icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

KEMBALI DALAM SENJA

Bab 2 Suasana di Rumah Mertuaku

Jumlah Kata:1051    |    Dirilis Pada: 12/04/2022

gin bantu-bantu pekerjaan di dap

k ada yang keluar untuk melakukan kegiatan pagi." Gumamku

saya bantu?" Sera

wa olah raga pagi saja biar tambah sehat" sambil te

ainnya kenapa masih b

udah jam tujuh, Non Lidia dan Den Fairu

biasanya apa yan

jadi selama Bibik kerja di sini tidak pernah melihat ada ya

ti jika Bibik butuh bantuan Zahwa jang

n terim

Ijah tidak akan kalah jika di bandingkan dengan Chef, lincah dan tangkas serta raut waj

sangat in

erti keindahan di kampung atau Des

n asri, tapi jika sudah di kota malah banyak polusi di ma

di Desa tebalkan telinga" aku tidak memungkiri itu. Jika di kota s

uarga pun jarang bersilaturahmi, semuanya sibuk dengan kerjaannya sendiri. Pukul

_

iasanya bantu-bantu ibu di dapur, tapi di sini semua pekerjaan rumah ditangani Bik Ijah dan Pak Ramlan. Mereka berdua memang

rasa takjudku mulai hilang karena sikap Mas Fairuz yang mengabaikanku,

Semua lagi menung

. Terima ka

a keluarga sudah duduk di sana. Aku canggung dan ma

gun. Mama pikir belum bangun

dengan nada larangan. Aku

dan suguhi apa yang dia pinta" se

i Ma

ma?" Tanya Papa sambil

gi semua?"

ak" jaw

u baru setelah it

ya

gi

ting Zahwa akan melakukan tugas sebagai seorang istri kepadanya. Aku mengambil m

yang ku ambilkan buatnya dikembalikan hanya menyisakan s

imu Zahwa" l

angkan diri dan berusaha

a menginginkan menu yang yang lain. Mama sangat perhatian kepada Papa.

nya jika orang lain melayani kebutuhan Papa, akan tetapi Mama adalah prioritas utama yang Papa selalu inginkan. Papa tidak pernah mengesam

i menu pagi tidak sesuai dengan keinginannya. Ada-ada saja cerita ya

minta menu makanan yang diinginkan. Jika sudah

rnya aku iri melihat kedua mertuaku, tapi mau gimana lagi, memenangkan

emang unik juga." Bat

u perhatian kepada Papa dan itu harus Zahw

i ke kantor. Mas Fairuz menoleh namun raut wajahnya tidak s

nanti Zahwa akan antar ke

Suara ketusny

a sudah keburu pergi. Aku hanya memandangnya dari belakang, yang membuatku tambah t

a nanti sudah terbiasa Fairuz tidak akan bersikap seperti itu." perkataan Mama

Fairuz mau berangkat dengan raut wajah yang segar, sumringah

at kepada keluarga besarnya bahwa Mas Fairuz harus men

i, tapi pernikahanku tidak seindah yang ku bayangkan. Aku harus

n, dan aku selalu berharap suatu hari nanti aku

wa Malik

lian semua? Semoga sehat semua dan

ab berikutnya semoga

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
KEMBALI DALAM SENJA
KEMBALI DALAM SENJA
“sebelum baca jangan lupa Subscribe dulu shobat NQ "Apakah aku hanya akan berdiam diri menunggunya yang tidak perduli akan keadaanku? tapi aku tidak kuasa menjauh" Rasanya tidak ada kata akhir. Mas Fairuz terus dan terus mendiamiku. apakah sebagai seorang istri aku tidak berhak bertanya. Dia hidup dengan kesenangannya sendiri. ____ "Mas. Boleh aku pergi kerumah orang tuaku. Aku sangat merindukan mereka" "Kenapa masih minta izin? aku tidak ngelarangmu kemana saja. Paham! jadi jangan sok menjadi istri yang sempurna. Aku tidak pernah bahagia dengan pernikahan tanpa landasan cinta" seraya meninggalkanku mematung. "Aku bertanya baik-baik kepadamu Mas, tapi kenapa jawabanmu membuatku--" air mataku tidak bisa dibendung lagi. Seperti ini ternyata hidup tanpa ada komitmen dalam rumah tangga. Aku terdiam sendiri, bertanya sendiri. Kenapa kehidupan rumah tanggaku seperti ini?”
1 Bab 1 Demi Ayah Ibu2 Bab 2 Suasana di Rumah Mertuaku3 Bab 3 Senja Menampakkan Diri4 Bab 4 Aktifitas Baru5 Bab 5 Meliana6 Bab 6 Berdua Saja7 Bab 7 Perceraian8 Bab 8 Titip Benihku dalam Rahim9 Bab 9 Aneh10 Bab 10 Maafkan Aku Mas