icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Takdirku Mati Dalam Api

Bab 5 

Jumlah Kata:1008    |    Dirilis Pada: 10/12/2025

Hasan

a terdengar, tegas dan dingi

anya. Tapi mendengarnya langsung dari bibirnya, setelah semua yang ia lakukan, tetap saj

ro," kata Arbi, tawanya kembali. "Kit

h pertarungan yang terjadi di dalam diri Dzaki, antara misi balas dendamnya

ih keras, seolah mencoba meyakinkan dirinya sendiri. "Aku hanya...

u mati? Setelah memberiku racun dan

nya menggoda. "Rosa yang dulunya kau anggap adik, ya

lik pintu, betapa beratnya baginya untuk mengakui itu. S

suaranya serak. "

. Segala harapan kecil yang mungkin masih tersisa di sudut terdalam hatiku, kini musnah. Aku tidak l

hnya terlihat lelah, matanya memerah. Ia berjalan ke arahku, menatapku yang pura-pura terlelap. Wajahny

tu dulu adalah surga bagiku. Kini, terasa seperti api neraka ya

ju jendela, menyalakan sebatang rokok. Aku mendengar embusan napas beratnya. Asap r

h tirai. Dzaki masih di sana, membelakangiku, memandan

, tanpa menoleh. Suaranya terdeng

nya memalingkan wajah,

membacakan buku untukku. Sebuah tindakan yang aneh, mengingat aku tahu ia mencoba membunuhku. Aku mengikuti p

Rosa. Ia pasti sedang menenangkan Rosa. Aku ingat bagaimana dulu, ia juga sering melakukan hal yang sama. Mengambil telepon di luar, berbicara

dari sandiwara. Menunggu aku pulih, lalu entah apa lagi yang akan ia lakukan.

rambut hitam legam dan mata yang ramah. Ia tersenyum padaku.

enangkap rona merah di p

baru?"

di sini. Dokter utama Anda sedang cuti, jadi

eluarkan selembar kertas dari sakunya. "Maaf, Nona Gita. Tapi... bisakah

menolak. Tapi kemudian, sebuah ide melintas di benakk

tersenyum tipis.

ngan cepat menyerahkan pons

ri di sana, matanya tajam, rahangnya mengeras. I

n?" tanyanya, suaran

jak kaget. "Maaf, Tuan

ndekati pasienku lagi, aku akan memastikan kau t

af berkali-kali, lalu bergegas keluar dari kamar

"Apa-apaan tadi itu?" tanyanya, suaranya masih

kosong. "Ada apa denganmu, D

gin ada pria lain me

yang kau inginkan? Agar aku hancur dan ke

ahu bagaimana menjawabnya. Aku tahu ia sedang berjuang dengan dirinya s

akan lagi menja

ungkin. "Kau bilang ingin mencampakkanku, tapi kau tidak ingi

a menatapnya balik, tanpa emosi. Aku tidak akan memberin

pi kata-katanya terceka

edang berjuang. Tapi aku tidak akan lagi memberinya ruang. Ini

g. Aku harus memanfaatkannya. Memanfaatka

kataku, memotong ucapanny

ya masih campur aduk. "

pis. "Atau mungkin, kau ingin menjadi asisten prib

urna. Aku telah menjatuhkan umpan. Seka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Takdirku Mati Dalam Api
Bukan Takdirku Mati Dalam Api
“"Kita akan mencampakkannya setelah koleksi musim panas selesai!" Tawa Dzaki, kekasihku selama tiga tahun, terdengar jelas dari balik pilar kapal pesiar, menghancurkan duniaku dalam sekejap. Ternyata, hubungan manis kami hanyalah skenario balas dendam demi Rosa, wanita yang memfitnahku mencuri desainnya. Tidak cukup hanya memanfaatkanku sebagai desainer bayangan, mereka memberiku obat yang merusak organ secara perlahan. Bahkan, mereka merencanakan kebakaran di sebuah villa untuk melenyapkan jejakku selamanya, seolah-olah itu kecelakaan tragis. Aku mendengar Dzaki setuju untuk "memberiku pelajaran" terakhir itu dengan dingin. Hatiku hancur berkeping-keping menyadari pria yang kucintai ternyata adalah monster yang ingin membunuhku. Tapi aku tidak akan mati semudah itu. Aku memalsukan kematianku di dalam kobaran api villa itu, meninggalkan cincin tunangan kami di samping mayat palsu, dan terbang ke Milan. Tiga tahun kemudian, aku kembali ke Jakarta sebagai Gia, desainer kelas dunia yang dingin dan tak tersentuh. Saat Dzaki menatapku di runway dengan wajah pucat pasi seperti melihat hantu, aku tersenyum miring. "Maaf, Tuan. Anda salah orang. Gita yang bodoh itu sudah Anda bunuh tiga tahun lalu." Permainan baru saja dimulai, Sayang.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 19