icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Air Mata Bintang, Akhir Pengabdianku

Bab 3 

Jumlah Kata:779    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

stroward

nakku yang penurut itu tidak pernah sekalipun mengangkat suara apala

n yang menyambutku membuatku membeku di tempat. Bintang duduk di pojok ruangan, waja

ia. Tania adalah putri Leni dari pernikahan sebelumnya, dan Daffa selalu memperlakukannya

ri kecilnya yang gemuk. "Dia men

merah dan bengkak menatapku. "

bahkan tidak melirik Bintang, pandangannya tertuju pada Ta

ote control yang tergeletak rusak di lantai. "Ini ha

kepalanya. "Bukan! I

kan. "Tidakkah kau tahu, Bintang, ini mainan yang san

bil-mobilan yang lebih besar dari ini. Untu

. mainan yang sama yang pernah Daffa berikan padanya, yang dia hancurkan

mobilan itu..." Bintang tergagap, mena

gnya. Dan aku tidak pernah memberikan mai

galir deras. "Tapi..

ania sekarang! Dan kau, Syifa, didiklah anakmu den

. Aku melihatnya saat Daffa membanting mobil-mobilan itu. Aku melihat bagaimana Daffa me

pelan, suaraku bergetar. "Mobi

jam. "Jangan membela anak i

gga jatuh. "Dasar anak pencuri! Kau t

ah. Dia menatap Daffa, lalu beralih ke Leni dan T

intang lagi. Kali ini, Bintang jatuh dan lut

wajahnya. Dia mengulurkan tangan ke arah Daffa, mencari per

dingin. Dia tidak bergerak.

ng itu anakmu, bukan anak Daffa. Dan dia jelas harus

n rusak di lantai. Dia mengerti. Mainan itu, yang dulu per

ya, suaranya hampir tak terdengar.

a mainan murahan. Untuk apa aku memberikannya padamu?

perti pukulan tak terlihat. Dia gem

ajari anakmu berbohong! Kau tidak punya hak untuk mem

keputusasaan. Dia tahu apa yang

ke arah Tania dan Daffa. "Aku... aku minta maaf," ucapnya lirih, men

ena apa yang dia rasakan adalah kesalahannya. B

lewati kepala sekolah, dia meraih mobil-mobilan rus

, lalu menggelengkan kepalanya. "

akukan itu. Mata Bintang kini hanya menatapku, kosong. Dia te

ana, terdiam. Wajahnya pucat pasi, matanya

n. Tapi aku tahu, bagi Bintang, ini

memeluknya erat. "Tidak apa-a

keputusan. Daffa Prawirodirdj

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Air Mata Bintang, Akhir Pengabdianku
Air Mata Bintang, Akhir Pengabdianku
“Selama sepuluh tahun, aku menjadi istri bayangan Daffa Prawirodirdjo, merawatnya saat hancur dan membesarkan putri kami, Bintang, dalam kesunyian. Namun, semua pengorbananku hancur saat aku melihatnya di majalah gosip, tersenyum bahagia bersama cinta lamanya, Leni, dan seorang anak laki-laki. Di tangan anak itu, ada boneka beruang yang sama persis dengan yang ia berikan pada Bintang sehari sebelumnya. Captionnya berbunyi: "Keluarga Prawirodirdjo yang bahagia." Rasa sakit itu membeku. Aku menyeret koper, siap meninggalkan segalanya. Tapi Bintang, dengan mata penuh harap, memohon satu kesempatan terakhir untuk ayahnya. "Papa janji akan merayakan ulang tahunku," isaknya. Aku luluh. Namun, di hari ulang tahun Bintang, Daffa tidak pernah datang. Kami menemukannya di taman hiburan, sedang merayakan ulang tahun putri Leni dengan pesta yang sangat mewah. Saat putri kami menangis karena kue ulang tahunnya direbut, Daffa justru memilih untuk menenangkan putri Leni yang pura-pura pingsan, dan meninggalkan Bintang yang lututnya berdarah. Melihat punggungnya yang menjauh, aku tahu ini adalah akhir. Aku membawa Bintang pergi, mengirim pesan singkat padanya: "Selamat tinggal." Tiga tahun kemudian, aku menjadi seniman terkenal. Dia muncul kembali, memohon kesempatan kedua. Tapi kali ini, aku tidak akan pernah menoleh ke belakang.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 2021 Bab 2122 Bab 2223 Bab 2324 Bab 2425 Bab 2526 Bab 26