icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Bab 7 Pertemuan Keluarga Adhyatsa dan Manggala

Jumlah Kata:1049    |    Dirilis Pada: 24/11/2023

ilihannya. Dia tidak sama denganmu yang mau memperjuangkanku dulu. Revan memilih perusahaan demi ribuan karyawa

adalah gadis yang disukai Revan sejak mereka masih remaja dulu. Keberuntungan sama

rumah sakit. Ia kini menjadi sosok yang murung. Sama sekali tidak ada gairah untuk

at prihatin dengan keadaan Mayang. Tidak ada yang berani mendekat atau pun be

membuat Mayang bertambah depresi. Dokter yang merawatnya mengatakan jika gadis berkulit putih yang kini me

a tumis daun singkong dan tempe goreng juga sambal," ajak Yani sambil m

u permisi ke kamar dulu, ya," pamit Mayang

dirinya sendiri saat ini. Mata indah itu menatap pada kunci rumah dan sertifikat

a. Ia tidak punya nyali sama sekali untuk datang ke rumah Revan dan mengembalikan dua benda itu. Bunda Rev

ni adalah jadwal rencana pertemuan keluarga Haris dengan Adhyatsa. Entah mengapa Mayang yang

--putri tunggal mereka. Andhara beberapa waktu yang lalu sudah pasrah dengan rencana perjo

sti Nak Andhara, ya? Cantik sekali," kata Adhyatsa dengan

l saja Ara." Andhara mencium ta

buat mereka saling mengenal satu dengan yang lainnya. Hal yang membedakan adalah Manggala grup s

. Tuan Manggala dan keluarga sudah datang." Ad

k setelah menyuguhkan minuman dan pada

ah ini. Mereka merasa miris dan tidak menyukai Adhyatsa dan hendak membatalkan perjodohan

nyuguhkan makanan dan minuman ini? Apa di rumah ini ti

ikah. Bukan tidak ada pembantu, mereka sedang istirahat saat ini di belakang. Murni sendiri y

ulu selalu baik hati kepada siapa pun." Inama memuj

atsa. Matanya saat tertuju pada sosok yanh baru saja datang. Dia adalah Revan Adhyatsa

ta Adhyatsa saat melihat

debat dengan sang bunda. Revan tidak mau menemui keluarga Manggala

an tangan ke arah putri

b pertama pada sosok gagah dan tampan satu ini. Ara membalas ul

ya Ara," jawab gadis manis dan

rismatik dan sangat memesona. Tentu saja ia tidak akan menolak

itu. Nomornya juga sepertinya tidak aktif, karena pesannya hanya centang satu sejak dua har

ang berbicara hal yang sangat serius." H

rsenyum sambil sesekali me

gan Tuan Haris. Ia hanya akan membuka suara ketika ditanya sa

langsungkan kapan?" tanya Adhyatsa saat me

a pilihan hari dan segala tata caranya Pak Adhyatsa sudah pah

yang tidak diinginkan saat ini," jawab Adhyatsa dengan

saja." Pak Haris menatap putri tun

gankan menolak, memberikan pendapatnya saja tidak akan diterima oleh si tua bangka yang kini se

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)
“Tubuh Ara gemetar sangat hebat saat kata talak keluar begitu saja dari mulut Revan, suaminya. Mata laki-laki itu memerah sempurna saat ini. Menandakan amarahnya belum kunjung reda. Pertengkaran mereka dipicu kesalahpahaman dan Revan tidak mau mendengar penjelasan Ara terlebih dahulu. "Kamu! Meskipun kaya dan cantik, aku tidak akan sudi menyentuh wanita hina sepertimu. Talak adalah cara terbaik agar aku dijauhkan dari manusia jahat sepertimu! Kamu pasti iri dengan kehamilan Mayang 'kan? Kamu juga iri karena aku belum pernah menyentuhmu sama sekali selama kita menikah!" Revan sangat marah saat ini. "Ma-mas ... itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Dengarkanlah penjelasan aku. Aku sama sekali tidak tahu tentang obat itu!" Ara menjerit penuh kesakitan saat mengatakan pada Revan. Semua terjadi begitu saja. Mayang kini terbaring di rumah sakit karena pendarahan hebat. Ara sama sekali tidak tahu dengan obat yang ditemukan di kamar miliknya oleh Revan. Ia bahkan sama sekali belum pernah melihatnya. Botol obat itu sangat asing baginya. "Aku akan mengurus perceraian ini. Aku tidak lagi peduli jika keluargamu mengambil saham dan menarik semua kerja sama itu. Yang pasti kamu akan berurusan dengan polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Rasa iri dan dengki kamu membuat kamu lupa diri. Aku semakin tidak bisa menerima kehadiranmu saat ini. Kamu tahu, Mayang lebih baik dari kamu. Dia yang selalu8 memintaku untuk bersama kamu. Aku jijik saat bersamamu, hanya demi melihat senyum di wajahnya aku terpaksa setuju. Jangan dulu besar kepala saat aku berusaha bersama denganmu!" Revan menyakiti hati Ara dengan kejam. Ara terhuyung ke belakang. Tubuhnya hampir saja roboh jika Bik Ijah tidak membantunya berdiri. Air mata itu terus mengalir deras pada pipi mulusnya. Sungguh, ia tidak pernah menyangka jika Revan mengatakan hal sangat menyakiti hatinya saat ini. Pengorbanannya hanyalah sia-sia saat ini. Lalu, siapakah dalang dibalik keguguran yang dialami oleh Mayang? Akankah Ara kembali memaafkan Revan setelah tahu fakta yang sebenarnya terjadi? Bagaimanakah kehidupan rumah tangga mereka bertiga setelah fakta dan kebenaran itu mendadak muncul?”