icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mawar Hitam Berdarah

Bab 7 Arkan Adiaksa

Jumlah Kata:984    |    Dirilis Pada: 30/03/2022

batuk saja yang masih terasa. Selepas Shalat subuh, Maria bergegas membereskan rumah sampai pagi menjelang. Karena bahan makanan di

yang bisanya nangkring di sini. Maria menghela napas pas

ng lewat. Maria yang saat ini melihat sepeda motor melaju ke arahnya hanya bisa terpaku di tempat karena shok. Ketika mo

nyaris ditabraknya hanya menoleh singkat se

rgetar shok. Saat ini kesadaran Maria benar-benar terguncang

angan takut, Uri!" Bisikan menenangkan itu

itu melepaskan pelukannya pada Maria. Dia mem

njauhi tubuh laki-laki misterius yang masih menempel padanya. "Maaf, terlalu

m. Laki-laki itu memindai tubuh Maria dari atas k

ubuhnya. Setelah di rasa tidak ada yang ter

Ucap laki-l

ah menolongnya itu. "Sikumu berdarah. Itu harus cepat-cepat diobati!" Maria h

nenangkan perempuan yang histeris di depannya laki-laki itu berusaha untuk tersenyum mene

untuk melihat wajah penolongnya, merasa familier dengan sosok laki-laki di depannya.

balik bertanya. Senyum usil jel

"Aku rasa saya salah orang?" Akunya sambil menggaruk pipi bingung. Kenapa tadi, dia begi

mnya Mang Ahmad. Ingat?" Dia memandang Maria penuh harap. Laki-l

temu. Seketika senyum lebar Maria redup begitu mengingat kejadian memaluk

wajah malu perempuan di hadapannya. "Kamu masih malu d

yangkal pernyataan laki-laki itu. "Mana ada. Kejadian it

telunjuknya sudah ada di depan wajah Maria. "Itu

nal aja udah ngeledekin orang." Sungut Maria tidak terima. Kalau laki-laki ini bukan oran

uman jahil. Tak ingin membuat Maria lebih marah, laki-laki itu memutu

a tidak juga bisa mengingatnya. Sebenarnya ada dengan ingatan Maria. Apa sekar

wajah Maria. Dia sedikit heran. Ketika gadis lain yang diajaknya kenala

ri ada sebuah tangan yang mela

memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Tubuhnya dia s

alah dengar tadi. Makanya sekarang dia ingin m

ngguk membe

memutuskan untuk mengakui alasan tadi melamun. Seenggaknya kalau memang Arkan

ap kepala Maria. Sadar dengan tindakannya, buru-buru Arkan menurunkan

indah. Salam kenal, ok!" M

telunjuk dan jempolnya ia perte

. Dia sangat bersyukur karena ada Arkan yang datang dengan telat waktu untuk

kan melihat keranjang yang Maria bawa. Dia menyimpulkan kalau Maria akan pergi

merepotkan Arkan, mereka juga bukan Mahram. Akan bany

an sampai keserempet motor lagi!" Nasehatnya. Dia cukup mengh

ikejutkan dengan seorang yang tengah mem

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mawar Hitam Berdarah
Mawar Hitam Berdarah
“Maria, seorang janda yang meminta cerai dari sang suami karena sudah tidak tahan dengan tekanan dari berbagai pihak. Mulai dari mertua yang selalu menyebutnya wanita cacat karena belum bisa melahirkan seorang anak untuk sang suami, suami yang tidak pernah membelanya malah terkesan ikut menyudutkan, dan yang paling menyakitkan saat suami menikah kembali, tapi tidak pernah adil dalam memberi nafkah lahir maupun batin. Maria kira hidupnya tidak akan pernah mendapatkan cinta, tapi rupanya laki-laki menyebalkan yang menjadi bos di tempat dia kerja mampu mengaduk-aduk hatinya. Di saat bersamaan, mantan suaminya juga kembali mengejar-ngejar. Siapa yang akan Maria pilih pada akhirnya? Bos yang lajang atau mantan suami yang memintanya kembali?”
1 Bab 1 Istri kedua Fiko2 Bab 2 Hanya mendapat sisa gaji3 Bab 3 Pertemuan dengan laki-laki misterius4 Bab 4 Hukuman Maria5 Bab 5 Siapa ibu kandung Maria6 Bab 6 Kenyataan tentang ibu kandung Maria7 Bab 7 Arkan Adiaksa 8 Bab 8 Aku tidak serendah itu untuk mengkhianati kamu, Mas.9 Bab 9 Pertengkaran10 Bab 10 Pembalasan Arkan11 Bab 11 Hasutan Arkan 12 Bab 12 Suami, madu, ibu mertua masuk penjara13 Bab 13 Mawar merah yang terbelenggu duka dan lara14 Bab 14 Masalah kamar15 Bab 15 Permintaan cerai Maria16 Bab 16 Alasan di balik Fiko menukahi Sela17 Bab 17 Laki-laki di supermarket18 Bab 18 Talak19 Bab 19 Menantu VS mertua20 Bab 20 Salah masuk rumah21 Bab 21 Jeweran maha dahsyat22 Bab 22 Lamaran pekerjaan23 Bab 23 Mantan suami24 Bab 24 Asisten bos25 Bab 25 Tugas asisten bos26 Bab 26 Nasi goreng27 Bab 27 Memergoki Sela28 Bab 28 Kecemburuan Fiko29 Bab 29 Pasar30 Bab 30 Pembalasan cantik ala Maria31 Bab 31 KAMBUHNYA trauma Maria32 Bab 32 Pertemuan dengan ibu kandung33 Bab 33 Pertemuan dengan sang papa34 Bab 34 Digombalin papa35 Bab 35 Terungkapnya kasus belasan tahun lalu36 Bab 36 Terbongkarnya Sela 37 Bab 37 Calon mantu idaman38 Bab 38 Lamaran yang ditangguhkan39 Bab 39 Damainya Arkan dan Maria40 Bab 40 Lamaran resmi41 Bab 41 Mengunjungi calon ibu mertua42 Bab 42 Kegelisahan Gudy43 Bab 43 Panggil saya Mamah!44 Bab 44 Sah45 Bab 45 Pagi pertama46 Bab 46 Tamat47 Bab 47 Ekstra part 48 Bab 48 Ekstra part