icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Bab 2 2. Kedatangan Naga

Jumlah Kata:1064    |    Dirilis Pada: 24/11/2023

n hati. Tidak semudah itu melepaskan seorang Mayang Mandasari. Rumah yang dibelinya beberapa waktu lalu di seb

li. Rasa kantuknya hilang, entah menguap kemana. Bayangan air mata Mayang men

t semua sudah berkumpul di meja

p ke arah kakak iparnya. Revan paham dengan arti tatapan kedua tantenya. Tangan Murni men

udah putuskan hubungan dengan anak babu itu! Saya akan menepati janji ketika kamu sudah memutuskan hubungan dengan anak babu itu!" Tatapan tajam seperti

akeknya. Ia tidak habis pikir, mengapa hingga saat ini Adhyatsa

ucapan Adhyatsa. Saya pergi kerja dulu," lanjutn

ndadak hilang seketika. Muak dengan sikap sang kakek yang otoriter dan se

hyatsa yang sikapnya sangat dingin itu disegani oleh banyak pihak tanpa kecuali. Tangan dinginnya saat mengerjakan ten

i bawa ke meja saya, sekarang!" Revan memerintah sekreta

eksual yang dideritanya seperti berita yang entah datang dari mana. Dulu, Anggi--sekretaris Revan selalu

ua berkas yang harus dipelajari oleh Revan dan mengekor di belakang calon pewaris perusahaan in

sudah membawa tumpukan berka

a sama kita dengan Cakra Buana?

tawaran kerja sama kita ditolak oleh Pak Bima."

n Adhyatsa Group. Mereka kalah saing dalam hal modal dan banyak perusahaan besar meragukan pe

kan mereka. Kamu bisa kembali untuk bekerja," k

sa ditunda lagi. Banyak karyawan yang meminta haknya unt

, ya, minggu depan mereka akan mengadakan pertemuan dengan keluarga Haris Manggala. Revan sam

luar. Bolehkah diizinkan masuk?" Hardi tiba-tib

Aku sibuk ga bisa terima tamu dari mana pun!

ilan mereka yang hendak bertemu dengan Bapak sekarang

nya sedang turun naik. Seolah takdir sedang mempermainka

husus tamu saja," kata Revan sambil

segera menemui utusan

Cakra Buana akan memberikan kabar buruk kali ini. Revan hanya perlu mempersiapkan diri sa

Revan," sapa Pak

saran usia tiga puluh tahun itu untuk duduk. Naga adalah anak dari pemilik p

n langsung pada po

ir gagal. Tapi, aku berubah pikiran. Gimana kalo kita bagi hasil enam puluh dua untuk Cakra dan sisanya untuk Adhyastsa? Lumaya

ubung. Membalut penghinaan dengan embel-embel kerja sama yang membuatnya

seperti yang Anda sebutkan tadi. Tidak apa perusahaan ini gagal mendapatkan tender dari perusahaan Cak

ingusan yang sok pandai! Naga memang mempunyai tujuan jahat; membuat perusahaan Revan

daan perusahaan ini. Ingat, pengaruh Cakra Buana sangat

yang saat ini sedang merasa di atas angin. Lihat saja besok dan seterusnya, Revan akan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)
“Tubuh Ara gemetar sangat hebat saat kata talak keluar begitu saja dari mulut Revan, suaminya. Mata laki-laki itu memerah sempurna saat ini. Menandakan amarahnya belum kunjung reda. Pertengkaran mereka dipicu kesalahpahaman dan Revan tidak mau mendengar penjelasan Ara terlebih dahulu. "Kamu! Meskipun kaya dan cantik, aku tidak akan sudi menyentuh wanita hina sepertimu. Talak adalah cara terbaik agar aku dijauhkan dari manusia jahat sepertimu! Kamu pasti iri dengan kehamilan Mayang 'kan? Kamu juga iri karena aku belum pernah menyentuhmu sama sekali selama kita menikah!" Revan sangat marah saat ini. "Ma-mas ... itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Dengarkanlah penjelasan aku. Aku sama sekali tidak tahu tentang obat itu!" Ara menjerit penuh kesakitan saat mengatakan pada Revan. Semua terjadi begitu saja. Mayang kini terbaring di rumah sakit karena pendarahan hebat. Ara sama sekali tidak tahu dengan obat yang ditemukan di kamar miliknya oleh Revan. Ia bahkan sama sekali belum pernah melihatnya. Botol obat itu sangat asing baginya. "Aku akan mengurus perceraian ini. Aku tidak lagi peduli jika keluargamu mengambil saham dan menarik semua kerja sama itu. Yang pasti kamu akan berurusan dengan polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Rasa iri dan dengki kamu membuat kamu lupa diri. Aku semakin tidak bisa menerima kehadiranmu saat ini. Kamu tahu, Mayang lebih baik dari kamu. Dia yang selalu8 memintaku untuk bersama kamu. Aku jijik saat bersamamu, hanya demi melihat senyum di wajahnya aku terpaksa setuju. Jangan dulu besar kepala saat aku berusaha bersama denganmu!" Revan menyakiti hati Ara dengan kejam. Ara terhuyung ke belakang. Tubuhnya hampir saja roboh jika Bik Ijah tidak membantunya berdiri. Air mata itu terus mengalir deras pada pipi mulusnya. Sungguh, ia tidak pernah menyangka jika Revan mengatakan hal sangat menyakiti hatinya saat ini. Pengorbanannya hanyalah sia-sia saat ini. Lalu, siapakah dalang dibalik keguguran yang dialami oleh Mayang? Akankah Ara kembali memaafkan Revan setelah tahu fakta yang sebenarnya terjadi? Bagaimanakah kehidupan rumah tangga mereka bertiga setelah fakta dan kebenaran itu mendadak muncul?”