icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bidan

Bab 3 Aib

Jumlah Kata:1034    |    Dirilis Pada: 05/05/2022

sama lemon squash ya, Mba." ucap

ama sweet ice

a." ucap teman

ni

meli

unya?" Kembali Tri mengejekku

h

a kutelan ia

saya mie siram seafo

g pelayan mengarahkan jempol

es teh

awar." ucap ka

puas sekali dengan ketidaksengaja

ah Eki, kulihat a

mau ngejodohin Mima sama temenku?" tanya

uap mie dan mendenga

ie yang baru kusu

i

sung menepuk punggungku dengan tangan kananny

ayaknya ada sesuatu

embur mukanya dengan es teh tawar y

ngusap muka serta bajunya ya

u

k pernah punya image

duk, mena

n makanan pun

Tanya Tri mengalihkan pembicar

isty. Ia mengulurkan tangannya ke arah Tri. Kulihat lengannya begitu kekar karena menyesak pada kemeja lengan panjan

d

ijik

nyah bakso denga

pandanganku ke arah luar. Aku melihat

m?" tanya Eki meng

Tri cepat saat aku baru saja

alkan sekali kalau sudah

ndidikan bersama, ia juga sering mengacaukan kencan yang disiapkan

tanya pada Tri namun pand

kamu g

ang ada dipikirannya. Semoga tidak buruk, mengingat aku terlihat se

a dengan wajah penuh rasa ingin tahu dan tet

h, menyadari betapa

kali ini diterima, gak?" Eki tiba-t

akan berkata begitu di hada

rasa tersang

semua m

Lo gak pernah cerita, Mim?" tanya Tri bertubi-tubi ke arah Eki dan aku

membuka cerita, ia melirikku dengan mata yang persis seperti saat ia

eski kelakukan konyolku justru membaw

Tri mulai

kami tinggal berdua. Trus aku tanya, dia ma

nunduk

rahku, seolah berkata, "Awas ya! Lo utang cer

seluruh badanku, hingga mene

ila itu, Ki. Saik sih! Parah!" Tri bertanya dengan

ang lagi jalan, trus menghilang. Gak bayar!" Ia menjelaskan mom

h dan kata lo karena kesenggol motor, Mim? Trus lo n

! Go

lahan seolah ingin memastikan pernya

isa menghentikan pertanyaan mereka d

puas dan bahagia. Cukup berisik hingga m

toilet. Tak sanggup berada la

naik apa?" tanya Eki yang bersiap menuju area par

i online," tukas Tri sam

'oh taksi online

angan. Eki melirikku dan melemparkan senyum

Aku memukul lengannya berkali-kali

ungutnya sambil mengelus dan meniup

mendadak terasa berat. Andai aku bisa me-rewind har

ih?" Ia bertanya dengan wajah ya

u pulang, Bhay!" Aku meninggalkann

sedikit menggema dan membuat beberapa pengunjung mall saling ber

ll. Sepatu kets membuat langkahku lebih cepat dan sukses meningg

Tri dan mall dimana aku meng

sudah sedikit menjauh. Terlihat Tri mel

, dan Tri atas kejadian hari ini. Sehingga tak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bidan
Bidan
“Menjadi bidan bukanlah cita-citaku. Dalam pikiranku, bidan adalah profesi yang identik dengan wajah judes. Namun saat ini, bidan adalah profesi yang kujalani. Suka duka pekerjaan telah kulalui hingga akhirnya aku jatuh cinta dengan pekerjaan ini, dan tak sadar usiaku sudah seperempat abad. Mama menuntutku segera mencari jodoh sesegera mungkin. Andai saja ada toko yang menyediakannya. Lebih memalukan lagi, beliau meminta pertolongan sahabatku. M enyebalkan, bukan? Tapi mau bagaimana lagi? Dengan jam kerja seperti ini, membuatku sulit dan tak sempat mengenal lelaki lebih banyak selain suami pasien. Ough! Hingga akhirnya aku bertemu dia, pria yang pesonanya selalu membuatku terlihat clumsy dan memalukan. Perjalanan cinta dan pekerjaanku sepertinya akan sedikit lebih berwarna dengan latar tempat yang tak melulu Puskesmas.”
1 Bab 1 Penumpang Bajaj2 Bab 2 Double Date3 Bab 3 Aib4 Bab 4 Pre Eklampsia5 Bab 5 Rujuk6 Bab 6 Pingsan7 Bab 7 Kontrasepsi (1)8 Bab 8 Ante Natal Care9 Bab 9 Kencan10 Bab 10 Operasi11 Bab 11 Kontrasepsi (2)12 Bab 12 Sampah Yang Tertimbun13 Bab 13 Melepas Rindu14 Bab 14 Do I love you 15 Bab 15 Imunisasi16 Bab 16 Mengunjungi Mama17 Bab 17 Grogi18 Bab 18 Haemorargic Post Partum19 Bab 19 Bertemu Orang Tua Eki (1)20 Bab 20 Bertemu Orang Tua Eki (2)21 Bab 21 Tukaran Jadwal Dinas22 Bab 22 Asfiksia23 Bab 23 Mahar24 Bab 24 Berkunjung ke Lapas25 Bab 25 Kebaya dan Beskap26 Bab 26 Pertemuan Keluarga27 Bab 27 Oh No!28 Bab 28 Melepas Eki29 Bab 29 Menuju Bandara30 Bab 30 Sendiri31 Bab 31 Kabar Buruk32 Bab 32 Hati yang Resah33 Bab 33 Bismillah34 Bab 34 Akhir Terbaik