icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jauhkan kain putih itu Dariku

Bab 4 Chapter 4 Sandikala di Waktu Maghrib

Jumlah Kata:1011    |    Dirilis Pada: 02/06/2024

ri kamar mencari ibunya. Dia menyisir seluruh ruangan, termasuk ke d

gkat bu?" ucap Alana semba

ara yang sedang duduk di ruang tam

bu lupa ya?" ucap Alana memperhatikan adi

mbil jahitan di toko yang ada di seberang jalan,

l jahitan? Ya sudah cuciannya biar kakak saja yang angkat,"

Sementara hari yang cerah mulai berganti dengan gelapnya malam, dia mengambil cucian yang ada di samping rumahnya. S

ng kain berwarna putih tampak

gkah kakinya terasa berat, sekali lagi bulu kuduknya meremang, badannya mulai terasa lemas, jantungnya berdebar dan perutnya

embalik, semua cucian yang di bawanya terlepas begitu saj

aknya sedang bertingkah Aneh, yang membuatnya sangat ketakutan adalah di saat Alana mena

ak di halaman! Hu-hu-hu," ucap Qiara

lah, Alana apa yang sedang terjadi sama kamu Nak," ucap Bapak Alana, dia memegang tubuh

k Alana dia mengusap wajah Alana samb

u ke kamarnya, dan membaringkannya di tempat tidur. Qiara yang sedari tadi mengikuti dari

a?" tanya Qiara dia te

sandikala. Banyak makhluk halus yang berkel

tanya Alana yang sudah

el dijemput temannya kak Dion untuk main futsal di

mengerjakan tugasnya. Qiara bergegas turun dan melihat panggilan

m, Qia," ucap ib

ssalam iya B

t Surya Kencana depan Jalan Raya, saat ini sudah maghri

g Qia beritahu

'alaikum,

nutup panggilan telepon dan kembali men

jemput ibu di toko jahit Surya Kencana," ucap Qia dari

, lalu menuju motor yang terparkir di depan rumah, segera bapak menyal

tkan mengerjakan tugas yang sempat tertunda karena kejadian yang menimpa Alana, dia berjalan menuju pintu depan dan m

Tok,

gintip dari kaca pintu berbentuk segi empat di tengahnya. Setelah melihat Adzriel yan

a bapak di mana, kenapa sepi sekali?" uc

, bapak lagi jemput ibu di toko. Takut kalau sampai a

i Qia, kalau tengah malam mungkin

uma berdua sama Kak Alana, lebih baik p

riel sudah keringatan daritadi," ucap Adzriel sembari berjalan menuju dapur mengambil ai

n Qia, bapak segera menyimpan motornya di pelataran rumah, dan segera menggemboknya. "Kak Adzriel sudah

ucap ibu kepada Qia, ibunya ba

sekolah Bu, Kak Adzriel juga baru pulang mai

riak di halaman sewaktu mengambil cucian di samping," ucap Qia

a, astagfirullah. Sekarang

ya, Bu," j

k Alana sedang menunaikan sholat maghrib. "Assalamu'alaikum warahmatullah", A

ana?" Bapaknya mengambil d

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jauhkan kain putih itu Dariku
Jauhkan kain putih itu Dariku
“Alana terlonjak dari tidurnya, tersebab mimpi buruk yang di alaminya, napasnya terengah-engah tubuhnya gemetar, matanya tertuju pada kain warna putih yang tergantung di sudut kamarnya, keringat dingin mengucur deras dari pelipisnya. Selama kain putih itu berada di sekelilingnya, masih berada dalam jangkauan pandangan matanya, maka bukan hanya mimpi buruk yang akan menimpa Alana, berbagai kejadian di luar nalar akan terjadi kepada Alana. Alana selalu berusaha, bagaimanapun caranya, kain warna putih itu, tidak boleh berada di sisinya, meskipun bagi sebagian orang, kain berwarna putih memiliki warna yang baik, namun bagi Alana, kain berwarna putih adalah suatu mimpi buruk bagi kehidupannya.”
1 Bab 1 Chapter 1 Mimpi Buruk2 Bab 2 Chapter 2 Jangan Katakan Tunggu di Tikungan3 Bab 3 Chapter 3 Kain Jarik Jenazah4 Bab 4 Chapter 4 Sandikala di Waktu Maghrib5 Bab 5 Chapter 5 Gedung informatika6 Bab 6 Hantu penunggu Gudang7 Bab 7 Suara Tangisan Bayi8 Bab 8 Kerasukan9 Bab 9 Mengobati Alana10 Bab 10 Membuat Janji Temu11 Bab 11 Terungkap12 Bab 12 Dibawa ke Rumah Sakit13 Bab 13 Kesibukan Bapak14 Bab 14 Menjenguk Kak Alana15 Bab 15 Keluar Dari Rumah Sakit16 Bab 16 Bertemu pak Rahman