icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Wanita Pilihan Mafia

Bab 2 Keputusan Sulit

Jumlah Kata:1686    |    Dirilis Pada: 24/09/2023

parkiran sebuah rumah sakit yang terletak di sudut kota. Buk

a masih berkecamuk dengan perasaan gelisah yang kini sedang membebat hatinya. Sampai

mengajaknya pergi. Dia menundukkan pandangan, mengekor jalan Tante Ayi yang ada di

nengah ke bawah. Bukan sebuah ruangan yang dipisahkan sekat-sekat kecil menggunakan kelambu, melain

wa ruang perawatan yang lebih menjaga privasi. Bapak Salwa dirawat

uduk menggunakan kursi plastik dengan ketiga adiknya berdiri mengitari. Mereka menangis se

usan sebentar. Apaka

ih atas bantuannya, Tan." Tante Ayi segera pergi setelah m

rgian Tante Ayi. Dia melihat beberapa pasien dengan berbagai macam jenis penyakit sedang ber

edih di sekelilingnya. Dia berhenti ketika berada bebera

dengan mata yang sud

ipanggil Salwa Ibu pun menoleh, bersamaan dengan ketiga adik Salwa yang sedang berdiri di samping

tuk satu dukungan. Beban berat dipikul bersama tanpa perlu

anya mematri tubuh yang kini terbaring lemah di atas ranjang perawatan dengan

n. Kondisinya mulai membaik setelah sebelumnya hanya bisa memejamkan mata

n kesembuhan Bapak," jawa

yang berdiri di samping ibunya. Ada

ungsu masih kelas dua SD. Hati Salwa kembali gulana ketika menyadari bahwa ketiga

adiknya dengan penuh sayang juga kelembutan. Tak pernah sekalipun Salwa mendengar keluhan yang keluar dari bibir kehitama

etiga adiknya. Mereka menggeleng secara be

sedari tadi dikenakannya untuk mengambil kue yang dia dapatkan dari sekolah. Ya, Salwa mendapatkan sekotak kue pada acara pelepasan siswa di sek

p Salwa setelah mengulurkan kot

pat kue di dalam kotak itu dan kesemuanya adalah kue basah. Ada kue lemper, puki

itu tak membuat perut mereka kenyang, tetapi setidaknya m

merasa tidak berguna. Seharusnya dia tidak mementingkan diri sendiri dengan melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Sebaiknya dia segera mencari pekerjaan untuk

terdengar, membuat lamunan Sal

, ini masih

kan cup bening berisi puding. Salwa menatap cup puding itu dengan perasaan ingin, tet

api buru-buru dia menggeleng. "Aku sudah kenyang

wajah Ahsan, tetapi melihat ketulusan dari adik pertamany

cil, dia memandang Darmini. Urung sendok itu mendarat ke mu

ni sama-sama," ucap Salwa seraya mengangsurkan s

anak yang baik dan penurut. Keluarganya memang tidak memiliki banyak harta, tetapi kasih sayang antar keluarga

*

k mau melihatnya be

k yang telah diapit di sela bibirnya. Dia mengesah kasar, lalu

akang penthouse yang dia tempati, menyesap rokok,

n kanan Sean Arthur di perusahaan legalnya tampak berdecak setelah tragedi pemecat

jaan mereka. Terkadang mereka sendiri yang tiba-tiba mengajukan pengunduran diri atau bahkan kabur di tengah tugas. Entah apa yang membuat semua pelayan ya

api ucapan adik angkatnya. Dia mengalihkan perhatiannya pada sebuah map yang tergeletak di atas mej

kan selalu tidak becus bekerja

pan lelaki itu. "Lupakan tentang pelayan. Nona Natasya menaw

bernama Natasya. Sepertinya dia harus mengganti teman kencannya kali ini, karena waktu

ama. Padahal Natasha baru dikencaninya selama dua pekan ini, sedangkan di pekan ketiga dia harus m

k sampo XX. Aku ingin dia untuk dua pekan mendatang." Sea

datang sesua

ah map yang baru saja dibaca isinya. "Revisi semua!

