icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Bab 8 Syarat Revan

Jumlah Kata:1091    |    Dirilis Pada: 24/11/2023

ah tangga hanya berdua dengan calon istriku. Untuk Bunda, setelah aku menikah, beliau akan tinggal di desa tempatnya berasal dari salah satu daerah di Jawa

itas dari calon suaminya. Pipi gadis tinggi semampai itu memerah ketika

gan kantor Revan. Kalian nanti bisa tinggal di sana. Toh, Ara juga bekerja tak jauh dari kantor Re

mum di kalangan pebisnis muda jika Revan sudah memiliki seorang kekasih yang sangat dicin

sepenuhnya. Revan bisa saja lepas kendali dan diam-diam kembali menjalim hubungan dengan anak p

, saya juga ikut setuju," kata A

a perlahan anak tunggalnya itu akan mampu menerima Ara. Gadis itu juga sangat cantik dan tampak terpelaj

ta semua makan malam bersama," kata M

ngsung pulang saja." Inama menolak halus

uk menyambut kedatangan Tuan dan Nyonya juga Nona Ara

atau senyamannya Mbak Murni. Lagi pula sebentar lagi kita akan menjadi besan." Inama mendekat ke arah Murni dan memelu

kaya dan berkelas, sangat jauh jika dibandingkan dengan dirinya. Ara pun mendekat ke arah calon ibu mertuanya. Ia tampak i

te, sepertinya akan sangat indah. Jakarta sangat membosankan dengan seg

t jelek. Pasti Non Ara tidak akan betah jika tinggal lama di sana. Di sana juga hanya ada s

Suasana baru yang bikin pikiran fresh. Week end ini libur sampai hari

g bertemu satu dengan lainnya. Ara tidak mau ada kecanggungan karena tidak saling mengenal. Meski pun kede

t dingin, jadi harus bawa baju-baju tebal. Saya sudah lama juga tidak ke sana," jaw

nti makan. Sayang, mereka harus ingat dengan penyakit darah tinggi yang sudah dua tahun ini mer

ima kasih atas jamuan Pak Adhyatsa. Luar biasa lezat." Haris manggala berp

ada. Maafkan juga sikap Revan yang dingin karena sedang stres dengan pekerjaannya,"

seperti Revan bekerja keras." Haris memaklumi sikap

ke kamar dengan alasan karena ada pekerjaan yang harus segera diselesaikannya saat ini. Semua itu sengaja i

ja mengetuk kamar sang putra karena ia

mbuka pintunya dan memper

Murni dan mendapatkan jaw

an terpaksa menjadi korban kelicikan Adhyatsa demi keuntungan pribadi

gia." Murni mengatakannya dengan sangat hati-hati. "Bunda tahu, kamu pasti masih sangat terluka. Tapi, Bunda mohon, turuti saja apa kemauan kakekmu itu. Kamu tahu

ng. Bunda tahu, kami sudah merencakan pernikahan itu. Sebuah pernikahan sederhana dan tertut

Tapi, cobalah ikhlas menjalaninya. Ada rencana indah yang sudah disiapkan Tuhan buat kamu juga Ara dan Mayang. Kita doakan saja Maya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)
“Tubuh Ara gemetar sangat hebat saat kata talak keluar begitu saja dari mulut Revan, suaminya. Mata laki-laki itu memerah sempurna saat ini. Menandakan amarahnya belum kunjung reda. Pertengkaran mereka dipicu kesalahpahaman dan Revan tidak mau mendengar penjelasan Ara terlebih dahulu. "Kamu! Meskipun kaya dan cantik, aku tidak akan sudi menyentuh wanita hina sepertimu. Talak adalah cara terbaik agar aku dijauhkan dari manusia jahat sepertimu! Kamu pasti iri dengan kehamilan Mayang 'kan? Kamu juga iri karena aku belum pernah menyentuhmu sama sekali selama kita menikah!" Revan sangat marah saat ini. "Ma-mas ... itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Dengarkanlah penjelasan aku. Aku sama sekali tidak tahu tentang obat itu!" Ara menjerit penuh kesakitan saat mengatakan pada Revan. Semua terjadi begitu saja. Mayang kini terbaring di rumah sakit karena pendarahan hebat. Ara sama sekali tidak tahu dengan obat yang ditemukan di kamar miliknya oleh Revan. Ia bahkan sama sekali belum pernah melihatnya. Botol obat itu sangat asing baginya. "Aku akan mengurus perceraian ini. Aku tidak lagi peduli jika keluargamu mengambil saham dan menarik semua kerja sama itu. Yang pasti kamu akan berurusan dengan polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Rasa iri dan dengki kamu membuat kamu lupa diri. Aku semakin tidak bisa menerima kehadiranmu saat ini. Kamu tahu, Mayang lebih baik dari kamu. Dia yang selalu8 memintaku untuk bersama kamu. Aku jijik saat bersamamu, hanya demi melihat senyum di wajahnya aku terpaksa setuju. Jangan dulu besar kepala saat aku berusaha bersama denganmu!" Revan menyakiti hati Ara dengan kejam. Ara terhuyung ke belakang. Tubuhnya hampir saja roboh jika Bik Ijah tidak membantunya berdiri. Air mata itu terus mengalir deras pada pipi mulusnya. Sungguh, ia tidak pernah menyangka jika Revan mengatakan hal sangat menyakiti hatinya saat ini. Pengorbanannya hanyalah sia-sia saat ini. Lalu, siapakah dalang dibalik keguguran yang dialami oleh Mayang? Akankah Ara kembali memaafkan Revan setelah tahu fakta yang sebenarnya terjadi? Bagaimanakah kehidupan rumah tangga mereka bertiga setelah fakta dan kebenaran itu mendadak muncul?”