Jasper Wilde
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Jasper Wilde
Kebangkitan Wanita Cacat Yang Dikhianati
Romantis Aku, Silvia Rahman, seorang wanita cacat yang bertunangan dengan dokter bedah saraf terkemuka, Dion Kurniawan. Aku buta, tuli, dan bisu setelah sebuah kecelakaan, dan percaya bahwa belas kasihannya adalah cinta sejati.
Namun, keajaiban terjadi. Pendengaranku pulih secara diam-diam, dan aku mendengar kebenaran yang menghancurkan: Dion sengaja membuatku tetap cacat agar bisa berselingkuh dengan kekasihnya, Arini, tanpa rasa bersalah.
Di pesta ulang tahunnya, di depan teman-temannya, Dion dengan bangga mengakui perselingkuhannya. "Istri adalah simbol status, tapi kekasih adalah gairah yang tak bisa kau berikan," katanya, sementara teman-temannya menertawakanku. Dia bahkan mengaku telah meminta dokter untuk memastikan aku tidak akan pernah sembuh.
Rasa sakit itu menusukku lebih dalam ketika Arini dengan sengaja mengirimiku foto dan rekaman suara perselingkuhan mereka, mengejekku karena "tidak bisa menjadi wanita sejati" untuk Dion. Dia bahkan merekayasa sebuah kecelakaan tabrak lari, membuatku terluka parah, sementara Dion hanya peduli pada luka kecil di jari Arini.
Aku pernah rela mati untuknya. Sekarang, aku hanya ingin melihatnya hancur.
Di hari pernikahan kami, alih-alih pengantin wanita, Dion hanya akan menemukan peti mati kosong dan sebuah rekaman suara terakhir dariku. Aku akan membiarkan seluruh dunia mendengar kebusukannya, sebelum aku menghilang selamanya dengan identitas baru. Air Mata Bintang, Akhir Pengabdianku
Romantis Selama sepuluh tahun, aku menjadi istri bayangan Daffa Prawirodirdjo, merawatnya saat hancur dan membesarkan putri kami, Bintang, dalam kesunyian.
Namun, semua pengorbananku hancur saat aku melihatnya di majalah gosip, tersenyum bahagia bersama cinta lamanya, Leni, dan seorang anak laki-laki. Di tangan anak itu, ada boneka beruang yang sama persis dengan yang ia berikan pada Bintang sehari sebelumnya.
Captionnya berbunyi: "Keluarga Prawirodirdjo yang bahagia."
Rasa sakit itu membeku. Aku menyeret koper, siap meninggalkan segalanya. Tapi Bintang, dengan mata penuh harap, memohon satu kesempatan terakhir untuk ayahnya. "Papa janji akan merayakan ulang tahunku," isaknya.
Aku luluh. Namun, di hari ulang tahun Bintang, Daffa tidak pernah datang. Kami menemukannya di taman hiburan, sedang merayakan ulang tahun putri Leni dengan pesta yang sangat mewah.
Saat putri kami menangis karena kue ulang tahunnya direbut, Daffa justru memilih untuk menenangkan putri Leni yang pura-pura pingsan, dan meninggalkan Bintang yang lututnya berdarah.
Melihat punggungnya yang menjauh, aku tahu ini adalah akhir. Aku membawa Bintang pergi, mengirim pesan singkat padanya: "Selamat tinggal."
Tiga tahun kemudian, aku menjadi seniman terkenal. Dia muncul kembali, memohon kesempatan kedua. Tapi kali ini, aku tidak akan pernah menoleh ke belakang. Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.