya nguru

ya Kak, aku duluan, ya. Soalnya dapet

k juga mau ke OK n

begitu?" Aku melirik bajunya yang t

adangan kok, di loker."

eh. Bye

ye

a pintu ruang periksa p

lak

i di hadapan

h bisa operasi

h bisa. Antrian lagi kos

rap bisa lebih cepat, jadi tak

. Besok jam 8 kita operasi." Ia mem

mendorong kursi

rtidur kembali. Resah. Entah karena akan operasi ata

ssalammu

aikum

Aku bertanya pada su

mu gak bi

ini. Kemarin dikabari RS

ter

maaf, ya. Aku ma

ku den

ntar, mapan. Gak ada cela.

apa,

ka sama aku. Berapa keras upayakupun, gak meluluhkan hatinya. Aku gak sanggup kalau harus merasakan perasaan yang sama untuk kedua kalinya. Tri cerita kalau kamu anak pejabat teras. Aku taku

ni

apa kamu ada perasaan

yang jelas gak bisa dis

uahkan hasil atau tidak. Kita belum

api gak aku b

tuk kamu berada di sampingku, walau aku jaga. Pada akhirnya kamu teta

. Kamu juga, ja

, Mi

ssalamm

aikum

harus berada di antara kalangan menengah ke atas. Rasa takut menghinggapiku jika bersinggungan dengan hubungan asmara. Gagal dengan pria yang sa

un dengan pembawaan nyaris sempurna, keluarga yang jauh dari kata cela. Membuat aku yang memiliki Om dengan

? Ini agak sedikit

an-pelan masukin anast

bentar lagi juga ga

okk.." Suaraku p

berputar. Mataku masih amat berat. Hidungku? Ada sesuatu dipasang s

Sayup-sayup kudengar

ga membuka mata. Hingga akhirn

di sini?" Aku mencoba menarik bad

u. Jadi Kakak ke sini deh. Karena ka

jawabku

ian? Gak ada

Aku terse

kak tun

rahat lagi. Oh iya, han

antu mengambil

ih

sih,

. Nanti kalau ada apa-apa bilang sus

ak, ma

berpamitan setelah menghabiskan wak

ti-hati, ya," ucap

ap pulang ke tempat kost. Setelah tiga ha

" Sapa supir sopan ketik

Pak," b

r ke Krama

, sesuai

ik,

g tak memiliki kendaraan, berebut dan adu sikut demi meraih bis dan tempat duduknya. Menuju lokasi mencari rejeki.

ilan dari Eki. Entah ia sibuk atau memang berusaha

i, Bu." Tuka

alanan, aku tak sadar karena asyi

, ya. Sudah dengan

rima kasih,"

cilku tiba-tiba berharap Eki muncul dari arah belakang. Lelaki heboh yang selalu penuh

agi." Aku menepuk dadaku sendiri sambil menutup mat

ria yang belum menjadi pasanganku. Kenangan

ooh na

is in Havana, o

al

lo ope

h se

k ngaba

Ntar ceri

sh

ok lo tau?

ke kosta

itu dise

Tapi jan

tuuut...

. Heboh kalau ada apa-apa. Sedang aku sedikit pendiam. Mungkin karena itu aku coc

menerobos masuk pintu kama

amat. Gue baik-baik aja. Ass

a gak pada tempatnya.

nnya duduk. Mengambil minuman d

ri Eki, ya

lo tolak. Kalau gue yang digituin udah gUE panggil peng

kan? Emaknya yang biasa aja bisa sebegituny

keluarga si Abdel yang nyuekin calon mantunya yang dateng baw

nnya. Namun entahlah, aku belum sanggup unt

rtarik sama Eki?"

pura pingsan biar dapat nafas buatan. Tinggi, proporsional, putih, kontur mukanya oke, menurut gw, dia seksi. Tapi saat d

ati, apakah ada penyesalan atas

dengusk

nar ia mempergunakan cutinya. Maka seharusnya b

Aku berpamitan pada re

ti, ya. Naik apa?

vernya uda

hati

tangan, dan aku segera b

tanya drive

m si mas yang cukup menggelitik indera penciuma

ah karena aroma parfum pengemudi ojek. Hi

ya yang entah mengapa terd

dan membuka helm yang tadi kukenak

ba?" Ia tiba tiba bangkit dari

sa, Mas,"

? Cewek secantik Mba dibiarin

Jawaban tabu meluncur

tak melanjutkan ob

, Mas. Saya

k, M

lo,

ni siap

ojek yang tadi a

Mas. Ada

uma pengen

O

a umur

puluh

muran y

h

ok kerja lagi jam be

usah, makasih] Aku mul

pulangnya

I

, ya?] Ia me

uru-buru kumatikan telepo

belah tempat aku merebahkan badan

pulang b

auh. Pada akhirnya aku tak menemukan jawabannya.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bidan
Bidan
“Menjadi bidan bukanlah cita-citaku. Dalam pikiranku, bidan adalah profesi yang identik dengan wajah judes. Namun saat ini, bidan adalah profesi yang kujalani. Suka duka pekerjaan telah kulalui hingga akhirnya aku jatuh cinta dengan pekerjaan ini, dan tak sadar usiaku sudah seperempat abad. Mama menuntutku segera mencari jodoh sesegera mungkin. Andai saja ada toko yang menyediakannya. Lebih memalukan lagi, beliau meminta pertolongan sahabatku. M enyebalkan, bukan? Tapi mau bagaimana lagi? Dengan jam kerja seperti ini, membuatku sulit dan tak sempat mengenal lelaki lebih banyak selain suami pasien. Ough! Hingga akhirnya aku bertemu dia, pria yang pesonanya selalu membuatku terlihat clumsy dan memalukan. Perjalanan cinta dan pekerjaanku sepertinya akan sedikit lebih berwarna dengan latar tempat yang tak melulu Puskesmas.”
1 Bab 1 Penumpang Bajaj2 Bab 2 Double Date3 Bab 3 Aib4 Bab 4 Pre Eklampsia5 Bab 5 Rujuk6 Bab 6 Pingsan7 Bab 7 Kontrasepsi (1)8 Bab 8 Ante Natal Care9 Bab 9 Kencan10 Bab 10 Operasi11 Bab 11 Kontrasepsi (2)12 Bab 12 Sampah Yang Tertimbun13 Bab 13 Melepas Rindu14 Bab 14 Do I love you 15 Bab 15 Imunisasi16 Bab 16 Mengunjungi Mama17 Bab 17 Grogi18 Bab 18 Haemorargic Post Partum19 Bab 19 Bertemu Orang Tua Eki (1)20 Bab 20 Bertemu Orang Tua Eki (2)21 Bab 21 Tukaran Jadwal Dinas22 Bab 22 Asfiksia23 Bab 23 Mahar24 Bab 24 Berkunjung ke Lapas25 Bab 25 Kebaya dan Beskap26 Bab 26 Pertemuan Keluarga27 Bab 27 Oh No!28 Bab 28 Melepas Eki29 Bab 29 Menuju Bandara30 Bab 30 Sendiri31 Bab 31 Kabar Buruk32 Bab 32 Hati yang Resah33 Bab 33 Bismillah34 Bab 34 Akhir Terbaik