icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jauhkan kain putih itu Dariku

Bab 3 Chapter 3 Kain Jarik Jenazah

Jumlah Kata:1014    |    Dirilis Pada: 02/06/2024

it sarapan untuk mengganjal perutnya, Alana melajukan kendaraannya menuju ka

n judul kepada petugas administrasi. "Pak Danang, kira-kira berkas pengajuan judul ini

mu sudah selesai, sudah pasti ada di depan situ, sama berkas pengajuan judul mahasiswa yang lain,"

karena ada kegiatan atau rapat

ni," ucap Alana dia pergi menjauh dari loket jurus

rumah Alana sepi, dia mencari ibunya ke belakang, tapi dia tidak menemukannya. Dia mengeluarkan

lek sebelah, kemarin anaknya mening

lana segera menyusul ibu ke sana. Assalamu'alaik

Rasmi, banyak warga yang sudah berada di sana. Alana berjalan di te

tanya Ibu Alana, menepuk pun

di mana Bu, apakah sudah dikafani?" ucap Alana berb

almarhum. Kabarnya kakaknya yang ditunggu itu kakaknya yang sedang menempuh pendi

ah-tengah keramaian itu berbaring jenazah anaknya Bu

an kecil sambil membungkukkan tubuhnya di tengah

megang kepalanya, pandangannya berkunang-kunang, mendadak wajahnya pucat pasi, seakan semua energi Alana terserap habis oleh kain jarik yang disentuhnya.

kenapa?" ucap ibunya samb

tahlilan membopong Alana ke ruangan yang lebih leluasa, agar Alana bisa me

u Rasmi, kemudian digosoknya kaki anaknya dibantu ibu-ibu yang melayat. Ibunya mengoleskan minyak kayu putih di hidung

dar Nak, kamu kenapa Alana?" tanya ibun

bangkit dari posisi tidurnya. "Alana mau pulang Bu, Alana mau istirahat di ru

au pamit dulu sama Bu Rasmi dan mengambil baskom ibu," ucap ibunya sambi

g balik dulu Bu, biar Alana istirahat di rumah aja," ucap ibu Ala

aik, terimakasih atas kunjungannya Bu,

u yang menerima beras melayat. "Bu,

n baskom Ibu Alana. "Terimakasih Bu, h

ngan Alana berada, dan memapa

Bu. Ayok Bu cepat, Alana mau pulang," ucap Alana

emas, tak ingin berlama-lama, Alana langsung berjalan menjauh dari pusat keramaian me

elakang pintu kamar Alana di mana

g ibu jemur di luar," ucap

cap Alana dia berjalan menuju tempat tidur, dan membaringkan ba

ngapa setiap ada kain putih di sekitar aku, energi aku terasa terserap habis, apa kait

rlihat sedang memasak untuk makan mala

a baru saja ban

ng, nanti waktu asar keburu habis," ucap ibu

uduk di kursi makan, sambil memegan

a berwarna putih yang tergantung di gantungan mukena, pikirannya masih tidak karuan, firasatnya sangat kuat bahwa penyebab ko

berada di dalam kamar, Alana berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badan. D

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jauhkan kain putih itu Dariku
Jauhkan kain putih itu Dariku
“Alana terlonjak dari tidurnya, tersebab mimpi buruk yang di alaminya, napasnya terengah-engah tubuhnya gemetar, matanya tertuju pada kain warna putih yang tergantung di sudut kamarnya, keringat dingin mengucur deras dari pelipisnya. Selama kain putih itu berada di sekelilingnya, masih berada dalam jangkauan pandangan matanya, maka bukan hanya mimpi buruk yang akan menimpa Alana, berbagai kejadian di luar nalar akan terjadi kepada Alana. Alana selalu berusaha, bagaimanapun caranya, kain warna putih itu, tidak boleh berada di sisinya, meskipun bagi sebagian orang, kain berwarna putih memiliki warna yang baik, namun bagi Alana, kain berwarna putih adalah suatu mimpi buruk bagi kehidupannya.”
1 Bab 1 Chapter 1 Mimpi Buruk2 Bab 2 Chapter 2 Jangan Katakan Tunggu di Tikungan3 Bab 3 Chapter 3 Kain Jarik Jenazah4 Bab 4 Chapter 4 Sandikala di Waktu Maghrib5 Bab 5 Chapter 5 Gedung informatika6 Bab 6 Hantu penunggu Gudang7 Bab 7 Suara Tangisan Bayi8 Bab 8 Kerasukan9 Bab 9 Mengobati Alana10 Bab 10 Membuat Janji Temu11 Bab 11 Terungkap12 Bab 12 Dibawa ke Rumah Sakit13 Bab 13 Kesibukan Bapak14 Bab 14 Menjenguk Kak Alana15 Bab 15 Keluar Dari Rumah Sakit16 Bab 16 Bertemu pak Rahman