icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Wanita Pilihan Mafia

Bab 9 Dikejutkan Tengah Malam

Jumlah Kata:1657    |    Dirilis Pada: 24/09/2023

bisa melihat Sean Arthur baru saja masuk dengan mengenakan pakaian olahraga. Sepertinya lelaki itu menyempatkan diri u

baikan perempuan itu yang tampak memperha

enggendong perempuan itu daripada membangunkannya agar bisa kembali ke kamarnya. Seharusnya ia tidak perlu merendahkan diri dengan membawa tubuh Salwa yang berst

a wanita, justru mau melakukan hal itu kepada wanita yang bukan siapa-siapa. Tentunya, Sean tidak aka

kamarnya menuju meja makan, tentunya setelah meny

*

rang Sean Arthur. Ia masih menekuri laptop yang menampilkan cahaya biru menerpa waj

ela napas setelah mengecek dari kamera CCTV jika Salwa ya

Sean Arthur

ya. Tatapannya masih tak beralih dari rentetan gambar dan

segera pergi dari ruangan itu setelah menyiapkan minuman, tetapi perempuan itu

g pergi, ia akhirnya mau menatap perem

h di

ragu yang membelenggu hatinya. Tangannya saling bertaut, merem

ehkah saya mem

kepadanya. Karena merasa tidak ditanggapi dengan baik, Salwa

ya lancang. Sa

gan itu. Namun, sebelum tangannya me

g menyuruh

a harapan baginya untuk mengutarakan maksud dan tujuannya meminta bantuan itu. Dia be

tak

umpulkan pasokan oksigen sebelum member

presi Sean yang masih sama seperti sebelumnya, menyeramkan. Sorot mata lelaki itu begitu tajam. Bahkan, Salwa tak berani b

ali kau meminjam barang penting dan sangat privasi seperti komputer? Banya

anya ingin meminjamnya sebentar, tetapi tanggapan Sean sangat berlebihan

asih menahan diri agar bulir bening itu

k-baik saja dengan mengirim email kepada adik saya. Tapi, lupakan pemintaan saya barusan. Saya san

alik, lalu pergi dari ruangan Sean Arth

mata. Dia sudah terbiasa dihina, tetapi tetap saja itu meninggalkan luka di

n hal buruk kepada mantan pelayannya dulu, tetapi ketika mata i

ia

encari keberadaan Salwa. Hingga di saat tatapannya merarah ke bawah, ia mendapati Salwa sedang menyeka a

teriak Sean kemudian, dan den

, Tu

akang. Perempuan itu sangat hati-hati ketika melangkah,

berada di balik meja kerjanya dengan menyanda

li pun Salwa memberi kabar kepada kedua orang tuanya. Ia takut jika nanti k

puter miliknya menghadap ke arah Salwa, menyur

rsi yang berada di depan meja Sean Arthur se

umumnya, karena ia memakai Operating System buatannya sendiri yang memiliki fitur keamanan canggih. System itu hanya digunakan pada semua komputer di peru

lalu bodoh. Saya ... tidak m

bantunya itu agar lebih pintar. Menyadari Sean akan ke arahnya, Salwa

perlu b

bungkukkan tubuh, meletakkan kedua tangannya di atas meja dengan posisi lelaki itu tep

mpat yang seharusnya, membuka situs ternama, lantas

bisa mencium aroma sampo pada rambut perempuan itu yang terasa menggelitik indra penciumannya. Ta

sa berinteraksi, ponsel tidak punya, berkirim surat pun pasti terlalu lama sampainya. Sehingga ia memilih berkirin email

kasih,

*

ien telah memasukkan obat terlarang pada minumannya, berharap lelaki itu akan terjebak cinta satu malam dengan wanita suruhannya. Dengan kep

mbanting tubuhnya ke ranjang, begitu kamar hotel telah dibukakan untuknya. Rasanya begitu p

ya bantu

entu saja berpakaian minim dengan mempertunjukkan betapa indah bentuk tubuhnya. Ya, perempuan

terbaring di sana. Dia membungkuk, meraih kemeja lelaki it

i lelaki itu tersadar akan apa yang mu

akaian pun, aku tidak sudi menyentuhmu." Sean berteriak lanta

kau sangat butuh seo

pakkan diri, aku tidak akan

tha semakin tertarik dan terobsesi untuk menaklukkan lelaki itu. Dia keluar dengan perasaan

