icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jauhkan kain putih itu Dariku

Bab 2 Chapter 2 Jangan Katakan Tunggu di Tikungan

Jumlah Kata:1079    |    Dirilis Pada: 02/06/2024

-turut suara itu terdengar keras dari luar kamar Alana, karena merasa takut, Ala

lisah sebab mimpi buruk yang kamu alami. Jangan terlau di pikirkan,"ucap ib

shb

s untuk mengikuti kelas design, dosen menjelaskan ma

loket administrasi kampus. Kumpulkan tugas kalian kepada Pak Danang, jika lewat jam 10 malam atau kalian kumpulkan esok pagi, maka tug

uu

sekelasnya sibuk mengerjakan tugas, mereka tidak mau jika dianggap tidak mengerjakan tug

inistrasi. Alana segera berjalan membawa tugasnya menuju loket administrasi bersama temannya Lara, lampu lorong sudah dimatikan, kampus sangat sepi yang membuat kesan horror makin t

t malam segera membukakan gerbang untuk mereka. "Terimakasih, Pak," ucap Alana

ikungan jalan kampusnya. Lara sudah lebih dulu mengendarai motornya, dia terlihat melajukan motornya dengan kecepa

ntuk mengejar Alana, tiba-tiba suara tangis bayi terdengar

k!

. Dari spion motornya dia melihat sesuatu terbang di atasnya, sesosok wanita bergaun putih, yang tiba-tiba saja menghilang dari spion. Sesaat setelah itu, tiba-tiba saja kedua belah punda

alam kondisi seperti ini seolah bacaan yang ada di otaknya hilang begitu saja, dia lekas melafadzkan tak

an dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznih. Ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syai-im mi

an raya lebih ramai jika dibandingkan jalanan beraspal menuju kampusnya. Alana terus mengendarai motornya men

di sini Citra?" tanya Ala

i rumah sakit," jawab Citra, dia menaiki jok belakang motor Alana. "T

ada mamang bakso masih keliling jam setengah 11 seperti ini?" ucap Alana menancap

gkal di depan lapangan bulutangkis di depan sana

tra sudah turun dari motor Alana. Dia gegas melajukan motornya menuju

melalui pintu belakang rumahnya. Untuk yang kedua kalinya Alana merasakan pu

g," ucap Alana sambil menekan sto

ng dari kampus jangan kelayapan, kamu itu perempuan Alana, tidak baik pere

as yang mengharuskan Alana untuk pulang jam 10 malam. Alana harus mengerjakannya ma

mahasiswa dipulangkan jam 10

, dia termasuk dosen killer di kampu

ikuti kamu di kampus atau mungkin di perjalanan. Makan malan sudah ada di meja makan, setelah makan langsung tidur,

. Dia gegas mengambil piring, satu sendok nasi dari bakul berpindah dengan cepat ke piring Alana, tidak beberapa lam

ya seraya menaiki tangga dar

amar mandi untuk berwudhu sebelum ti

*

, lalu masuk ke dalam kamar untuk mengambil h

angkat ke kampus," ucap Alana dia mas

salahnya deheman itu terdengar sangat jelas di teling

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jauhkan kain putih itu Dariku
Jauhkan kain putih itu Dariku
“Alana terlonjak dari tidurnya, tersebab mimpi buruk yang di alaminya, napasnya terengah-engah tubuhnya gemetar, matanya tertuju pada kain warna putih yang tergantung di sudut kamarnya, keringat dingin mengucur deras dari pelipisnya. Selama kain putih itu berada di sekelilingnya, masih berada dalam jangkauan pandangan matanya, maka bukan hanya mimpi buruk yang akan menimpa Alana, berbagai kejadian di luar nalar akan terjadi kepada Alana. Alana selalu berusaha, bagaimanapun caranya, kain warna putih itu, tidak boleh berada di sisinya, meskipun bagi sebagian orang, kain berwarna putih memiliki warna yang baik, namun bagi Alana, kain berwarna putih adalah suatu mimpi buruk bagi kehidupannya.”
1 Bab 1 Chapter 1 Mimpi Buruk2 Bab 2 Chapter 2 Jangan Katakan Tunggu di Tikungan3 Bab 3 Chapter 3 Kain Jarik Jenazah4 Bab 4 Chapter 4 Sandikala di Waktu Maghrib5 Bab 5 Chapter 5 Gedung informatika6 Bab 6 Hantu penunggu Gudang7 Bab 7 Suara Tangisan Bayi8 Bab 8 Kerasukan9 Bab 9 Mengobati Alana10 Bab 10 Membuat Janji Temu11 Bab 11 Terungkap12 Bab 12 Dibawa ke Rumah Sakit13 Bab 13 Kesibukan Bapak14 Bab 14 Menjenguk Kak Alana15 Bab 15 Keluar Dari Rumah Sakit16 Bab 16 Bertemu pak Rahman