icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Bab 9 Pencurian Uang Perusahaan

Jumlah Kata:1087    |    Dirilis Pada: 24/11/2023

ke depannya nanti," kata

-sama patah hati; sakit tak berdarah. Setelah memberikan nasihat pada Revan, Murni

k Revan seolah enggan terpejam. Bayangan wajah Mayang yang berderai air mata membuatnya tidak bis

kekasih yang namanya masih ada di dalam hatinya itu. Revan ingin melihat kabar

berbagai media sosial milik gadis yang sangat dicintainya. Dua kemungkinan, pertama Mayang menutup me

ayang yang sudah dihafalnya hingga saat ini. Lagi dan lagi sama, nomor itu tidak terdaftar dala

aan maafku tidak akan kamu terima. Mayang, terima kasih sudah mau menjadi bagian dari hidupku selama hampir delapan tahun ini. Sungguh

r dengan menggunakan logikannya. Revan sudah tidak sanggup lagi menahan segala sesak

ri tempat duduknya. Ia membuka ponsel karena ada satu pemberitahuan email y

umlah kecil di saat perusahaan sedang jatuh saat ini. Ia segera menghungi as

di langsung mengangkat

kemana alira

an Adhyatsa untuk memb

ejut dan segera mematikan

gka itu memang sangat keterlaluan. Sejumlah uang itu sepertinya bisa ditarik

n, Revan akan memecat Susilo dengan tidak hormat. Anggap saja karena terbukti menari

dulu," panggil Murni

tidak tahu diri itu. Dua unit perumahan dan dibayar dengan uang perusahaan yang seharusnya untuk membayar u

e kantor. Ada yang harus ditanyakan. Tidak harus menunggu hari Senin bes

Revan menatap tajam ke arah Nadira

eponakan Pak Susilo," lanjut Nadira dengan gugup dan ra

ntungan. Sebuah kelicikan yang luar biasa dan tidak terduga sama sekali.

gelegar dan membuat banyak kary

ohon jangan pecat saya. Saya masih membutuhkan peker

keluar siapa pun yang berbuat kelicikan pada perusahaan ini. Saat semua sudah di ujung tanduk, ada s

uk tidak berdasarkan tes resmi perusahaan ini." N

l apa pun untuk menghilangkan rasa kesalnya. Ia segera menghubungi bagian HRD. Meminta dat

mukan banyak orang yang terkait dengan kebangkrutan perusahaan Revan. Revan tid

yang berupa sebuah berkas yang diberikan oleh Hardi. Jam di dinding sudah me

nyak yang ganjil dan tidak masuk akal. Entahlah, aku tidak bisa percay

mit," jawab Hardi dan seg

luh persen berkas dan data sudah diperiksanya. Tanggung ji

kali. Jam di tangan Revan menunjukkan pukul satu dini hari. Seolah kantukny

aan di dalam perusahaan ini. Pasti si tua bangka itu ikut

dak wajar itu akhirnya bisa diketahui. Hanya besok akan mencocokkan dengan t

. Punggungnya meminta jatah untuk direbahkan. Pegal s

tujuh pagi," kata salah satu

elah saat ini. Cucu laki-laki pertama keluarga Adhyatsa itu segera mengusa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)
“Tubuh Ara gemetar sangat hebat saat kata talak keluar begitu saja dari mulut Revan, suaminya. Mata laki-laki itu memerah sempurna saat ini. Menandakan amarahnya belum kunjung reda. Pertengkaran mereka dipicu kesalahpahaman dan Revan tidak mau mendengar penjelasan Ara terlebih dahulu. "Kamu! Meskipun kaya dan cantik, aku tidak akan sudi menyentuh wanita hina sepertimu. Talak adalah cara terbaik agar aku dijauhkan dari manusia jahat sepertimu! Kamu pasti iri dengan kehamilan Mayang 'kan? Kamu juga iri karena aku belum pernah menyentuhmu sama sekali selama kita menikah!" Revan sangat marah saat ini. "Ma-mas ... itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Dengarkanlah penjelasan aku. Aku sama sekali tidak tahu tentang obat itu!" Ara menjerit penuh kesakitan saat mengatakan pada Revan. Semua terjadi begitu saja. Mayang kini terbaring di rumah sakit karena pendarahan hebat. Ara sama sekali tidak tahu dengan obat yang ditemukan di kamar miliknya oleh Revan. Ia bahkan sama sekali belum pernah melihatnya. Botol obat itu sangat asing baginya. "Aku akan mengurus perceraian ini. Aku tidak lagi peduli jika keluargamu mengambil saham dan menarik semua kerja sama itu. Yang pasti kamu akan berurusan dengan polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Rasa iri dan dengki kamu membuat kamu lupa diri. Aku semakin tidak bisa menerima kehadiranmu saat ini. Kamu tahu, Mayang lebih baik dari kamu. Dia yang selalu8 memintaku untuk bersama kamu. Aku jijik saat bersamamu, hanya demi melihat senyum di wajahnya aku terpaksa setuju. Jangan dulu besar kepala saat aku berusaha bersama denganmu!" Revan menyakiti hati Ara dengan kejam. Ara terhuyung ke belakang. Tubuhnya hampir saja roboh jika Bik Ijah tidak membantunya berdiri. Air mata itu terus mengalir deras pada pipi mulusnya. Sungguh, ia tidak pernah menyangka jika Revan mengatakan hal sangat menyakiti hatinya saat ini. Pengorbanannya hanyalah sia-sia saat ini. Lalu, siapakah dalang dibalik keguguran yang dialami oleh Mayang? Akankah Ara kembali memaafkan Revan setelah tahu fakta yang sebenarnya terjadi? Bagaimanakah kehidupan rumah tangga mereka bertiga setelah fakta dan kebenaran itu mendadak muncul?”