icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Air Mata Bintang, Akhir Pengabdianku

Bab 6 

Jumlah Kata:581    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

stroward

ng biasanya sedingin es kini tampak sedikit goyah. Dia mengambil mobil-mobilan i

terdengar serak. "Aku akan melakukan apa pun yang dia in

benang. Aku hanya ingin Bintang bahagia. Aku ingin dia m

bih lembut dari yang kuinginkan. "Bisakah kau..

alu menatapku. "Baikl

lega. Ini mungkin k

gan mata berbinar. "Mama! Papa akan

udah bisa tersenyum. Aku melihatnya menyisir rambutnya berkali-kali, memili

mencoba menghubunginya, tapi ponselnya tidak aktif.

rsenyum, tapi matanya tidak bisa menyembunyikan kesediha

biarkan ini. Aku harus membuat ha

di bibirku. "Kita pergi ke taman hibura

encoba melupakan kekecewaannya. Dia naik roller coaste

ar suara. Suara y

ang, mau na

a ada di sana. Dia menggendong Tania, senyu

arik bajuku, matanya merah.

kemarahan. Dia melihat kami, dan senyum di waja

h pengasuhnya untuk membawanya pergi. Dia berjala

a?" bisiknya, suaranya penuh amarah

ang. "Kau... kau lupa hari ini har

. "Apa maksudmu? Jangan

lagi, lebih kasar.

a? Ad

melepaskan tanganku, wajahnya berubah datar. Dia me

a. Dia melihatku, lalu tersenyum m

i ini ulang tahun Bintang

nya berubah pucat pasi. Dia menatap Binta

n rasa bersalah yang dalam. Dia tid

emerah, bahunya yang bergetar.

u di sini. Aku sudah memesan seluruh area pesta untuk Tania mal

yang kini menatapku dengan mata kosong. Jadi, ini a

hela nap

rik tangan Bintang

a kalau kita merayakan ulang tahun Bintang

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Air Mata Bintang, Akhir Pengabdianku
Air Mata Bintang, Akhir Pengabdianku
“Selama sepuluh tahun, aku menjadi istri bayangan Daffa Prawirodirdjo, merawatnya saat hancur dan membesarkan putri kami, Bintang, dalam kesunyian. Namun, semua pengorbananku hancur saat aku melihatnya di majalah gosip, tersenyum bahagia bersama cinta lamanya, Leni, dan seorang anak laki-laki. Di tangan anak itu, ada boneka beruang yang sama persis dengan yang ia berikan pada Bintang sehari sebelumnya. Captionnya berbunyi: "Keluarga Prawirodirdjo yang bahagia." Rasa sakit itu membeku. Aku menyeret koper, siap meninggalkan segalanya. Tapi Bintang, dengan mata penuh harap, memohon satu kesempatan terakhir untuk ayahnya. "Papa janji akan merayakan ulang tahunku," isaknya. Aku luluh. Namun, di hari ulang tahun Bintang, Daffa tidak pernah datang. Kami menemukannya di taman hiburan, sedang merayakan ulang tahun putri Leni dengan pesta yang sangat mewah. Saat putri kami menangis karena kue ulang tahunnya direbut, Daffa justru memilih untuk menenangkan putri Leni yang pura-pura pingsan, dan meninggalkan Bintang yang lututnya berdarah. Melihat punggungnya yang menjauh, aku tahu ini adalah akhir. Aku membawa Bintang pergi, mengirim pesan singkat padanya: "Selamat tinggal." Tiga tahun kemudian, aku menjadi seniman terkenal. Dia muncul kembali, memohon kesempatan kedua. Tapi kali ini, aku tidak akan pernah menoleh ke belakang.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 2021 Bab 2122 Bab 2223 Bab 2324 Bab 2425 Bab 2526 Bab 26