n memeriksa sejenak apa yang membuat Sean tidak menyukai idenya. Dia mengesah

Arthur. Namun, tepat ketika dirinya berada di bibir pintu kaca, lelaki berdarah Chines

memerlukan j

n, Sean Arthur justru mele

a ketika dia sedang ingin menuntaskan hasrat biologisnya. Tidak ada yang spesial dari mereka karen

patkan jatah berkencan dengannya. Bahkan karier mereka akan semakin ce

tak pernah sekalipun memutuskan untuk berkencan dengan seorang wanita Asia. Dia memiliki sudut pandang berbeda terhadap wanita. Menurutnya, wanita

mintaanmu,

membuang waktuku untuk m

u. Aku hanya penasaran, apakah memang seleramu sudah berubah atau kau sengaja

n Arthur menjawab pertanyaannya. "Aku hanya tertarik, tidak

erbiasa mendengar kata Sean Arthur

nnya, karena dia akan datan

mengucapkan hal itu. Membiarkan Sean

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Wanita Pilihan Mafia
Wanita Pilihan Mafia
“Dibesarkan oleh keluarga miskin, Salwa terpaksa merantau menjadi TKW demi mencukupi kebutuhan ketiga adiknya dan biaya berobat sang Ayah. Di saat kondisi ayahnya memburuk, Salwa terpaksa meminjam sejumlah uang kepada Sean Arthur-- majikannya--agar nyawa sang ayah tertolong. Namun, siapa sangka penawaran dari lelaki itu membuat Salwa harus memutuskan hal yang paling sulit dalam hidupnya. "Apa yang bisa kau berikan kepadaku? Uang itu sangat banyak. Gajimu seumur hidup pun tak akan mampu menggantikannya." "Saya akan mengabdi kepada Tuan seumur hidup saya," ucap Salwa tegas dengan menguatkan hati. Sean Arthur terkekeh. Dia melangkah mendekat ke arah perempuan itu. "No, no, no. Itu tidak menarik. Bagaimana jika kau membayarnya dengan tubuhmu." Tangan Salwa mengepal kuat. Dia tidak mau menjajakan diri hanya demi uang. Namun, nyawa ayahnya dipertaruhkan di sini sehingga keputusan sulit itu harus segera dia lakukan. "Nikahi saya secara agama dan Anda bisa menceraikan saya kapan pun Anda menginginkan."”
1 Bab 1 Berita Buruk2 Bab 2 Keputusan Sulit3 Bab 3 Bertolak ke Luar Negeri4 Bab 4 Awal Bertemu5 Bab 5 Pria Itu ...6 Bab 6 Tugas Pertama7 Bab 7 Gagal Bercinta8 Bab 8 Menemani Sean Arthur9 Bab 9 Dikejutkan Tengah Malam10 Bab 10 Pelecehan Pertama11 Bab 11 Nikahi Saya Secara Agama!12 Bab 12 Sah!13 Bab 13 You're Mine14 Bab 14 Kau Bisa Merayunya15 Bab 15 Merawat Sean Arthur16 Bab 16 Kecanduan Salwa17 Bab 17 Bersikap Agresif18 Bab 18 Perempuan Penggoda19 Bab 19 Arti Genggaman Tangan20 Bab 20 Pembalasan Setimpal21 Bab 21 Ciuman yang Berbeda22 Bab 22 Aku Menyukaimu23 Bab 23 Salah Tangkap24 Bab 24 Gelapnya Dunia25 Bab 25 Berhasil Kabur26 Bab 26 Di Mana Salwa 27 Bab 27 Tamu Asing28 Bab 28 Traumatis29 Bab 29 Beri Tahu atau Aku Mencarinya Sendiri 30 Bab 30 Pembunuh31 Bab 31 Saling Melindungi32 Bab 32 Menjaga Salwa33 Bab 33 Ingin Memiliki34 Bab 34 Mulai Bimbang35 Bab 35 Menerobos Markas Musuh36 Bab 36 Melampiaskan Hasrat37 Bab 37 Kau yang Kalah38 Bab 38 Sikap yang Aneh39 Bab 39 Pengakuan Salwa40 Bab 40 Perasaan yang Mati41 Bab 41 Sisi Lain Sean Arthur42 Bab 42 Menahan Diri43 Bab 43 Salah Obat44 Bab 44 Semakin Nyaman45 Bab 45 Rasa Kecewa46 Bab 46 I LOVE YOU47 Bab 47 Tidak Berdaya48 Bab 48 Bucin Akut49 Bab 49 I Killed Him