g terjadi, sehingga ia selalu berantisipasi agar tidak melakukan one night stand dengan perempuan yang

mereka-mereka yang telah berani berb

Conditioner di dalam mobil tak banyak berpengaruh. Oba

akah Anda membutuhkan seorang wanita,

in segera mandi air dingin, melenyapk

melaju gesit di gemerla

ncapai penthouse setelah menaiki elevator k

andi air dingin urung ia lakukan begitu matanya menatap ke arah kamar Salwa. Sorot matanya tampak mema

r

tidurnya, mengubah posisi menjadi duduk, beringsut menjauh dengan ber

uan,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Wanita Pilihan Mafia
Wanita Pilihan Mafia
“Dibesarkan oleh keluarga miskin, Salwa terpaksa merantau menjadi TKW demi mencukupi kebutuhan ketiga adiknya dan biaya berobat sang Ayah. Di saat kondisi ayahnya memburuk, Salwa terpaksa meminjam sejumlah uang kepada Sean Arthur-- majikannya--agar nyawa sang ayah tertolong. Namun, siapa sangka penawaran dari lelaki itu membuat Salwa harus memutuskan hal yang paling sulit dalam hidupnya. "Apa yang bisa kau berikan kepadaku? Uang itu sangat banyak. Gajimu seumur hidup pun tak akan mampu menggantikannya." "Saya akan mengabdi kepada Tuan seumur hidup saya," ucap Salwa tegas dengan menguatkan hati. Sean Arthur terkekeh. Dia melangkah mendekat ke arah perempuan itu. "No, no, no. Itu tidak menarik. Bagaimana jika kau membayarnya dengan tubuhmu." Tangan Salwa mengepal kuat. Dia tidak mau menjajakan diri hanya demi uang. Namun, nyawa ayahnya dipertaruhkan di sini sehingga keputusan sulit itu harus segera dia lakukan. "Nikahi saya secara agama dan Anda bisa menceraikan saya kapan pun Anda menginginkan."”
1 Bab 1 Berita Buruk2 Bab 2 Keputusan Sulit3 Bab 3 Bertolak ke Luar Negeri4 Bab 4 Awal Bertemu5 Bab 5 Pria Itu ...6 Bab 6 Tugas Pertama7 Bab 7 Gagal Bercinta8 Bab 8 Menemani Sean Arthur9 Bab 9 Dikejutkan Tengah Malam10 Bab 10 Pelecehan Pertama11 Bab 11 Nikahi Saya Secara Agama!12 Bab 12 Sah!13 Bab 13 You're Mine14 Bab 14 Kau Bisa Merayunya15 Bab 15 Merawat Sean Arthur16 Bab 16 Kecanduan Salwa17 Bab 17 Bersikap Agresif18 Bab 18 Perempuan Penggoda19 Bab 19 Arti Genggaman Tangan20 Bab 20 Pembalasan Setimpal21 Bab 21 Ciuman yang Berbeda22 Bab 22 Aku Menyukaimu23 Bab 23 Salah Tangkap24 Bab 24 Gelapnya Dunia25 Bab 25 Berhasil Kabur26 Bab 26 Di Mana Salwa 27 Bab 27 Tamu Asing28 Bab 28 Traumatis29 Bab 29 Beri Tahu atau Aku Mencarinya Sendiri 30 Bab 30 Pembunuh31 Bab 31 Saling Melindungi32 Bab 32 Menjaga Salwa33 Bab 33 Ingin Memiliki34 Bab 34 Mulai Bimbang35 Bab 35 Menerobos Markas Musuh36 Bab 36 Melampiaskan Hasrat37 Bab 37 Kau yang Kalah38 Bab 38 Sikap yang Aneh39 Bab 39 Pengakuan Salwa40 Bab 40 Perasaan yang Mati41 Bab 41 Sisi Lain Sean Arthur42 Bab 42 Menahan Diri43 Bab 43 Salah Obat44 Bab 44 Semakin Nyaman45 Bab 45 Rasa Kecewa46 Bab 46 I LOVE YOU47 Bab 47 Tidak Berdaya48 Bab 48 Bucin Akut49 Bab 49 I Killed Him