icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Bab 5 Kita Berpisah, May!

Jumlah Kata:1088    |    Dirilis Pada: 24/11/2023

afe dengan gaya tradisional khas sunda. Sepi, tetapi suasananya sangat nyaman. Seperti sedang bera

h kamu simpan?" tanya Revan sambil me

dengan May." Mayang mengulas senyu

arah Mayang yang makan dengan lahap. Revan tahu, Mayang sangat jarang bisa m

r aja kok." Mayang berdiri dan segera menu

utuskan hubungan secara sepihak dengan Mayang. Gadis itu sangat baik

gatakannya dengan nada sendu dan memang sangat be

obrolnya." Mayang sengaja menyela ucapan

Mayang akan nyaman bersandar pada lengan kekasihnya itu. Lengan kokoh yang selalu me

leh Kakek." Pelan, tetapi pasti Mayang bangkit dari sandarannya itu

enanggapi sikap Revan yang sejak

keluarga. Maaf, aku tahu ini sangat menyakitkan. Aku pun juga sakit dengan kenyataan ini. Carila

nya. Semudah itu memutuskan hubungan ini? Akan tetap

an Besar Adhyatsa. Akan tetapi, cinta membuatnya yakin pada hubungan yang ditawarka

angat menolak keras hubungan cucu laki-lakinya dengan anak pembantu. Tidak

ku mengenalnya?" tanya Mayang

karena ...." Revan harus memilih kata-kata yang tepat agar Mayang pe

mbil mengusap air mata yang d

ilang. Ah ... bukan cinta Mayang, tetapi Revan. Meski Revan mengatakan dijodohkan, tetapi

an sengaja berbohong pada Mayang karena hanya itu satu-satunya cara agar Mayang membencinya. "Jadi rumah ini

harga yang sangat mahal. Hasil tabungan Revan. Laki-laki itu

arilah laki-laki yang sangat mencintaimu. Kamu cantik, pasti akan banyak laki-laki yang jatuh hat

ri kota ini. Tak sanggup rasanya terus bersama dengan Mayang. Ia memil

t melihat galeri ponselnya yang kosong. Rupanya Revan menghapus semua foto mereka berdua. M

berpisah dengannya. Gadis berkulit putih itu segera bangkit dan mengusap air

an satu tempat indekosnya saat Mayang

ari ini." Mayang menjawab dengan dingin

r hancur karena diputuskan secara sepihak oleh Revan. Mayang mencoba membuka ap

Mayang. Nomor kekasihnya sudah tidak ada fotonya lagi. Mayang m

. Semua temannya sangat khawatir dengan keadaan Mayang saat ini. Hingga pemilik indekos me

uar biasa tinggi. Saya ga mau ambil risiko s

milik pemilik indekos ini. Mayang masih belum sadarkan diri. Tidak satu

ya juga kalo sakit pasti minta tolong ke aku buat belikan obat atau minyak kayu putih. Dua hari yang lalu kayaknya ada

Ambil ponsel Mayang dan telepon dia!

kali ini kondisi Mayang sangat memprihatinkan. Dua hari sama sekali tidak keluar. Y

Revan, apa dihapus sama Mayang atau ganti na

n biasanya akan ada kata-kata roman

usnya yang menanyakan ketidakhadirannya bimbin

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)
“Tubuh Ara gemetar sangat hebat saat kata talak keluar begitu saja dari mulut Revan, suaminya. Mata laki-laki itu memerah sempurna saat ini. Menandakan amarahnya belum kunjung reda. Pertengkaran mereka dipicu kesalahpahaman dan Revan tidak mau mendengar penjelasan Ara terlebih dahulu. "Kamu! Meskipun kaya dan cantik, aku tidak akan sudi menyentuh wanita hina sepertimu. Talak adalah cara terbaik agar aku dijauhkan dari manusia jahat sepertimu! Kamu pasti iri dengan kehamilan Mayang 'kan? Kamu juga iri karena aku belum pernah menyentuhmu sama sekali selama kita menikah!" Revan sangat marah saat ini. "Ma-mas ... itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Dengarkanlah penjelasan aku. Aku sama sekali tidak tahu tentang obat itu!" Ara menjerit penuh kesakitan saat mengatakan pada Revan. Semua terjadi begitu saja. Mayang kini terbaring di rumah sakit karena pendarahan hebat. Ara sama sekali tidak tahu dengan obat yang ditemukan di kamar miliknya oleh Revan. Ia bahkan sama sekali belum pernah melihatnya. Botol obat itu sangat asing baginya. "Aku akan mengurus perceraian ini. Aku tidak lagi peduli jika keluargamu mengambil saham dan menarik semua kerja sama itu. Yang pasti kamu akan berurusan dengan polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Rasa iri dan dengki kamu membuat kamu lupa diri. Aku semakin tidak bisa menerima kehadiranmu saat ini. Kamu tahu, Mayang lebih baik dari kamu. Dia yang selalu8 memintaku untuk bersama kamu. Aku jijik saat bersamamu, hanya demi melihat senyum di wajahnya aku terpaksa setuju. Jangan dulu besar kepala saat aku berusaha bersama denganmu!" Revan menyakiti hati Ara dengan kejam. Ara terhuyung ke belakang. Tubuhnya hampir saja roboh jika Bik Ijah tidak membantunya berdiri. Air mata itu terus mengalir deras pada pipi mulusnya. Sungguh, ia tidak pernah menyangka jika Revan mengatakan hal sangat menyakiti hatinya saat ini. Pengorbanannya hanyalah sia-sia saat ini. Lalu, siapakah dalang dibalik keguguran yang dialami oleh Mayang? Akankah Ara kembali memaafkan Revan setelah tahu fakta yang sebenarnya terjadi? Bagaimanakah kehidupan rumah tangga mereka bertiga setelah fakta dan kebenaran itu mendadak muncul?”