icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bidan

Bab 8 Ante Natal Care

Jumlah Kata:1236    |    Dirilis Pada: 05/05/2022

ub dengan komitmennya. Tak menyangka ia akan menuruti permintaan

hariku seperti bias

kepala ruangan yang sedan

g, kamu?" Tanya KaR

isi?" Aku menawarkan diri sebelulm

an. Kamu standby pasien ANC

e,

i angka enam sembilan. Jadi ibu mulai persiapkan biaya untuk

urus, Bu Bid

us buat bayinya. Udah bisa kok

, ya, Bu

BPJS ya, prosedurnya" ( -Bada

lau gitu saya perm

lak

Tensinya agak

pa, ya? Saya juga suka ng

anemia. Soalnya ibu juga agak pucat. Tuh, kelopak matanya putih." Aku men

Bu B

.

janin bagus. Tensi aman.. udah mulai kurangi makan nasi, ya, Bu, berat

, Bu

riak ke ruang tunggu, "Kak, aku ke toilet dulu,

nanti ngompol,

emang aku b

a-sama c

a pintu seteng

n masuk,

balik pintu yang memang

ng cantikk.." Ter

menengok da

ertawa geli seraya menarik kursi yang biasa d

ini? Aku lagi ada p

ga? Waah, kasihan, ya, para ibu-ibu itu?" Ia menggel

Sama mereka, mah, harus bere

gak?" Ia menarik k

." Aku mendorong kedua tangannya yang

gak akan dateng, kok," uja

, kamu!" Aku

u malam." Eki berusaha mena

ng aneh-aneh. Aku bisa kena SP kalau kamu n

a Reiki Savian Alte

erhenti dan memandangnya

anya Reiki, malam Re

kamu??" Aku

au kamu lagi ngurusin ibu hamil itu kayak gimana." Matanya ya

u, tuh! Iih!" Aku me

ada yang giniin kamu, kan?" Ia k

!" Aku mengerucutkan bibi yan

ng be

od

status Jombl

i!" peki

ngku berpacu dalam melodi. Membuat iramanya sendiri. Iram

rahat. Lima menit lagi. Lunch sama Aku, ya? Atau bisa ijin pula

mmm

tiba-tiba terdengar

Tiba-tiba Lita masuk dan melihat Eki yang segera m

aktu itu. Pacarnya Mima,

temen!" lirikku

ter

li Mim, Aku dukung!" jempo

aan, sih!" P

" Eki mengepalkan tinjunya ke atas lalu mena

" Tiba-tiba Lita memberikan pertany

Eki bangun dari kursin

san. GaK apa-apa, aku yang nunggu.

n. Yuk, sayang!" Ek

era beranjak dari ruang periksa,

mbali t

Lit?" Aku bertanya pad

an dia masuk syarat utama cowok ideal kamu. Tingginya seratus delapan p

anku setelah se-agama. Maklumlah, dengan tinggi diatas seratus tujuh puluh membu

meteran perut ibu hamil? Apa kamu disogok sama dia?" Aku menowel lengannya, "Ya udah, ak

ya! Jangan lupa d

deh!" jawab

h Eki yang sedang konsentrasi dalam

pat yang kamu

diam. M

an kilometer dari Puskesmas. Kami ak

ngapain

gan suasana ber

ni mahal,

edapetin hati k

h..." Aku

tikan mesin saat mobil sudah terparkir s

salah satu cafe favorit di bib

.

an Fish and chips, dan fruit punch

akan tersaji di meja kami yang

aku bilang jangan hubungi aku s

gak sesuai janji

ch

merasakan hal yang sama?

h, bia

a lagi-lagi menggodaku dengan matanya

. Ini disuruh Lita

ehilangan cowok se-kece aku?" Ia bertanya

mend

diri di mana sih? Kadarnya mele

ir mukanya b

Cinta!" Aku

aku Cinta?" Bola

ku buru-buru menyeruput minumanku. Berharap dinginny

rikku dengan bibir

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bidan
Bidan
“Menjadi bidan bukanlah cita-citaku. Dalam pikiranku, bidan adalah profesi yang identik dengan wajah judes. Namun saat ini, bidan adalah profesi yang kujalani. Suka duka pekerjaan telah kulalui hingga akhirnya aku jatuh cinta dengan pekerjaan ini, dan tak sadar usiaku sudah seperempat abad. Mama menuntutku segera mencari jodoh sesegera mungkin. Andai saja ada toko yang menyediakannya. Lebih memalukan lagi, beliau meminta pertolongan sahabatku. M enyebalkan, bukan? Tapi mau bagaimana lagi? Dengan jam kerja seperti ini, membuatku sulit dan tak sempat mengenal lelaki lebih banyak selain suami pasien. Ough! Hingga akhirnya aku bertemu dia, pria yang pesonanya selalu membuatku terlihat clumsy dan memalukan. Perjalanan cinta dan pekerjaanku sepertinya akan sedikit lebih berwarna dengan latar tempat yang tak melulu Puskesmas.”
1 Bab 1 Penumpang Bajaj2 Bab 2 Double Date3 Bab 3 Aib4 Bab 4 Pre Eklampsia5 Bab 5 Rujuk6 Bab 6 Pingsan7 Bab 7 Kontrasepsi (1)8 Bab 8 Ante Natal Care9 Bab 9 Kencan10 Bab 10 Operasi11 Bab 11 Kontrasepsi (2)12 Bab 12 Sampah Yang Tertimbun13 Bab 13 Melepas Rindu14 Bab 14 Do I love you 15 Bab 15 Imunisasi16 Bab 16 Mengunjungi Mama17 Bab 17 Grogi18 Bab 18 Haemorargic Post Partum19 Bab 19 Bertemu Orang Tua Eki (1)20 Bab 20 Bertemu Orang Tua Eki (2)21 Bab 21 Tukaran Jadwal Dinas22 Bab 22 Asfiksia23 Bab 23 Mahar24 Bab 24 Berkunjung ke Lapas25 Bab 25 Kebaya dan Beskap26 Bab 26 Pertemuan Keluarga27 Bab 27 Oh No!28 Bab 28 Melepas Eki29 Bab 29 Menuju Bandara30 Bab 30 Sendiri31 Bab 31 Kabar Buruk32 Bab 32 Hati yang Resah33 Bab 33 Bismillah34 Bab 34 Akhir Terbaik