icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jauhkan kain putih itu Dariku

Bab 5 Chapter 5 Gedung informatika

Jumlah Kata:1008    |    Dirilis Pada: 02/06/2024

ebelumnya, sekarang Qiara di mana?"

, dia lanjut mengerjakan tugas se

Qiara mengenai keadaan anaknya. "Memang apa yang sudah terjadi kepada A

a mengangkat cucian di samping rumah, waktu bapak lagi s

*

ari ke

ihat sedang bersiap-siap untuk pergi ke r

ah sibuk gitu," ucap Alana ya

lana, ibu mau bantu Bu Rasmi untuk acara tahlilan

ati," ucap Alana kem

bersama Citra yang rencananya akan pulang hari ini dari rumah keluarganya

ut, tu

muncul di layar ponsel Alana

ut, tu

aikum, Citra

," jawab Citra dar

pengajuan judul di loket jurusan, kam

tapi kalau pagi aku nggak bisa, soalnya aku pulang dari ru

pagi ini, aku harus ikut ibu ke acara tiga ha

re nanti aku teme

ntu dan jendela di rumah, karena saat ini yang ada di rumah cuma dia saja. Kedua adiknya, sedang bersekolah, sem

anaknya Bu Rasmi,' ucapnya dalam hati. Dia berjalan menuju beberapa

ya, ayok bareng ibu aja,

sana, jadi saya menyusul," ucapnya sambil

uh dari rumah Alana. Setelah melewati tiga gang Alana sampai di

ng daging juga," ucap ibunya yang sedang berkerumu

lana kupas," ucap Alana mengam

gelincir dan masuk waktu asar, Alana pamit kepada ibunya untuk pulang lebih dulu,

rkan uang seratus ribuan dari dalam dompe

ngkat. Assalamu'al

ussalam," j

u untuk menunaikan salat asar. Setelah bersiap-siap dia menghubungi Citra, un

h Citra. Di depan gerbang, Citra sudah menunggunya dengan pakaia

aik,"

ang motor Alana. "Sudah

capnya membetu

dia segera memarkirkan motornya, dan berjalan menuju loket jurusan. "Alana, seles

au ketemu Kak Heri sebentar untuk mem

" ucap Citra yang sedan

mereka bersepakat untuk ketemu jam delapan malam di gedung inform

epannya, hingga akhirnya dia menemukan berkas pengajuan judulnya di

melihat jam di pergelangan tangannya menunjukkan tep

jam delapan malam," ucap Alana sambi

ai keluar dari dalam kelas. Sekitar jam delapan lewat, kak Heri datang menuju Alana. "

aku mau pulang sedari tadi, tapi karena sudah janjian sama Kak Her

penguji untuk meminta tanda tangan, taulah k

besok kita sambung lagi obrolannya. Lana nggak enak sama Citra, sudah buat dia nunggu sampai

ian hati-hati

dari gudang belakang membuat mereka terkejut. "Suara

enarik tangan Alana.

ka melihat Pak Hasan yang sedang tidak sadar kan diri. Heri menggoyangkan tubuh Pak Has

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jauhkan kain putih itu Dariku
Jauhkan kain putih itu Dariku
“Alana terlonjak dari tidurnya, tersebab mimpi buruk yang di alaminya, napasnya terengah-engah tubuhnya gemetar, matanya tertuju pada kain warna putih yang tergantung di sudut kamarnya, keringat dingin mengucur deras dari pelipisnya. Selama kain putih itu berada di sekelilingnya, masih berada dalam jangkauan pandangan matanya, maka bukan hanya mimpi buruk yang akan menimpa Alana, berbagai kejadian di luar nalar akan terjadi kepada Alana. Alana selalu berusaha, bagaimanapun caranya, kain warna putih itu, tidak boleh berada di sisinya, meskipun bagi sebagian orang, kain berwarna putih memiliki warna yang baik, namun bagi Alana, kain berwarna putih adalah suatu mimpi buruk bagi kehidupannya.”
1 Bab 1 Chapter 1 Mimpi Buruk2 Bab 2 Chapter 2 Jangan Katakan Tunggu di Tikungan3 Bab 3 Chapter 3 Kain Jarik Jenazah4 Bab 4 Chapter 4 Sandikala di Waktu Maghrib5 Bab 5 Chapter 5 Gedung informatika6 Bab 6 Hantu penunggu Gudang7 Bab 7 Suara Tangisan Bayi8 Bab 8 Kerasukan9 Bab 9 Mengobati Alana10 Bab 10 Membuat Janji Temu11 Bab 11 Terungkap12 Bab 12 Dibawa ke Rumah Sakit13 Bab 13 Kesibukan Bapak14 Bab 14 Menjenguk Kak Alana15 Bab 15 Keluar Dari Rumah Sakit16 Bab 16 Bertemu pak Rahman