icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bidan

Bab 6 Pingsan

Jumlah Kata:1325    |    Dirilis Pada: 05/05/2022

erusaha menyembunyi

ut, hingga tergagap, "Ka-kamu k

ni. Mas Ryan ngapain?" Aku berta

mm ...." jawabn

banget soalnya tadi banyak pasien. "

ke! Hati-hati,

upun ia yang belum siap untuk menjawab pertanyaanku. Biarlah ia dan Ayu selesaikan sendiri. Itu urusan rumah t

tangan, menarik seluruh ur

ik gordyn kamar kostku hingga s

sore. Lumayan lah, bisa ley

ooh na

is in Havana, o

ring, karena

al

i M

pa n

E

Ooh ya, pasti d

ma

n.] Aku menahan mulutk

gak? Ada cafe baru

h ke Jatinegara. Ngajak lunch di Cipete. Kenapa ga sekalian ke Sabang a

amat, makin jauh tuh jodohnya] Te

enapa jadi ngejen

. Gak ada yang lebih jauh

a kan hari ini? Kan hari sabt

h hari, apa lagi jam. Aku masuk sore. Ema

info.] Rupanya ia merekam k

mput jam berapa? Nant

an kamu. Persis di

A??

angkit dari tempat tidur, lalu menyibak go

pih meski hanya menggunakan kaos berkerah, je

ang sudah

u segera ke sana!" A

antung dan menghidupkan shower. Sungguh

rdiri di hadapan lemari baju. Cembe

han hanger yang bertengger menggantung di be

. Aku mematut diri di cermin, menepuk bedak ke seluruh muka, membuat frame pada alis yang sudah di-wax, melukis eyeliner

an tas longchamp pemberian tema

ot

ot

gah berlari, lalu menuruni anak t

tersenyum dan membukakan

kas

an yang biasanya aku lihat di sinema luar

udian ia sudah ber

ni

tuk Starla. Entah kenapa aku merasa detak jantungku bermasalah, sedikit tak

ke Cipete dalam kondisi lengang. Entah kenapa jika di hari bias

membuyarkan ketakjubank

nghindari agar ia ti

pintu berbahan kaca dengan list kayu kuning. Desain interiornya retro dan chic

ayunan kecil untuk satu orang. Sangat homey. Aku memesan chicken butter rice. Ek

a ngajak lunch bareng?"

ma yang di angkot dulu" Kembali ia membu

esis seraya me

banget?" Ia memandangku de

k." Aku mengal

ng, gak?" Ia kembali m

alik nih!" Aku memajukan b

a menahan lenganku, tak

nnya" Pelayan menjadi wasit atas

tersenyum ke ar

angku sedari tadi. Me

a memanggil de

yuap makanan

ran gak pu

" jawabk

tikan makannya dan memandangku dengan w

suka dicecar," Aku

you said yes? G

ku mengangka

" Ia menarik kes

eirama. Syarafnya terganggu. Ia tidak mengerucut

a." Aku memberi

?" Ia melihatku dengan

ang aja sana,"

mu kerja"Ia merajuk

rja. Udah sana pulang,"

kesmas. Berganti baju dinas sore. Aku selalu suka

mengucap salam ketika

eh Mima udah da

sore sama

tuh!" ujar Lita memberi

kaan b

udah tipis lunak. Kepala juga udah turun. His a

? Aku apa kamu?" t

s. Semalam anakku rewel karena de

dulu." Aku meninggal Lita d

apa-apa?" t

jawabnya sambil memegangi bahu s

k. Nanti pas udah lahir, bapak dipanggil teman

ak apa-apa," ucapnya beru

ong, kepala ibu diangkat, pandangan ke perut, ngedennya dari perut. Jan

Bidan" jawab

n dulu, ya.

khhh" e

a maju. Siap, ya?..

kkkk

aak

... oe

ore hari, bersamaan dengan suami pasien

ku mengangguk sambil memberikan bayi ke atas perut si ibu yang sudah dilapis k

n." Kudengar suara

uk ruang bersali

ki

egera mengangkat ayah si bayi yang tergeletak di lantai

pria

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bidan
Bidan
“Menjadi bidan bukanlah cita-citaku. Dalam pikiranku, bidan adalah profesi yang identik dengan wajah judes. Namun saat ini, bidan adalah profesi yang kujalani. Suka duka pekerjaan telah kulalui hingga akhirnya aku jatuh cinta dengan pekerjaan ini, dan tak sadar usiaku sudah seperempat abad. Mama menuntutku segera mencari jodoh sesegera mungkin. Andai saja ada toko yang menyediakannya. Lebih memalukan lagi, beliau meminta pertolongan sahabatku. M enyebalkan, bukan? Tapi mau bagaimana lagi? Dengan jam kerja seperti ini, membuatku sulit dan tak sempat mengenal lelaki lebih banyak selain suami pasien. Ough! Hingga akhirnya aku bertemu dia, pria yang pesonanya selalu membuatku terlihat clumsy dan memalukan. Perjalanan cinta dan pekerjaanku sepertinya akan sedikit lebih berwarna dengan latar tempat yang tak melulu Puskesmas.”
1 Bab 1 Penumpang Bajaj2 Bab 2 Double Date3 Bab 3 Aib4 Bab 4 Pre Eklampsia5 Bab 5 Rujuk6 Bab 6 Pingsan7 Bab 7 Kontrasepsi (1)8 Bab 8 Ante Natal Care9 Bab 9 Kencan10 Bab 10 Operasi11 Bab 11 Kontrasepsi (2)12 Bab 12 Sampah Yang Tertimbun13 Bab 13 Melepas Rindu14 Bab 14 Do I love you 15 Bab 15 Imunisasi16 Bab 16 Mengunjungi Mama17 Bab 17 Grogi18 Bab 18 Haemorargic Post Partum19 Bab 19 Bertemu Orang Tua Eki (1)20 Bab 20 Bertemu Orang Tua Eki (2)21 Bab 21 Tukaran Jadwal Dinas22 Bab 22 Asfiksia23 Bab 23 Mahar24 Bab 24 Berkunjung ke Lapas25 Bab 25 Kebaya dan Beskap26 Bab 26 Pertemuan Keluarga27 Bab 27 Oh No!28 Bab 28 Melepas Eki29 Bab 29 Menuju Bandara30 Bab 30 Sendiri31 Bab 31 Kabar Buruk32 Bab 32 Hati yang Resah33 Bab 33 Bismillah34 Bab 34 Akhir Terbaik