icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Bab 6 Jawaban Menggembirakan Untuk Tuan Adhyatsa

Jumlah Kata:1034    |    Dirilis Pada: 24/11/2023

ik indekos ini menuju ke rumah sakit. Tadi belum sempat membawa apa pun. Hanya baju

ungnya juga kambuh. Mayang memang mempunyai penyakit asam lambung sejak SMA dulu. Pola makan tidak tera

atan yang terbaik dan membuat gadis itu membuka matanya kembali. Semua teman sangat bahagia, tetapi satu hal yang terja

Ia hanya seorang robot yang melakukan rutinitas seperti biasanya. Murni sangat menyadari keadaa

k pembantu itu?!" bentak Adhyatsa saat Murni

menghindar ketika pulang dari kantor." Murni

n anak pembantu itu." Adhyatsa mengatakannya dengan nada dingin. "Sekali pun anak pembantu itu sudah sarjana tidak akan mengubah statusnya karena dia berasal dari kalanga

eninggalkan rumah ini. Hanya saja Revan tidak setuju karena harus bertanggungjawab dengan pe

anya Revan menatap tajam ke arah sang kake

masak makanan kesukaan Ayahmu," kata Murni memberikan alasan sambil

a tegar itu tidak mungkin mendadak menangis jika hatinya tidak terluka oleh ucapan kakek tua menyeb

aya tidak ada hubungan lagi dengan Mayang." Tampak sanga

rasakan oleh Revan. Sementara, Adhyatsa sangat bahagia mendengar kabar itu. Sebab, jika perjodoha

an harus mengorbankan cintanya hanya demi keselamatan perusahaan dan banyak pekerja yan

a harus merayakan keberhasilan ini. Kamu luar biasa Revan. Bisa mengambil tindakan yang tep

nya terasa sunyi bagi Revan. Bayangan tangisan Mayang selalu menghantuinya. Ia sengaja tidak menca

?" tanya Murni membuat Revan menoleh ke arah

an," pamit Revan yang malam ini sama

ngan kebahagiaannya. Kebahagiaan di atas penderitaan dua orang yang t

terputus saat ini. Kita patut lega dan bah

menyakitkan hati. Semua rencana hancur begitu saja saat Revan harus menyetujui perjodohan sialan itu. Perjodohan yan

anakku dan sahamnya, aku sudah pasti menendangmu keluar dari rumah ini. Kamu seharusnya sadar diri akan keberadaanmu. Lihat dirimu, kuma

ucapan ayah mertuanya. Masih banyak hal lain yang perlu dipikirkan jika dibandingkan memikirkan hal yang tidak penting ini. Kedua adik ip

udah setuju menikah dengan Tuan Haris Manggala, gadis itu akan diminta tinggal di rumah ini. Adhyatsa yang akan meng

Dengan begitu, ikatan bisnis perusahaan akan kuat. Ah ... saya lupa, kamu hanya lulusan SMP, pasti

mengaliri pipi putihnya. Murni dengan cepat menghapusnya dengan ujung hijab yang dipa

rsih semua peralatan kotor. Ia tidak mau menunda pekerjaan. Rumah sebesar ini sama sek

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)
“Tubuh Ara gemetar sangat hebat saat kata talak keluar begitu saja dari mulut Revan, suaminya. Mata laki-laki itu memerah sempurna saat ini. Menandakan amarahnya belum kunjung reda. Pertengkaran mereka dipicu kesalahpahaman dan Revan tidak mau mendengar penjelasan Ara terlebih dahulu. "Kamu! Meskipun kaya dan cantik, aku tidak akan sudi menyentuh wanita hina sepertimu. Talak adalah cara terbaik agar aku dijauhkan dari manusia jahat sepertimu! Kamu pasti iri dengan kehamilan Mayang 'kan? Kamu juga iri karena aku belum pernah menyentuhmu sama sekali selama kita menikah!" Revan sangat marah saat ini. "Ma-mas ... itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Dengarkanlah penjelasan aku. Aku sama sekali tidak tahu tentang obat itu!" Ara menjerit penuh kesakitan saat mengatakan pada Revan. Semua terjadi begitu saja. Mayang kini terbaring di rumah sakit karena pendarahan hebat. Ara sama sekali tidak tahu dengan obat yang ditemukan di kamar miliknya oleh Revan. Ia bahkan sama sekali belum pernah melihatnya. Botol obat itu sangat asing baginya. "Aku akan mengurus perceraian ini. Aku tidak lagi peduli jika keluargamu mengambil saham dan menarik semua kerja sama itu. Yang pasti kamu akan berurusan dengan polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Rasa iri dan dengki kamu membuat kamu lupa diri. Aku semakin tidak bisa menerima kehadiranmu saat ini. Kamu tahu, Mayang lebih baik dari kamu. Dia yang selalu8 memintaku untuk bersama kamu. Aku jijik saat bersamamu, hanya demi melihat senyum di wajahnya aku terpaksa setuju. Jangan dulu besar kepala saat aku berusaha bersama denganmu!" Revan menyakiti hati Ara dengan kejam. Ara terhuyung ke belakang. Tubuhnya hampir saja roboh jika Bik Ijah tidak membantunya berdiri. Air mata itu terus mengalir deras pada pipi mulusnya. Sungguh, ia tidak pernah menyangka jika Revan mengatakan hal sangat menyakiti hatinya saat ini. Pengorbanannya hanyalah sia-sia saat ini. Lalu, siapakah dalang dibalik keguguran yang dialami oleh Mayang? Akankah Ara kembali memaafkan Revan setelah tahu fakta yang sebenarnya terjadi? Bagaimanakah kehidupan rumah tangga mereka bertiga setelah fakta dan kebenaran itu mendadak muncul?”