icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bidan

Bab 9 Kencan

Jumlah Kata:1364    |    Dirilis Pada: 05/05/2022

k? Malu, ya?" Ia

aku risih. Yang normal aja. Udah tua juga." Aku men

bawaannya berasa masih SMA. Lupa kalau umu

ta ke sini?" Aku

ok yang gak bisa komit. Cuma ada kondisi men

tohnya?" Alisk

dapat surat tugas ke Om

e

nghimpit di

." Aku berusaha te

hun. Jadi bisa aku pakai untuk pulang sela

Oman itu jauh Ki.

u ra

an waktu yang jauh berbeda. Ritme-nya gak sama. Pressurenya berbeda. Terlebih jam kerja kamu di sana berbeda dengan aku.." Aku memb

elum mencoba kan, Mim

erangka

us

i

isa. Maaf..." Aku men

ke Oman?" Matanya mendadak mengeluarkan binar,

a ngasih restu, mamaku pingsan. Lagi pula, aku orang minang. Gak semudah itu. Ada ninik mamak yang harus kamu mintai ijin terlebih dahulu. A

uaranya ter

api kalau gak jodoh, mau dipaksa sepe

odoh, gitu

kat kedua b

us packing buat lusa, kan. Jangan sampai badan k

t kulit kami bersentuhan. Tapi seketika itu pula hembusan angin memadamkannya. Seiring aku tersadar, kalau ini hany

adio dengan icon medusa seakan menjadi back sound perpisahan kami. Eki masih meng

e

g menetes men

tuh wanita yang menjadi kuat saat itu. Walau sejatinya mereka suka wanita yang manja. Namun di satu

oday. Kamu hati-

, besok lusa?" Ia ber

, aku din

ghela

nanti aku t

lambaikan tangan melepas mobil sedan y

an. Sesak di dada masih merajai. Mencoba menguatkan hati, bahwa

aku sakit teramat sangat. Aku meraba-raba isi tas dan mendapati dompet kecil tempat aku biasa me

dan tidur. Berharap sakit kepal

ri di cermin, mengkoreksi make

ooh na

is in Havana, o

wai membuatku b

al

a sudah d

k, saya seg

s, mengunci pintu kama

r

si online

kit Omni,

a,

cur meninggalk

ih, ya

a menundukkan kepal

mah sakit dan mengham

ui telpon atas nama Mima Lova." Ak

, Ibu?" tanya si

yanti, Sp.T

elah kiri, mentok ke kanan. Ada nurse station,

akasih y

bu." Ia ters

unjukkannya. Namun baru beb

p, beli cappucino d

anan dan masuk ke cof

, ya, Mas," uca

." Ia menyebutkan ha

erinya uang cas

gera dibuat. Mohon tunggu li

ke kanan, tempat

ya." Seorang pelayan membe

enyum, kemudian berbalik

ooh na

is in Havana, o

n kanan mencari gawai. Tangan

a

aku terjatuh dan cappucinoku sukses terlempar... mengenai seo

tanpa berani melihat adegan selan

du

tuk meminta maaf. Saat aku coba membuka mata

im

ak

gapain

akak ngapai

k di sini" Ia

poli umum?

tau! Spesialis anastesi!" ujarnya s

yang dahulu magang di bangsal yang sama denganku, yang hobi sekal

rdiri, seketika

goyangkan telapak tang

yang piktor bisa jadi spesialis.

rata-rata kotor tau. Lagian, gini-gin

ngisi status rekam medisnya nyon

ndby dua puluh empat jam setiap hari. Libur kalau konsul ke kampus doank,

pek, deh! Eh sorry, ya, kak, ketumpahan

at celananya yang berubah

gapain nambah tinggi lagi, sih? Udah t

angkat bersama. Aku memakai wedges, tanpa tahu bahwa lokasi pesta tersebut outdoor. Alhasil aku beberapa kali terpleset dan akhirnya keseleo, terpaksa sepanjang acara aku ditu

u tinggi, kan, kelihata

kakinya langsing dan je

Aku mencubit len

mau berobat

er Harya

asaan gaK punya

alau udah sakit kepala rasa pe

n pake bisturi."

nk?!" Aku

rtemuan dengan kak Rifki sedikit men

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bidan
Bidan
“Menjadi bidan bukanlah cita-citaku. Dalam pikiranku, bidan adalah profesi yang identik dengan wajah judes. Namun saat ini, bidan adalah profesi yang kujalani. Suka duka pekerjaan telah kulalui hingga akhirnya aku jatuh cinta dengan pekerjaan ini, dan tak sadar usiaku sudah seperempat abad. Mama menuntutku segera mencari jodoh sesegera mungkin. Andai saja ada toko yang menyediakannya. Lebih memalukan lagi, beliau meminta pertolongan sahabatku. M enyebalkan, bukan? Tapi mau bagaimana lagi? Dengan jam kerja seperti ini, membuatku sulit dan tak sempat mengenal lelaki lebih banyak selain suami pasien. Ough! Hingga akhirnya aku bertemu dia, pria yang pesonanya selalu membuatku terlihat clumsy dan memalukan. Perjalanan cinta dan pekerjaanku sepertinya akan sedikit lebih berwarna dengan latar tempat yang tak melulu Puskesmas.”
1 Bab 1 Penumpang Bajaj2 Bab 2 Double Date3 Bab 3 Aib4 Bab 4 Pre Eklampsia5 Bab 5 Rujuk6 Bab 6 Pingsan7 Bab 7 Kontrasepsi (1)8 Bab 8 Ante Natal Care9 Bab 9 Kencan10 Bab 10 Operasi11 Bab 11 Kontrasepsi (2)12 Bab 12 Sampah Yang Tertimbun13 Bab 13 Melepas Rindu14 Bab 14 Do I love you 15 Bab 15 Imunisasi16 Bab 16 Mengunjungi Mama17 Bab 17 Grogi18 Bab 18 Haemorargic Post Partum19 Bab 19 Bertemu Orang Tua Eki (1)20 Bab 20 Bertemu Orang Tua Eki (2)21 Bab 21 Tukaran Jadwal Dinas22 Bab 22 Asfiksia23 Bab 23 Mahar24 Bab 24 Berkunjung ke Lapas25 Bab 25 Kebaya dan Beskap26 Bab 26 Pertemuan Keluarga27 Bab 27 Oh No!28 Bab 28 Melepas Eki29 Bab 29 Menuju Bandara30 Bab 30 Sendiri31 Bab 31 Kabar Buruk32 Bab 32 Hati yang Resah33 Bab 33 Bismillah34 Bab 34 Akhir Terbaik