icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mawar Hitam Berdarah

Bab 10 Pembalasan Arkan

Jumlah Kata:995    |    Dirilis Pada: 30/03/2022

empunyai penyakit mag yang telat makan sebentar saja sudah kambuh. Apa lagi sekarang dia telat mak

tempati, terakhir kamar mandi. Maria tidak menemukan siapa-siapa. Kenapa mereka belum pulang juga, ini sudah hampir tengah

bengkaknya. Setelah di rasa matanya agak lumayan, Maria

n menjadi, bahkan kini pandangannya sudah mulai menguning. Berkali-kali Maria menggelengkan kepalanya untuk tetap menjaga kesadarannya. Ma

melihat laki-laki itu Maria jauh merasa tenang. Sebelem kesadarannya benar-benar hilang, Maria dapat merasakan peluk

. Maria menerka kini dia ada di sebua klinik. Maria mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang yang

menyimpan nampan di atas nakas yang terdapat di sisi kanan ranjang di tempati Maria, Arkan mendudukan pantatnya di kursi yang tersedia di samping ranjang. "Gimana keadaanmu?" Arkan bertanya lembut. Sorot m

wab serak karena te

ng tadi dibawanya di atas nampan dan

menyimpan kembali gelas ke atas meja, buru-buru Arkan mengambi

a padaku!" Arkan berbicara sete

kan karena begitu diperhatikan oleh sosok laki-laki tampan seperti Arkan. Sej

ur ini!" Arkan mengambil bubur dalam mangkok dan memberikannya pada Maria.

a enak dari bubur. Bubur ini tidak seperti bubur buatan Rumah sakit yang selalu hambar. Maria memakannya sampai h

karena tidak mau menjaga Maria, hanya saja Arkan takut keluarganya Maria

kan tentang menghubungi Fiko atau orang rumah lainnya. Namun, ketika mengingat perlakuan mereka pagi tadi, seket

ung kemarahan yang ingin dia luapkan. Bukankah Arkan sudah mengatakan akan membiarkan Maria bersama Fiko kalau Fiko dapat memberikan kebaha

ut Maria yang agak melorot ke bawah. Arkan mengusap pelan puncak kepal Maria dengan sayang. Arkan berdiri

gois yang sudah berani melukai perasaan Maria berkai-kali. Dan kini, dengan matanya sendiri Arkan melihat Maria berjalan kesakitan sendirian. Arkan be

n siap saji terlihat tiga orang yang saling tertawa senang. Arkan mendecih ketika melihat Fiko tak segan memperlihatkan kemesraannya dengan istri keduanya di depan umum. Ar

celannya dan menelpon seseorang yang dia

ndengar balasan dari sebrang telponnya. Dia mematikan sambungan t

arah Fiko dan keluarganya. Arkan kembali menyeringai licik begitu melihat orang itu

-nya. Tunggu mereka kembali melewati batas, dan saat itu juga Arkan keluar untuk langsung membalas mer

Arkan melajukan mobilnya untuk kembali m

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mawar Hitam Berdarah
Mawar Hitam Berdarah
“Maria, seorang janda yang meminta cerai dari sang suami karena sudah tidak tahan dengan tekanan dari berbagai pihak. Mulai dari mertua yang selalu menyebutnya wanita cacat karena belum bisa melahirkan seorang anak untuk sang suami, suami yang tidak pernah membelanya malah terkesan ikut menyudutkan, dan yang paling menyakitkan saat suami menikah kembali, tapi tidak pernah adil dalam memberi nafkah lahir maupun batin. Maria kira hidupnya tidak akan pernah mendapatkan cinta, tapi rupanya laki-laki menyebalkan yang menjadi bos di tempat dia kerja mampu mengaduk-aduk hatinya. Di saat bersamaan, mantan suaminya juga kembali mengejar-ngejar. Siapa yang akan Maria pilih pada akhirnya? Bos yang lajang atau mantan suami yang memintanya kembali?”
1 Bab 1 Istri kedua Fiko2 Bab 2 Hanya mendapat sisa gaji3 Bab 3 Pertemuan dengan laki-laki misterius4 Bab 4 Hukuman Maria5 Bab 5 Siapa ibu kandung Maria6 Bab 6 Kenyataan tentang ibu kandung Maria7 Bab 7 Arkan Adiaksa 8 Bab 8 Aku tidak serendah itu untuk mengkhianati kamu, Mas.9 Bab 9 Pertengkaran10 Bab 10 Pembalasan Arkan11 Bab 11 Hasutan Arkan 12 Bab 12 Suami, madu, ibu mertua masuk penjara13 Bab 13 Mawar merah yang terbelenggu duka dan lara14 Bab 14 Masalah kamar15 Bab 15 Permintaan cerai Maria16 Bab 16 Alasan di balik Fiko menukahi Sela17 Bab 17 Laki-laki di supermarket18 Bab 18 Talak19 Bab 19 Menantu VS mertua20 Bab 20 Salah masuk rumah21 Bab 21 Jeweran maha dahsyat22 Bab 22 Lamaran pekerjaan23 Bab 23 Mantan suami24 Bab 24 Asisten bos25 Bab 25 Tugas asisten bos26 Bab 26 Nasi goreng27 Bab 27 Memergoki Sela28 Bab 28 Kecemburuan Fiko29 Bab 29 Pasar30 Bab 30 Pembalasan cantik ala Maria31 Bab 31 KAMBUHNYA trauma Maria32 Bab 32 Pertemuan dengan ibu kandung33 Bab 33 Pertemuan dengan sang papa34 Bab 34 Digombalin papa35 Bab 35 Terungkapnya kasus belasan tahun lalu36 Bab 36 Terbongkarnya Sela 37 Bab 37 Calon mantu idaman38 Bab 38 Lamaran yang ditangguhkan39 Bab 39 Damainya Arkan dan Maria40 Bab 40 Lamaran resmi41 Bab 41 Mengunjungi calon ibu mertua42 Bab 42 Kegelisahan Gudy43 Bab 43 Panggil saya Mamah!44 Bab 44 Sah45 Bab 45 Pagi pertama46 Bab 46 Tamat47 Bab 47 Ekstra part 48 Bab 48 Ekstra part