icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Takdirku Mati Dalam Api

Bab 3 

Jumlah Kata:899    |    Dirilis Pada: 10/12/2025

Hasan

da diri sendiri, "Kau akan tah

tnya, memenangkan manipulasi terbesarnya. Ia membukakan pintu mobil untukku, dengan senyum menawan yang kini teras

Lampu berkedip-kedip, musik menghentak, dan aroma alkohol serta parfum mahal bercampur aduk. Aku men

aja ia menangkan. Tangannya hangat, tapi aku merasakan dingin yang menusuk dari dalam. Aku mem

, dikelilingi teman-teman sosialitanya, tertawa manja. Gaunnya berkilauan, wajahnya d

ya. Aku ingat bagaimana ia memfitnahku mencuri portofolionya, bagaimana ia menangis di depan Dzaki, seolah aku adalah penjahatnya. Dan Dzaki, yang buta karena k

mengejek di sana, seolah berkata, "Lihat? Kau tidak pernah bisa menang melawanku." Napas ku terc

berjalan menghampiri Rosa, yang langsung memeluknya manja. Mereka berbisik-bisik,

a orang. Teman masa kecil, pewaris konglomerat dan model pap

i kudengar menertawaiku. Arbi, si playboy, dengan seringai di wajahnya. Da

menyodorkan segelas alkohol p

eng. "Aku t

n, Rita, menyenggolku. "Malam ini kan spesi

ang menusuk. Mereka tahu. M

ak," suaraku me

ai berani sekarang. Mu

a menahan diri, tapi tubuhku limbung. Dan dalam sekejap, aku merasa jatuh. Bukan di lantai

ukaan, tapi tubuhku terasa berat. Suara musik yang menghentak kini berubah menjadi dengungan di telin

i kabur. Wajah-wajah di atas sana tampak seperti siluet yang menari-nari. Aku melihat Dzaki, ia

tubuhku melayang, kesadaranku memudar. I

merasakan perih di tenggorokanku. Aku berada di ranjang rumah

ng dibuat-buat. Ia duduk di samping ranjang, memegan

nku. "Bagaimana a

am. Aku menyelamatkanmu."

Aku tahu. Aku melihatnya ber

kataku, me

a padaku. Aku meminumnya. Setelah itu, ia memberiku

alaku terasa berat, dan tidak la

merasa tubuhku panas, kepalaku pusing. Ada yang tidak beres. Aku

er memeriksa. Wajahnya terlihat serius. "Nona,

bar. Keracunan

ku dengan ekspresi syok. "Ini... ini bukan penenang biasa. Ini adalah dosis

Ini pasti perbuatan Dz

h notifikasi grup chat. Aku membuka

a mati! Kerja

yang se

ngira itu pen

kematian si

nti obatnya

mua ada di sana. Dan aku. Aku juga ada di dalam grup itu

arget yang sedang membaca r

i adalah pembunuhan. Dan aku

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Takdirku Mati Dalam Api
Bukan Takdirku Mati Dalam Api
“"Kita akan mencampakkannya setelah koleksi musim panas selesai!" Tawa Dzaki, kekasihku selama tiga tahun, terdengar jelas dari balik pilar kapal pesiar, menghancurkan duniaku dalam sekejap. Ternyata, hubungan manis kami hanyalah skenario balas dendam demi Rosa, wanita yang memfitnahku mencuri desainnya. Tidak cukup hanya memanfaatkanku sebagai desainer bayangan, mereka memberiku obat yang merusak organ secara perlahan. Bahkan, mereka merencanakan kebakaran di sebuah villa untuk melenyapkan jejakku selamanya, seolah-olah itu kecelakaan tragis. Aku mendengar Dzaki setuju untuk "memberiku pelajaran" terakhir itu dengan dingin. Hatiku hancur berkeping-keping menyadari pria yang kucintai ternyata adalah monster yang ingin membunuhku. Tapi aku tidak akan mati semudah itu. Aku memalsukan kematianku di dalam kobaran api villa itu, meninggalkan cincin tunangan kami di samping mayat palsu, dan terbang ke Milan. Tiga tahun kemudian, aku kembali ke Jakarta sebagai Gia, desainer kelas dunia yang dingin dan tak tersentuh. Saat Dzaki menatapku di runway dengan wajah pucat pasi seperti melihat hantu, aku tersenyum miring. "Maaf, Tuan. Anda salah orang. Gita yang bodoh itu sudah Anda bunuh tiga tahun lalu." Permainan baru saja dimulai, Sayang.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 19