icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bidan

Bab 5 Rujuk

Jumlah Kata:1051    |    Dirilis Pada: 05/05/2022

nnya Bapak yang bohong, ya? PNS (-Pegawai Negeri Sipil) aja ngaku poli

tah yang dilayangkan tiba-tiba. Ia meraba pipinya ya

ur keluar, menghamp

bapak, lalu saya viralkan di social media, ya!" Ancamku yang bersiap men

sama saya?" I

-RANG!" Aku menekankan ucapanku seray

yang ngaku polisi, ngehalangin jalan, ini mukanya. Ada yang ke

angannya, "Stop! Jangan rekam!Saya mundurk

. Ternyata di kondisi seperti ini,

beranjak mundur, aku

knya? Kena karma jadi penumpang ambulan pas sekarat, aja, nyaho!

a? Nanti kita obatin,

erlu, darahnya udah berhe

lian tadi mundur kembali ke parkiran sebuah mini market.

i yang hampir tiba di Rumah Sakit terdekat. Ka

i Mas Bimo yang sudah mendor

ku saat memasuki ruangan. Membuat para petugas

t segera menghampiri dan mengam

hku Mas Bimo memindahkan pasien dari brankar

n pemeriksaan tanda - tanda

rujukannya," Aku menyerahkan se

bali seraya mengecek surat rujukan da

" jawabk

kamar operasi), terminasi segera," Instruksi dokter Ilham ke

u menambahkan informasi untuk ditindaklanjut

a pasiennya a

h udah suruh orang Puskes

an panik seseorang di tengah riuh rendah para te

Winda... di

ruh baya menghadap belakang dengan seragam salah sa

an?" Ia bertanya pada petugas di

pasien yang baru saja kurujuk. Ketika ia

gku te

uti. Haruskah aku membidik pria itu den

bimb

telah kulihat ia menandatangani informed consent (-surat persetujuan) y

dan kerlingan untuk kembali ke Puskesmas. Sepanjang jal

asien tadi?" tanya Memey s

pasien udah dateng gak lama pas Kakak

amil telah pulang ketika aku kembali. Pasien bersalinpun sedang tidak ada. Jad

er

ku s

alasannya kecuali pengadilan yang meminta. Namun secara hati, ak

arus g

git kukuku

ta, dia bakal p

liat dia bahagia, lagi. Gara-gara

ergumam pada

dahiku yang

enerka kondis

jika penantian ini menjadi alasan untuk berselingkuh. Bahkan Nabi Zakaria pun tetap bertahan bersama isterinya meski mereka belum ju

mbuang napas den

gkuk di a

manik kaca yang ada di pelupuk mata. Tidak terbayang bagaimana sakitnya hat

berdiri. Membayangkan bagaimana ji

ikahan harus

rlakukan tak adil d

mendua ketika hal itu haram bag

anya boleh menerima

ang." Sayup - sayup terdengar

yang sedikit terangkat karena tertidur t

kak Susan saat aku baru s

ada yang PEB. Udah diruju

ah mau balik?"

uluan ya

ngkahkan kaki, Kak

ng nyariin tadi di dep

i, merasa tak ada jan

satpam yang ngasih t

Kak!" Aku melambaikan

nghampiriku. Membuat persendianku yang tadi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bidan
Bidan
“Menjadi bidan bukanlah cita-citaku. Dalam pikiranku, bidan adalah profesi yang identik dengan wajah judes. Namun saat ini, bidan adalah profesi yang kujalani. Suka duka pekerjaan telah kulalui hingga akhirnya aku jatuh cinta dengan pekerjaan ini, dan tak sadar usiaku sudah seperempat abad. Mama menuntutku segera mencari jodoh sesegera mungkin. Andai saja ada toko yang menyediakannya. Lebih memalukan lagi, beliau meminta pertolongan sahabatku. M enyebalkan, bukan? Tapi mau bagaimana lagi? Dengan jam kerja seperti ini, membuatku sulit dan tak sempat mengenal lelaki lebih banyak selain suami pasien. Ough! Hingga akhirnya aku bertemu dia, pria yang pesonanya selalu membuatku terlihat clumsy dan memalukan. Perjalanan cinta dan pekerjaanku sepertinya akan sedikit lebih berwarna dengan latar tempat yang tak melulu Puskesmas.”
1 Bab 1 Penumpang Bajaj2 Bab 2 Double Date3 Bab 3 Aib4 Bab 4 Pre Eklampsia5 Bab 5 Rujuk6 Bab 6 Pingsan7 Bab 7 Kontrasepsi (1)8 Bab 8 Ante Natal Care9 Bab 9 Kencan10 Bab 10 Operasi11 Bab 11 Kontrasepsi (2)12 Bab 12 Sampah Yang Tertimbun13 Bab 13 Melepas Rindu14 Bab 14 Do I love you 15 Bab 15 Imunisasi16 Bab 16 Mengunjungi Mama17 Bab 17 Grogi18 Bab 18 Haemorargic Post Partum19 Bab 19 Bertemu Orang Tua Eki (1)20 Bab 20 Bertemu Orang Tua Eki (2)21 Bab 21 Tukaran Jadwal Dinas22 Bab 22 Asfiksia23 Bab 23 Mahar24 Bab 24 Berkunjung ke Lapas25 Bab 25 Kebaya dan Beskap26 Bab 26 Pertemuan Keluarga27 Bab 27 Oh No!28 Bab 28 Melepas Eki29 Bab 29 Menuju Bandara30 Bab 30 Sendiri31 Bab 31 Kabar Buruk32 Bab 32 Hati yang Resah33 Bab 33 Bismillah34 Bab 34 Akhir Terbaik