icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bidan

Bab 2 Double Date

Jumlah Kata:1049    |    Dirilis Pada: 05/05/2022

panku muncul sosok yang sangat

pain disini?" ta

erja di sini?" I

in di sini?" Aku mengulang per

uskesmas sini. Jadi aku segera menyusul." Ia

ini ga ada ruang perawatan

ab dengan pandangan tak lep

ong lahiran di bajaj?" Mataku melirik rua

?" Tanyanya hati-hati

Aku menunjukkan jari ke

kali-kali di bagian kepala dan pipi. Rona bahagia dan haru terpancar dari wajahnya. Setitik air keluar dari kedua

jadi siswa langganan guru BP karena kebiasaannya tawuran dengan sekolah lain dan membuat onar. Siapa

enerasi mampu mengubah pribadi orang

n Ujang yang ma

le

mayan membuat badanku remuk red

udah dateng." Memey

lama aku tertidur, tapi cukup

eh." Aku mencari sandal

s?" tanya kak Nita saa

..." Belum sempat aku menyelesaikan

yenggol tanganku, "Si ka

." Aku melanjutkan penje

dah dateng. Anak magang siapa yang

ku nungguin d

" Aku menepuk pundaknya setelah men

a melambaikan tangan sesaat sebel

uk

ubuh di atas kasur

ap hari. Sekalinya libur, waktu habis buat nyuci baju, istirahat. Gak kebayang kalau

, ya. Perempuan tuh kalau udah mend

an Mama di te

ff

, aku lebih baik koleksi pacar saat masih kuliah seperti Dewi, yang memiliki lima

acar, suami. Gue gebetan aja gak punya. Duh nasib

ari arah dalam tasku. Ad

al

im

kenapa

an sama cowok. Dia bawa te

banget, b

emak lo ngomel l

ap gue ne

eh

lek banget. Sampe nyuruh orang l

etemuan di mana?

gue tunggu. Da

l!] Aku m

i

n dima

nyambar baju warna abu-ab

uan kan si Tri. Kenapa kud

gan bedak, melukis mata dengan eyeliner d

partner in crime gue." Goda

" Aku cemberut sambil menyambar tangannya yang

kebaya pengantin. Eh, tapi cantik begini kok, nyari jodohn

" gerutuku mulai tak sabar dan gerah dengan

ahan." Ia kembali menggodaku. Sepertinya ia punya segu

ih, Cepet ketemu kan jadi cepet

a yang membuat tengkukku merinding karena segarnya. Sa

panggil

gok, memba

langsung cipika cipiki denga

etak lebih kencang dari sebelumnya,

melambaikan ta

nunduk

n tetap mengira ukuran ubin yang di

ah kenal?" tany

Mim?" Ia melemparkan pe

jawabku

na

s ke

ulu. Pria pendiam yang duduk di pojokan yang selalu kuperhatikan dalam hening. Yang sekitar

h punya pa

r aspal. Kemudian berlari mencari bangunan untuk bersembunyi sambil melihat angkutan um

r suara

ng tertawa geli. Sepertinya ia ta

s, langsung mandi dan dandan cantik buat ketemu kalian." ucap Tri menggo

ikutnya. Harusnya aku membawa

ri duduk di sebelahku,

h

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bidan
Bidan
“Menjadi bidan bukanlah cita-citaku. Dalam pikiranku, bidan adalah profesi yang identik dengan wajah judes. Namun saat ini, bidan adalah profesi yang kujalani. Suka duka pekerjaan telah kulalui hingga akhirnya aku jatuh cinta dengan pekerjaan ini, dan tak sadar usiaku sudah seperempat abad. Mama menuntutku segera mencari jodoh sesegera mungkin. Andai saja ada toko yang menyediakannya. Lebih memalukan lagi, beliau meminta pertolongan sahabatku. M enyebalkan, bukan? Tapi mau bagaimana lagi? Dengan jam kerja seperti ini, membuatku sulit dan tak sempat mengenal lelaki lebih banyak selain suami pasien. Ough! Hingga akhirnya aku bertemu dia, pria yang pesonanya selalu membuatku terlihat clumsy dan memalukan. Perjalanan cinta dan pekerjaanku sepertinya akan sedikit lebih berwarna dengan latar tempat yang tak melulu Puskesmas.”
1 Bab 1 Penumpang Bajaj2 Bab 2 Double Date3 Bab 3 Aib4 Bab 4 Pre Eklampsia5 Bab 5 Rujuk6 Bab 6 Pingsan7 Bab 7 Kontrasepsi (1)8 Bab 8 Ante Natal Care9 Bab 9 Kencan10 Bab 10 Operasi11 Bab 11 Kontrasepsi (2)12 Bab 12 Sampah Yang Tertimbun13 Bab 13 Melepas Rindu14 Bab 14 Do I love you 15 Bab 15 Imunisasi16 Bab 16 Mengunjungi Mama17 Bab 17 Grogi18 Bab 18 Haemorargic Post Partum19 Bab 19 Bertemu Orang Tua Eki (1)20 Bab 20 Bertemu Orang Tua Eki (2)21 Bab 21 Tukaran Jadwal Dinas22 Bab 22 Asfiksia23 Bab 23 Mahar24 Bab 24 Berkunjung ke Lapas25 Bab 25 Kebaya dan Beskap26 Bab 26 Pertemuan Keluarga27 Bab 27 Oh No!28 Bab 28 Melepas Eki29 Bab 29 Menuju Bandara30 Bab 30 Sendiri31 Bab 31 Kabar Buruk32 Bab 32 Hati yang Resah33 Bab 33 Bismillah34 Bab 34 Akhir Terbaik