icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bidan

Bab 4 Pre Eklampsia

Jumlah Kata:1039    |    Dirilis Pada: 05/05/2022

tika baru saja mema

t!" Balas Memey, rupanya

ita kudu semangat," ucapku mengangkat kepalan ke arah samping telinga. "Ada b

ru jam tujuh pagi. Udah banya

a." Aku menepuk pundaknya, membuyar

h hasrat nguapnya." Ia meng

li mengerjai mahasiswa m

s (puncak perut di bawah dada) ke symphisis pubis (bawah tulang pinggul atau kelamin). Lalu melakukan palpasi (perabaan), mencari bagian p

t keluar dari alat kecil penangk

u Bidan?" Tanya Bu Asri deng

alam perut ibu. Kenceng ya? Tandanya sehat

eh ya ,Bu Bidan, buat dikirim ke suami saya yang kerja

Bu, si

disambut penuh suka cita dan airmata kebahagiaan. Biasanya bayi

Bu. Ibunya kesakitan, ya

(-kami selalu memanggil pasien dengan panggilan Ibu tanpa memandang usia.) Entah dia masih bersekolah atau sudah putus karena kehamilannya. Aku tidak tahu, namun di status

Siska sege

o. Lu bilang pacar lu baek. Noh! Ditinggalin kan, lu. Kagak dinikahin!" Berbagai omelan terlontar tanp

i

nghela

aku pada Memey sambil melirik t

ghitung ulang formulir

k lengannya sambil memberi

uk

dari arah luar ruang periksa. Aku

mengedarkan pandangan di antar

ekik salah satu keluarga pasien

iar saya periksa."

keluarga pasien dibantu satpam puskesmas. Aku segera menga

sama doppler," per

selalu sigap, segera mengam

leher, memeriksa tekanan darahnya. Seratus delapan puluh

n mulai merayapi perut si Ibu, sedikit menekan agar teraba sisi yang merupakan bagian

ttttt" Suara bising keluar d

ernya ke ar

t..." Kembali tak

ibu ini ke Rumah Sakit, kemungkinan Pre Eklampsi dan IUFD - Intra Uterine Fetal Disease (Kemat

u d

de

.

mua. Oedema! (-pembengkakan pada anggota tubuh yang

ergera

janin dalam kandungan sudah tak tertolong entah sejak kapan. Tapi tetap berusaha berpac

yang lain berkerumun. Menant

dibawa ke Rumah Sakit. Permisi, ya. Kasih j

, ya. Darurat!!" Sua

olek di atas tempat tidur khusu

g artinya ruang bersalin). Kakak ngerujuk pasien dulu sama Mas Bimo." Aku mem

i-hati, Kak!" Wajah

n sigap naik ke atas mobil dan mengambil infus set serta cairannya. Kemudian mencari vena (pe

ku berkata pada

sangat sulit, mereka kurang paham akan kondisi darurat. Jadi tak ada ruang untuk memacu kendaraan lebih kencang di tengah kemacetan. Berbeda dengan n

iri. Berhenti tepat di depan kami. Pengemud

sak maju. Kalian tahu gak saya siapa? Saya polisi!" Tukas lelaki yang kutaksir ber

en--" Baru saja sopir kami mencoba menjelas

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bidan
Bidan
“Menjadi bidan bukanlah cita-citaku. Dalam pikiranku, bidan adalah profesi yang identik dengan wajah judes. Namun saat ini, bidan adalah profesi yang kujalani. Suka duka pekerjaan telah kulalui hingga akhirnya aku jatuh cinta dengan pekerjaan ini, dan tak sadar usiaku sudah seperempat abad. Mama menuntutku segera mencari jodoh sesegera mungkin. Andai saja ada toko yang menyediakannya. Lebih memalukan lagi, beliau meminta pertolongan sahabatku. M enyebalkan, bukan? Tapi mau bagaimana lagi? Dengan jam kerja seperti ini, membuatku sulit dan tak sempat mengenal lelaki lebih banyak selain suami pasien. Ough! Hingga akhirnya aku bertemu dia, pria yang pesonanya selalu membuatku terlihat clumsy dan memalukan. Perjalanan cinta dan pekerjaanku sepertinya akan sedikit lebih berwarna dengan latar tempat yang tak melulu Puskesmas.”
1 Bab 1 Penumpang Bajaj2 Bab 2 Double Date3 Bab 3 Aib4 Bab 4 Pre Eklampsia5 Bab 5 Rujuk6 Bab 6 Pingsan7 Bab 7 Kontrasepsi (1)8 Bab 8 Ante Natal Care9 Bab 9 Kencan10 Bab 10 Operasi11 Bab 11 Kontrasepsi (2)12 Bab 12 Sampah Yang Tertimbun13 Bab 13 Melepas Rindu14 Bab 14 Do I love you 15 Bab 15 Imunisasi16 Bab 16 Mengunjungi Mama17 Bab 17 Grogi18 Bab 18 Haemorargic Post Partum19 Bab 19 Bertemu Orang Tua Eki (1)20 Bab 20 Bertemu Orang Tua Eki (2)21 Bab 21 Tukaran Jadwal Dinas22 Bab 22 Asfiksia23 Bab 23 Mahar24 Bab 24 Berkunjung ke Lapas25 Bab 25 Kebaya dan Beskap26 Bab 26 Pertemuan Keluarga27 Bab 27 Oh No!28 Bab 28 Melepas Eki29 Bab 29 Menuju Bandara30 Bab 30 Sendiri31 Bab 31 Kabar Buruk32 Bab 32 Hati yang Resah33 Bab 33 Bismillah34 Bab 34 Akhir Terbaik