icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Takdirku Mati Dalam Api

Bab 8 

Jumlah Kata:952    |    Dirilis Pada: 10/12/2025

Hasan

lah pemandangan terbai

iluet beberapa orang di kejauhan, menatap kobaran api. Mereka pasti teman-teman Dzaki dan Rosa, ya

odoh itu s

kita bebas

Dzaki. Rosa

biraan yang mengerikan. Aku merasa mual, tapi juga puas. Mereka pikir mereka telah m

saat, ada keraguan di matanya. Aku ingat tatapan matanya saat aku mengucapkan "Aku mencintaimu," dan "Aku menantikan

, bahkan dalam kematian. Ia pasti berpikir aku masih Gita y

ya menjadi lambang cinta, kini hanyalah pengingat akan kebohongannya. Aku akan

erdengar samar dari kejauhan, melalui jeri

tiba-tiba teringat akan "janji"nya untuk tidak melukaiku. Aku bisa memba

pisah dari kerumunan, berlari ke arah villa

i sana. Ia mengira ia telah membunuhku. Kini, ia akan merasakan bagaimana rasanya

a menghentikannya, menarik lengannya. Tapi Dzak

nnya, samar-samar, seperti jeritan

yang dipenuhi kepanikan, ketakutan, dan... penyesalan. B

e neraka untuk mencari hantu yang ia ciptakan. Ia yang selalu m

cukup. Aku tidak akan lagi

pada sopir, suar

tinggalkan di belakang. Aku akan pergi. Dan ketika aku ke

perih. "Gita! Gita!" teriaknya, suaranya serak. Ia mencari di antara api

uar, suaranya panik. "Kelua

merasa dunianya runtuh. Ia tidak ingin Gita mati. Tidak

ar jatuh. Dzaki terlempar ke belakang, terpental oleh puing-pu

uar dari kobaran api. Ia melawan, berteriak

nemukan sebuah boneka manekin yang hangus terbakar. Dan

lihat para pemadam kebakaran mengangkat sesuatu yan

in. Tidak m

ukkan simpati. "Kami menemukan ini di dekat... di dekat korban.

lamnya, sebuah cincin. Cincin yang ia berikan pada G

ah pergi. Aku sudah tahu semuanya. Rencanamu, keb

a lebih lanjut, setiap kata baga

nya? Kau percaya pada fitnahnya dan bersumpah akan membalas dendam pada

ner bayangan Rosa, atas permintaanmu. Aku mencintaimu deng

yang kau berikan kepadaku. Aku tidak lagi membutuhkanmu.

bersalah. Ini adalah karma yang adil. Aku har

tubuh hangus yang diangkat oleh petugas. Itu bukan Gita. Itu han

run. Ia telah membunuh Gita. Bukan secara fisik, tapi jiwanya. Ia t

dekat, wajah mereka pucat. Mereka juga

ebencian murni terpancar dari matanya. Ia telah mencintai Gita. Ia

suaranya dipenuhi k

alam itu. Dzaki jatuh berlutut, memeluk kotak kecil itu, meraung dalam kepedi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Takdirku Mati Dalam Api
Bukan Takdirku Mati Dalam Api
“"Kita akan mencampakkannya setelah koleksi musim panas selesai!" Tawa Dzaki, kekasihku selama tiga tahun, terdengar jelas dari balik pilar kapal pesiar, menghancurkan duniaku dalam sekejap. Ternyata, hubungan manis kami hanyalah skenario balas dendam demi Rosa, wanita yang memfitnahku mencuri desainnya. Tidak cukup hanya memanfaatkanku sebagai desainer bayangan, mereka memberiku obat yang merusak organ secara perlahan. Bahkan, mereka merencanakan kebakaran di sebuah villa untuk melenyapkan jejakku selamanya, seolah-olah itu kecelakaan tragis. Aku mendengar Dzaki setuju untuk "memberiku pelajaran" terakhir itu dengan dingin. Hatiku hancur berkeping-keping menyadari pria yang kucintai ternyata adalah monster yang ingin membunuhku. Tapi aku tidak akan mati semudah itu. Aku memalsukan kematianku di dalam kobaran api villa itu, meninggalkan cincin tunangan kami di samping mayat palsu, dan terbang ke Milan. Tiga tahun kemudian, aku kembali ke Jakarta sebagai Gia, desainer kelas dunia yang dingin dan tak tersentuh. Saat Dzaki menatapku di runway dengan wajah pucat pasi seperti melihat hantu, aku tersenyum miring. "Maaf, Tuan. Anda salah orang. Gita yang bodoh itu sudah Anda bunuh tiga tahun lalu." Permainan baru saja dimulai, Sayang.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 19