icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bidan

Bab 7 Kontrasepsi (1)

Jumlah Kata:1053    |    Dirilis Pada: 05/05/2022

yusu, Bu?" tanyaku melirik ke arah si ibu dari posisi menjahit perin

idan, gak boleh d

saha. Lebih dari satu jam ju

ausan memang

2 jam setelah lahir. Mereka masih punya cadangan cair

elus kepala si bayi yang masih lengket dengan lemak dan bekas darah dengan lembut. Tatapannya yang

berapa jahitan, Bu Bidan

ppp! Berasa perawan lagi, deh, pokoknya!" jawabku dengan kerli

udah ngomongin gituan. Saya j

rgelak

k suami Ibu. Ibu jangan tidur dulu, y

i Bu Bidan udah suruh suami saya untuk tunggu di luar aja. Ta

apa bu. Udah b

tadi gotong suami saya siapa? Bening

kter. Eh Ibu kan tadi lagi ngelahirin. Kok bisa ngeh

omatis nengok," selorohnya sambil kembali tertawa. Se

a. Tapi kuurungkan. Takut

nti Ibu diperiksa tanda-tanda vi

. Monggo." Ia

gak membelalak ke arah Eki yang sedang duduk d

in kamu kerja. Pengen tahu kerjaan bidan itu ka

osisi duduk di sebelah kirinya

tas ikatan keluarga. Jaman dulu kuliahpun kalau gak sakit berat, gak boleh ijin

t cari jodoh

orong le

t yang kantornya ad

. Cuma yaa, masih bisa cuci mata, lah. Gak cu

memukul

, Mim," tan

Y

dari angkot?" tanyanya hati-hati

kwa atas kekonyolan yang spo

amu narik aku dan bawa aku kabur dengan kongka

." tawanya pe

menahan malu, kesa

micingkan matanya yang berwarna coklat. Jantungku berhamburan

gan kamu. Lagi pula itu tempat umum, ada banyak orang

ahat kelamin di mata kamu?" Wajah

orang dengan mata seperti itu tuh suka menggoda lawan jenis dan

hidungnya sudah di depan hidungku

p dan sontak

!!" p

bali t

eliri

i, senyumnya manis,

an mau jadi pacarku,

ak usah hubungi aku dul

apa

" jawabku

ke

k dengan pikira

hati setelah memberi

keburu macet. Di sini kalau hujan lama, a

ya. Kamu hati-hati di

u too!"

ye

melambaikan tangan. Melepasnya den

berbadan langsing masuk ke arah ruang be

pa, Dek?"

ni bisa pasang K

" jawabku sambil

t saya,

um menikah? Masih SM

jawabnya t

ai tak

di luar pernikahan. Lagi pula kalau tetap hamil, gimana? Memang pacar kamu mau ta

dulu.." Ia langsung kabur sece

u

orang yang lebih tua. Banyak yang menikah karena malu atas perut yang membuncit. Mereka lupa

Lita yang baru keluar da

teng pakai baju bebas mau pasan

batas. Hingga lupa norma dan agama. Nanti kalau terpaksa kawin, gak lama ce

Di saat kami berjibaku menekan Angka Kematian Ibu saat persalinan, di belahan norma lain, anak muda berhubungan s

dun

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bidan
Bidan
“Menjadi bidan bukanlah cita-citaku. Dalam pikiranku, bidan adalah profesi yang identik dengan wajah judes. Namun saat ini, bidan adalah profesi yang kujalani. Suka duka pekerjaan telah kulalui hingga akhirnya aku jatuh cinta dengan pekerjaan ini, dan tak sadar usiaku sudah seperempat abad. Mama menuntutku segera mencari jodoh sesegera mungkin. Andai saja ada toko yang menyediakannya. Lebih memalukan lagi, beliau meminta pertolongan sahabatku. M enyebalkan, bukan? Tapi mau bagaimana lagi? Dengan jam kerja seperti ini, membuatku sulit dan tak sempat mengenal lelaki lebih banyak selain suami pasien. Ough! Hingga akhirnya aku bertemu dia, pria yang pesonanya selalu membuatku terlihat clumsy dan memalukan. Perjalanan cinta dan pekerjaanku sepertinya akan sedikit lebih berwarna dengan latar tempat yang tak melulu Puskesmas.”
1 Bab 1 Penumpang Bajaj2 Bab 2 Double Date3 Bab 3 Aib4 Bab 4 Pre Eklampsia5 Bab 5 Rujuk6 Bab 6 Pingsan7 Bab 7 Kontrasepsi (1)8 Bab 8 Ante Natal Care9 Bab 9 Kencan10 Bab 10 Operasi11 Bab 11 Kontrasepsi (2)12 Bab 12 Sampah Yang Tertimbun13 Bab 13 Melepas Rindu14 Bab 14 Do I love you 15 Bab 15 Imunisasi16 Bab 16 Mengunjungi Mama17 Bab 17 Grogi18 Bab 18 Haemorargic Post Partum19 Bab 19 Bertemu Orang Tua Eki (1)20 Bab 20 Bertemu Orang Tua Eki (2)21 Bab 21 Tukaran Jadwal Dinas22 Bab 22 Asfiksia23 Bab 23 Mahar24 Bab 24 Berkunjung ke Lapas25 Bab 25 Kebaya dan Beskap26 Bab 26 Pertemuan Keluarga27 Bab 27 Oh No!28 Bab 28 Melepas Eki29 Bab 29 Menuju Bandara30 Bab 30 Sendiri31 Bab 31 Kabar Buruk32 Bab 32 Hati yang Resah33 Bab 33 Bismillah34 Bab 34 Akhir Terbaik