“sebelum baca jangan lupa Subscribe dulu shobat NQ "Apakah aku hanya akan berdiam diri menunggunya yang tidak perduli akan keadaanku? tapi aku tidak kuasa menjauh" Rasanya tidak ada kata akhir. Mas Fairuz terus dan terus mendiamiku. apakah sebagai seorang istri aku tidak berhak bertanya. Dia hidup dengan kesenangannya sendiri. ____ "Mas. Boleh aku pergi kerumah orang tuaku. Aku sangat merindukan mereka" "Kenapa masih minta izin? aku tidak ngelarangmu kemana saja. Paham! jadi jangan sok menjadi istri yang sempurna. Aku tidak pernah bahagia dengan pernikahan tanpa landasan cinta" seraya meninggalkanku mematung. "Aku bertanya baik-baik kepadamu Mas, tapi kenapa jawabanmu membuatku--" air mataku tidak bisa dibendung lagi. Seperti ini ternyata hidup tanpa ada komitmen dalam rumah tangga. Aku terdiam sendiri, bertanya sendiri. Kenapa kehidupan rumah tanggaku seperti ini?”