icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mengandung Bayi Bos

Bab 9 Playing Victim

Jumlah Kata:1000    |    Dirilis Pada: 01/03/2022

Anda. Kami akan melakukan sesi wawancara pada hari Rabu puku

Rabu dan itu tepatnya besok. Aku harus datang demi rencanaku wa

akan dat

an rapi dan membawa surat-surat lengkap yang sudah kami email-kan. Terima

ak." Aku menutup

emarin melalui email. Baguslah, lebih cepat lebih baik. Aku

ku datang menghampiri. Di belakan

us mengabari kalau hari in

ang berwarna kalem, belum lagi kulitnya yang putih bersih dan senyum yang selalu

undangmu ke kamar, kamu jad

ar hanya kurang hati-hati." Aku memindahkan s

sud

g mau Mama bicar

pnya. "Sari, bisa tinggalka

ak akan ganggu, kok

saan kamu aja, Sari." Mama tersenyum sebagai isyar

Ia berjalan dengan hentakan kaki yang

erlakuan Gio. Karena keteledorannya, kamu

a enggak salah. Rimar sadar kalau

jujur saja Mama senang waktu Gio membawamu ke rumah ini. Tapi entah kenapa m

saat, lalu men

belum memiliki perasaa

u ikhlas mengandung dar

a. Hatiku ikut terenyuh saat melihat tatapan yang seolah bertanya a

las, Ma." Aku terisak dan masih m

lah mungkin belum mengizinkan para menantu Mama untuk hamil. Tapi melalui cara-Nya, Allah menghadirkan darah dagingnya melalui kamu. Jadi

njaga dan merawat anak

. Nanti antar Mama menemui mereka, ya? Gi

lega. Aku bahagia masih ada o

gabur. Aku tahu perasaan itu hanya dengan melihat matanya. Aku juga sebagai calon ibu tidak ingin menggugurkan anak ini. Walaupun saat aw

i tangga tapi masih bertahan."Mbak S

? Datang-datang

yang Mbak Sari inginkan kalau seandainya anak Mas G

u tidak punya saingan di rumah in

ari membelalakkan mata. "Nyatanya, Mbak masih ada di sini dan aku tidak merus

jauh-jauh benalu itu agar tid

an? Mbak

ahi karena heran d

a? Walau tidak memiliki anak dari Mbak?

ana lagi? Naman

iki anak? Mas Gio tidak mandul, loh, Mbak?"

mpat berpikiran

? Bukannya kalian sudah c

menebak. Siapa tau h

ak usah playin

aksud

u?" Aku menunjuk perutnya, "

urna. Dia tercengang dengan ucapan

uduh orang sembar

tas di pikiranku kalau hanya IUD yang bisa m

gerti apa yang kamu bicarakan." Dia

.. bai

tahu apa yang kamu sembunyikan dan hiduplah den

silakan keluar dari kamar ini. Dan ... terima

matung. Dengan posisi menyamping, aku menarik selimut dan mencoba memeja

h!" Wanita yang selalu memakai dress panjang itu men

emejamkan mata rapat-rapat karena suara ba

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mengandung Bayi Bos
Mengandung Bayi Bos
“Marimar seorang gadis pegawai hotel. Kisah hidupnya yang semula normal harus berubah drastis karena seorang lelaki mabuk yang tak dikenal. Sampai akhirnya, ia harus mengandung anak di luar pernikahan. Ketika ia mencari pria tak bertanggung jawab itu, ia mengetahui kenyataan yang lebih pahit bahwa pria itu bukanlah pria lajang melainkan seorang suami dari wanita lain. Bagaimana masa depan Rimar? Akankah ia memberitahu ayah dari janin yang dikandungnya itu atau harus menggugurkannya?”
1 Bab 1 Diusir Abah2 Bab 2 Tuan Gila3 Bab 3 Surat Kontrak4 Bab 4 Pernikahan Kontrak5 Bab 5 Satu Atap dengan Macan6 Bab 6 Kecipratan7 Bab 7 Rencana Busuk Mbak Sari8 Bab 8 Rimar Terjatuh di Tangga9 Bab 9 Playing Victim10 Bab 10 Pertemuan Rahasia Mbak Sari11 Bab 11 Oh, Pak Adit12 Bab 12 Sekamar dengan Sergio13 Bab 13 Aktris Terbaik14 Bab 14 Tempat Rahasia15 Bab 15 Bunglon16 Bab 16 Harga Diriku17 Bab 17 Beradu Mulut18 Bab 18 Malam Kelam19 Bab 19 Menemukan Bukti20 Bab 20 Investigasi Pertama21 Bab 21 Widuri atau L 22 Bab 22 Kemurkaan Abah23 Bab 23 Tetangga Rese24 Bab 24 Mengamati Mbak Sari25 Bab 25 Widuri26 Bab 26 Tenggelam27 Bab 27 Kedua Kalinya28 Bab 28 Jadwal Operasi29 Bab 29 Mas Gio yang Aneh30 Bab 30 Antara Mas Gio dan Pak Adit31 Bab 31 Kejutan Tak Terduga Untukku32 Bab 32 Dihadang Inisial L33 Bab 33 Kejujuran Pak Adit34 Bab 34 Mas Gio Menghilang35 Bab 35 Terjebak di Kantor36 Bab 36 Sergio Terluka37 Bab 37 Ucapan Terima Kasih Pertama38 Bab 38 Apa Sergio Gegar Otak39 Bab 39 Orang Tak Dikenal40 Bab 40 Penusukkan Mama Mertua41 Bab 41 Operasi Bu Hasna42 Bab 42 Loser43 Bab 43 Suara Pistol44 Bab 44 Terjebak di Rumah45 Bab 45 Korban Perasaan46 Bab 46 Diskotik47 Bab 47 Memergoki Mbak Sari48 Bab 48 Gugatan Cerai49 Bab 49 Gugatan Cerai Kedua50 Bab 50 Akhir yang Diharapkan