icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Takdirku Mati Dalam Api

Bab 2 

Jumlah Kata:824    |    Dirilis Pada: 10/12/2025

Hasan

ku serak tapi t

a. "Syukurlah, Nak. Ibu sudah sangat rindu. J

un, Dzaki adalah duniaku. Setiap langkah, setiap keputusan, selalu tentang dia. Dia adalah bint

golok-olok kebodohanku. Matanya yang dingin ketika membicarakan "rencana" mereka. "Mencampakka

s jantungku. Aku memejamkan mata, menahan rasa sakit yang

nyaris tak terdengar. "Aku dan

angit kelabu di atas Labuan Bajo seolah mencerminkan perasaanku. Angin berembus kencang, menusuk

a, perpaduan kayu cendana dan sedikit tembakau, menyambutku saat aku membuka pintu. Aroma yang du

taan. Dia tersenyum padaku, memegang tanganku, mengatakan bahwa dia ingin selalu ada untukku. Aku membay

pakah dia benar-benar mencintai Rosa? Atau Rosa juga hanyalah bagian dari permainannya? Tidak, itu tidak mungkin. Dza

ku. Setiap benda terasa berat, penuh kenangan yang kini beracun. Aku menemuka

h cinta, harapan, dan kebodohan. Kutulis setiap kencan kami, setiap ciuman, setiap janji man

rkan ini ada lagi. Dengan tangan gemetar, aku merobek setiap halaman, lalu memasukkannya ke dalam kantong sampah. Bersa

tar di pintu. Jantungku

n keranjang berisi barang-barangku di samping. Topeng se

nyanya, suaranya ten

ang yang tidak penting,"

a kau tidak menemuiku di rumah

k berjemur di bawah matahari dan mendapatkan simpati." Aku tidak tahu harus memakai eks

yentuh pipiku. "Kau ini kenapa? Ap

tuhannya kini terasa menji

enatapku tajam. "Ada apa

iku berteriak. "Apa yang kau harapkan, Dzaki? Aku harusnya tetap me

akan aura kegelisahan darinya, seolah dia takut aku

dia mengerti segalanya. "Aku... aku akan mengadakan pesta

gar, dia masih berani mengajakk

u," jawabku, suaraku seten

senyum tipis terukir di bibirnya. Senyum kemenangan.

ya. "Nanti mal

ya. Aku tahu dia merayakan kemenangannya. Dia pikir aku masih bodoh, masih dala

cintaku yang hancur. Aku akan membuangnya, dan aku akan membuangn

bau laut yang asin. Badai akan datang. Dan saat badai itu tiba, aku akan memastik

da diri sendiri, "Kau akan tah

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Takdirku Mati Dalam Api
Bukan Takdirku Mati Dalam Api
“"Kita akan mencampakkannya setelah koleksi musim panas selesai!" Tawa Dzaki, kekasihku selama tiga tahun, terdengar jelas dari balik pilar kapal pesiar, menghancurkan duniaku dalam sekejap. Ternyata, hubungan manis kami hanyalah skenario balas dendam demi Rosa, wanita yang memfitnahku mencuri desainnya. Tidak cukup hanya memanfaatkanku sebagai desainer bayangan, mereka memberiku obat yang merusak organ secara perlahan. Bahkan, mereka merencanakan kebakaran di sebuah villa untuk melenyapkan jejakku selamanya, seolah-olah itu kecelakaan tragis. Aku mendengar Dzaki setuju untuk "memberiku pelajaran" terakhir itu dengan dingin. Hatiku hancur berkeping-keping menyadari pria yang kucintai ternyata adalah monster yang ingin membunuhku. Tapi aku tidak akan mati semudah itu. Aku memalsukan kematianku di dalam kobaran api villa itu, meninggalkan cincin tunangan kami di samping mayat palsu, dan terbang ke Milan. Tiga tahun kemudian, aku kembali ke Jakarta sebagai Gia, desainer kelas dunia yang dingin dan tak tersentuh. Saat Dzaki menatapku di runway dengan wajah pucat pasi seperti melihat hantu, aku tersenyum miring. "Maaf, Tuan. Anda salah orang. Gita yang bodoh itu sudah Anda bunuh tiga tahun lalu." Permainan baru saja dimulai, Sayang.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 19