icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bidan

Bidan

icon

Bab 1 Penumpang Bajaj

Jumlah Kata:1021    |    Dirilis Pada: 01/05/2022

ketika berubah saat tombol pada remotenya kutekan. Hujan deras di luar, ditambah petir

Garing semua!" gerutuku sambil me

ar suara teriakan yang mengge

k ke ruangan bersalin saat aku baru saja

g sempat redup, mendadak terang bender

, Bu!" Bapak supir bajaj berkata den

bidan magang. Aku pun berlari mengambil alat pelindun

i oksitosin yang kemudian disimpan dalam tempat alat persalinan. Berlari ke arah lemari bedong bayi, menyambar salah satu kainny

cepat hingga tiba di depan

yi sudah menjuntai. Sang ibu terlihat kepayahan dan banjir keringat

h ibunya. Duk nya kesiniin!" Aku mengadahk

an partus set dan memberikan

agar tak robek terlalu besar. Tangan ki

raya mempraktikkan. "Tarik napasnya yang dalam, ya, bu. Mata lihat ke perut

gannya ke perut dan mulai m

,, AHH

perlihatkan tali panjangnya di bagian

uu

ya dan segera memberikannya pada Memey yang sudah bersiap dengan bedong terbuka di sebe

tali pusatnya. Memey berlari masuk ke dalam puskesmas dan menin

bu. Setelah dipastikan bahwa tak ada bayi kedua, aku langsung menyambar jarum sunt

u berusaha mengajaknya ber

,donk," ujarku pada supir bajaj

bu!" jawabn

eberapa detik kemudian seluruh bagian tali pusatnya keluar

" Aku mengucap s

las yang disodorkan supir bajaj dan menghabis

ibunya ke dalam, ya,"

di dalam bajaj. Beruntung hujan sudah berhenti. Kami segera memapahnya ke dalam ruangan

dur bisa, Bu?" tanyaku

menjawab dengan sua

memasangkan alas bokong dan melepaskan sa

tanyaku mencoba mengumpulkan data pas

rja, Bu Bidan. Jadi tadi saya berangkat d

knya sekilas, pandangan tetap pada formulir

rga jauh di Sukabumi." Kulihat ia menenggak

pergelangan tangannya selama satu menit. Terhitung normal juga. Termometer yang kupasang pa

dur dulu, ya. Saya masih observasi dulu

n?" Ia berhenti menguap da

umu, seperti pucat atau tidak, lalu tekanan darah, suhu, pernapasan, denyut nadi, dan kondisi darah p

a juga mau nungguin suami say

gok bayi Ibu dulu di seb

Bidan, s

lkan si ibu demi

yang tengah mengisi lembar reka

jawabnya santai seraya mengarahkan telu

bertanya saat hendak men

Kak!" Ia

in." Kututup selimut bayi tadi

Memey

?" Langkahku terhenti, da

menjawab dengan nada set

k mau rebahan sebentar dulu." Aku menitip

ngan gaya memberi horm

runkan tangan kirinya yang

ng lorong menghentikan langkahku

panku muncul sosok yang sangat

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bidan
Bidan
“Menjadi bidan bukanlah cita-citaku. Dalam pikiranku, bidan adalah profesi yang identik dengan wajah judes. Namun saat ini, bidan adalah profesi yang kujalani. Suka duka pekerjaan telah kulalui hingga akhirnya aku jatuh cinta dengan pekerjaan ini, dan tak sadar usiaku sudah seperempat abad. Mama menuntutku segera mencari jodoh sesegera mungkin. Andai saja ada toko yang menyediakannya. Lebih memalukan lagi, beliau meminta pertolongan sahabatku. M enyebalkan, bukan? Tapi mau bagaimana lagi? Dengan jam kerja seperti ini, membuatku sulit dan tak sempat mengenal lelaki lebih banyak selain suami pasien. Ough! Hingga akhirnya aku bertemu dia, pria yang pesonanya selalu membuatku terlihat clumsy dan memalukan. Perjalanan cinta dan pekerjaanku sepertinya akan sedikit lebih berwarna dengan latar tempat yang tak melulu Puskesmas.”
1 Bab 1 Penumpang Bajaj2 Bab 2 Double Date3 Bab 3 Aib4 Bab 4 Pre Eklampsia5 Bab 5 Rujuk6 Bab 6 Pingsan7 Bab 7 Kontrasepsi (1)8 Bab 8 Ante Natal Care9 Bab 9 Kencan10 Bab 10 Operasi11 Bab 11 Kontrasepsi (2)12 Bab 12 Sampah Yang Tertimbun13 Bab 13 Melepas Rindu14 Bab 14 Do I love you 15 Bab 15 Imunisasi16 Bab 16 Mengunjungi Mama17 Bab 17 Grogi18 Bab 18 Haemorargic Post Partum19 Bab 19 Bertemu Orang Tua Eki (1)20 Bab 20 Bertemu Orang Tua Eki (2)21 Bab 21 Tukaran Jadwal Dinas22 Bab 22 Asfiksia23 Bab 23 Mahar24 Bab 24 Berkunjung ke Lapas25 Bab 25 Kebaya dan Beskap26 Bab 26 Pertemuan Keluarga27 Bab 27 Oh No!28 Bab 28 Melepas Eki29 Bab 29 Menuju Bandara30 Bab 30 Sendiri31 Bab 31 Kabar Buruk32 Bab 32 Hati yang Resah33 Bab 33 Bismillah34 Bab 34 Akhir Terbaik