icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mawar Hitam Berdarah

Bab 9 Pertengkaran

Jumlah Kata:1046    |    Dirilis Pada: 30/03/2022

inggalkan hanya bisa menghela napas lelah. Kenapa Maria tidak mengerti juga? Fiko melakukan semua ini untuknya juga. Fiko tah

lah Maria. Fiko jelas tahu di keluarganya tidak ada yang mandul, sedangkan Maria yang asal usulnya tidak jelas sudah cukup menjadi bukti kalau kemungkinan besar di keluarganya ada yang mandul. Kadi

atuh tubuhnya di atas sofa yang terletak di ruang tamu. Baru Fiko ingin memejamkan mata,

tegang saling menghunuskan mata satu sama lain. Di antara mereka terdapat pecahan gelas. Fiko memperkirakan yang

serempak ke arahnya. Fiko tak habis pikir, ada apa dengan pikiran para wanita.

enyeringai sinis pada Maria. Marni yakin sekarang Fiko pasti akan kembali menghukum Maria sama se

gini caranya, kapan aku hamilnya, Mas?" Sela tambah memanas-manasi keadaan. Dalam ha

ya dia tidak peduli Fiko mau marah atau menghukumnya sekalipun. Maria masih

hanya bisa mengutuk dalam hati. Kenapa para wanita ini tidak bisa diam barang se

r jera. Udah hidup menumpang, belagu lagi. Keterlaluan banget kan, Fiko?" Marn

ng jawab majikannya. Tapi aku," Maria menunjuk dirinya sendiri. "Kalian perlakukan aku lebih dari seorang pembantu. Kalian selalu memandang sinis dan mencari-

sahkan Maria selama ini. Sampai Maria mendapat kesakitan melebihi rasa sakit yang di rasakannya, Marni tidak akan ber

akuan ibunya selama ini sangat membekas di hati Maria. Fiko pikir, selama ini Maria hanya menganggap angin lalu perlakuan ibunya. Maria terlihat

diam saja. Lakukan apa yang ibu inginkan, biasanya Mas begitu, kan. Apa pun yang ibu kataka

ng menantu berkata begitu pada mertuanya?" Sela makin memanas-manasi keadaan. Dia tidak

ebatan panas seperti ini. Teman kerjanya mengatakan setiap mereka lelah karena bekerja, begitu pulang ke rumah cape langsung hilang. Begitu mereka bertemu anak-anaknya

aria masak dari subuh agar makanannya sudah terhidang sekarang." Marni tetap

p rapat mulutnya. Saat ini dia sudah cukup tah

Emosi dalam dadanya bisa meledak

g agar bisa menjadi penengah yang adil. "Ibu, Tadi Fiko bertemu Maria di jalan saat hendak pergi ke pasar. Di tengah jalan Maria mengalami sedikit masalah. Dia hampir tertabrak motor, dan untuknya ada orang yang menyelamatkannya

akan saja ajakannya. "Dengan syarat Maria tidak boleh ikut. Kan dia yang menyebabkan kita semua

kalau kali ini juga Maria harus mengalah. Tanpa kata, Maria pergi meninggalk

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mawar Hitam Berdarah
Mawar Hitam Berdarah
“Maria, seorang janda yang meminta cerai dari sang suami karena sudah tidak tahan dengan tekanan dari berbagai pihak. Mulai dari mertua yang selalu menyebutnya wanita cacat karena belum bisa melahirkan seorang anak untuk sang suami, suami yang tidak pernah membelanya malah terkesan ikut menyudutkan, dan yang paling menyakitkan saat suami menikah kembali, tapi tidak pernah adil dalam memberi nafkah lahir maupun batin. Maria kira hidupnya tidak akan pernah mendapatkan cinta, tapi rupanya laki-laki menyebalkan yang menjadi bos di tempat dia kerja mampu mengaduk-aduk hatinya. Di saat bersamaan, mantan suaminya juga kembali mengejar-ngejar. Siapa yang akan Maria pilih pada akhirnya? Bos yang lajang atau mantan suami yang memintanya kembali?”
1 Bab 1 Istri kedua Fiko2 Bab 2 Hanya mendapat sisa gaji3 Bab 3 Pertemuan dengan laki-laki misterius4 Bab 4 Hukuman Maria5 Bab 5 Siapa ibu kandung Maria6 Bab 6 Kenyataan tentang ibu kandung Maria7 Bab 7 Arkan Adiaksa 8 Bab 8 Aku tidak serendah itu untuk mengkhianati kamu, Mas.9 Bab 9 Pertengkaran10 Bab 10 Pembalasan Arkan11 Bab 11 Hasutan Arkan 12 Bab 12 Suami, madu, ibu mertua masuk penjara13 Bab 13 Mawar merah yang terbelenggu duka dan lara14 Bab 14 Masalah kamar15 Bab 15 Permintaan cerai Maria16 Bab 16 Alasan di balik Fiko menukahi Sela17 Bab 17 Laki-laki di supermarket18 Bab 18 Talak19 Bab 19 Menantu VS mertua20 Bab 20 Salah masuk rumah21 Bab 21 Jeweran maha dahsyat22 Bab 22 Lamaran pekerjaan23 Bab 23 Mantan suami24 Bab 24 Asisten bos25 Bab 25 Tugas asisten bos26 Bab 26 Nasi goreng27 Bab 27 Memergoki Sela28 Bab 28 Kecemburuan Fiko29 Bab 29 Pasar30 Bab 30 Pembalasan cantik ala Maria31 Bab 31 KAMBUHNYA trauma Maria32 Bab 32 Pertemuan dengan ibu kandung33 Bab 33 Pertemuan dengan sang papa34 Bab 34 Digombalin papa35 Bab 35 Terungkapnya kasus belasan tahun lalu36 Bab 36 Terbongkarnya Sela 37 Bab 37 Calon mantu idaman38 Bab 38 Lamaran yang ditangguhkan39 Bab 39 Damainya Arkan dan Maria40 Bab 40 Lamaran resmi41 Bab 41 Mengunjungi calon ibu mertua42 Bab 42 Kegelisahan Gudy43 Bab 43 Panggil saya Mamah!44 Bab 44 Sah45 Bab 45 Pagi pertama46 Bab 46 Tamat47 Bab 47 Ekstra part 48 Bab 48 Ekstra part