icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Cinta Tiga Bidadari

Cinta Tiga Bidadari

Penulis: Jannah Zein
icon

Bab 1 Bimbang

Jumlah Kata:698    |    Dirilis Pada: 16/02/2022

ad Abidzar Al Hafiz kepada istri pertamanya, bahwa ia takkan

nji itu aka

ji manis yang untuk selan

*

a

jauh dari tempat ini. Hal yang sangat dilematis tatkala harus berhadapan dengan

ng laki-laki mata keranjang, bahka

ai Nawawi yang ingin menjodohkan putri bungsunya denganmu." L

anya, Bah. Hafiz sudah punya

ebih dari satu, Nak," sergah Abah. "Bukan

i. Justru karena pernah praktek, jadi Hafiz tahu ba

ok Yasmin, istri kedua yang sudah di

tidak sesulit yang kamu bayangkan. Selama ini pikiranmu selalu di hantui oleh pem

ligami itu salah, tapi cara kamu dalam mengurus i

a tanpa istri yang lainnya selama kurun waktu itu. Pernikahan poligami di dalam sejarah rumah tangga

h cenderung menyarankan kepada para umatnya untuk memiliki istri hanya satu

ta lakukan? Bagaimana mungkin kita menolak putri bungsunya? Nak

pasti akan membawa manfaat yang besar terhadap pesantren. Namun, jikalau itu gagal bagaimana? Apakah Abah sudah

*

besarnya sungguh membuat kepala Hafiz terasa berdenyut. Abah benar me

bayangkan harus melihat air mata Azizah yang terus berjatuhan membasahi pipinya

khirnya dia dan Yasmin bercerai, tapi sisa luka itu masih begitu terasa. Lantas bagaimana den

n Abah dan kiai Nawawi, tapi di sisi lain dia juga tak mau menghancurkan h

a dirinya seper

embut itu membuy

pulang dari rumah abah, wajah Abang terli

. Hafiz mengecup punggung

embahagiakan kamu. Selama ini Abang selalu

salah apa? Cerita sama Adek ya," bujuknya. Azizah menatap Hafiz dengan lembut

Adek mau mendenga

g. Kenapa Abang harus merasa sun

dak tega,

telapak tangan Azizah membelai pipiny

i kepadamu, Sayang. Namun, kamu harus mengetah

i di dalam hidup Abang harus memiliki t

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Tiga Bidadari
Cinta Tiga Bidadari
“Sebuah janji yang pernah terlontar dari mulut seorang Muhammad Abidzar Al Hafiz kepada istri pertamanya, bahwa ia takkan mengambil istri lain lagi setelah menceraikan istri keduanya. Benarkah janji itu akan di tepati? Ataukah hanya sekedar janji manis yang untuk selanjutnya kembali ia ingkari?”
1 Bab 1 Bimbang2 Bab 2 Abang mau nikah lagi ya 3 Bab 3 Mana janjimu, Abang 4 Bab 4 Kita sama-sama sakit5 Bab 5 Gadis keras kepala6 Bab 6 Kontraksi7 Bab 7 Di rumah sakit8 Bab 8 Hadiah kelahiran9 Bab 9 Permintaan bibi Sarah10 Bab 10 Muhammad Ibrahim Al-Fazari11 Bab 11 Tidak punya pilihan12 Bab 12 Komitmen awal13 Bab 13 Menikahi Naura14 Bab 14 Tidak ada lagi penolakan15 Bab 15 Mahar yang pantas16 Bab 16 Sarapan di kamar17 Bab 17 Pindah rumah18 Bab 18 Mencintaimu karena Allah19 Bab 19 Rasa cemburu20 Bab 20 Kita baru memulai21 Bab 21 Berbagi waktu22 Bab 22 Rasanya tetap sama23 Bab 23 Di hari giliran24 Bab 24 Menyadari batasan25 Bab 25 Sorot mata rindu26 Bab 26 Istri yang dipilih27 Bab 27 Abang tidak sejahat itu28 Bab 28 Drama yang membosankan29 Bab 29 Ragu dengan keputusan30 Bab 30 Survey tempat usaha31 Bab 31 Harus bersabar32 Bab 32 Siapa yang salah 33 Bab 33 Tak bisa tegas34 Bab 34 Tak pernah berubah35 Bab 35 Launching pertama Azizah bakery36 Bab 36 Mendzalimi diri sendiri37 Bab 37 Tolong pahami Abang38 Bab 38 Adakah cemburu yang tidak menyakiti 39 Bab 39 Bisnis itu kejam40 Bab 40 Abang pulang, Sayang41 Bab 41 Bukan Semata Soal Keadilan42 Bab 42 Ada Apa Ini, Kak 43 Bab 43 Berniat Untuk Melindungi44 Bab 44 Mengembalikan Kehormatan Seorang Wanita