icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Takdirku Mati Dalam Api

Bab 7 

Jumlah Kata:769    |    Dirilis Pada: 10/12/2025

Hasan

n menyesal tel

mata kita." Suara Arbi terdengar renyah dari telepon Dzaki di balkon. Aku mendenga

ali ini lebih tegang. "Jangan sampai terjadi hal

"Kau ini kenapa? Bukankah dari awal kita ingin menghancurkannya? K

erat, seolah tercekik. Pertarungan b

terdengar manja namun penuh ancaman. "Kau sudah berjanji akan membuat Gita membayar atas apa y

inginkan. Dan kini, ia menggunakan "rahasia" itu untuk mengikat Dzaki. Rahasi

u bisa merasakan tekanan yang dira

dan penuh kekalahan. "Lakukan saja. Tapi

buah kemenangan kecil bagi mereka. Dan sebuah kekalahan tela

an khawatir, aku akan mengikutinya. Siapkan panggung terbaikmu." Aku mengirimnya ke Arbi, dari nomor dokter muda yang sempat kuken

imu hadiah ulang tahun." Suaranya terdengar manis, tapi matanya menyi

kataku. "Tapi aku ingin kau me

ipis. "Apa pun untukmu, sayang." Ia menga

asakan mobil melewati jalan-jalan yang sepi, jauh dari keramaian kota.

ku. "Kita sudah sampai. Tapi aku harus mengambil hadia

edikit bergetar. Ini adalah akting terbaikku.

setiap malam aku menangisinya, setiap kali ia pergi dengan Rosa, setiap kali ia mengabaikanku

sebentar lagi," katanya,

kataku lagi, suaraku diselimuti kesedi

gera kembali." Lalu, pintu tertutup di belakangn

mataku. Aku berada di dalam sebuah villa mewah yang kosong. Debu di mana-mana,

doh. Mereka pikir aku t

manusia, yang diam-diam kubawa. Aku juga membawa sebuah perekam suara keci

kutan, berteriak minta tolong, terdengar d

alah akhir dari permainan mere

anyak pintu rahasia. Aku tahu rencana mereka. Mereka akan membakar villa ini, de

"Kalian pikir kalian bisa menghancurkanku? Aku akan menun

melihat sebuah taksi yang sudah kupesan menunggu. Aku ma

r, melahap seluruh bangunan. Asap hitam membumbung tinggi ke langit. Aku melihat beberapa mobil mewah terparkir

lah pemandangan terbai

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Takdirku Mati Dalam Api
Bukan Takdirku Mati Dalam Api
“"Kita akan mencampakkannya setelah koleksi musim panas selesai!" Tawa Dzaki, kekasihku selama tiga tahun, terdengar jelas dari balik pilar kapal pesiar, menghancurkan duniaku dalam sekejap. Ternyata, hubungan manis kami hanyalah skenario balas dendam demi Rosa, wanita yang memfitnahku mencuri desainnya. Tidak cukup hanya memanfaatkanku sebagai desainer bayangan, mereka memberiku obat yang merusak organ secara perlahan. Bahkan, mereka merencanakan kebakaran di sebuah villa untuk melenyapkan jejakku selamanya, seolah-olah itu kecelakaan tragis. Aku mendengar Dzaki setuju untuk "memberiku pelajaran" terakhir itu dengan dingin. Hatiku hancur berkeping-keping menyadari pria yang kucintai ternyata adalah monster yang ingin membunuhku. Tapi aku tidak akan mati semudah itu. Aku memalsukan kematianku di dalam kobaran api villa itu, meninggalkan cincin tunangan kami di samping mayat palsu, dan terbang ke Milan. Tiga tahun kemudian, aku kembali ke Jakarta sebagai Gia, desainer kelas dunia yang dingin dan tak tersentuh. Saat Dzaki menatapku di runway dengan wajah pucat pasi seperti melihat hantu, aku tersenyum miring. "Maaf, Tuan. Anda salah orang. Gita yang bodoh itu sudah Anda bunuh tiga tahun lalu." Permainan baru saja dimulai, Sayang.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 19