icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Wanita Pilihan Mafia

Bab 5 Pria Itu ...

Jumlah Kata:1542    |    Dirilis Pada: 24/09/2023

is meletakkan kuncir rambutnya di atas nak

calon majikannya akan menjemput. Namun, dia harus tetap datang karena untuk inilah dir

n yang biasa bercengkerama dengannya. "Mbak Anis, nanti

i tempat asing membuat ikatan mereka sudah seperti saudara. Apalagi Salwa adala

kit gugup ketika pandangannya mengarah kepada dua orang berpakaian formal serba hitam, kacamata

g bernam

itu bukanlah majikannya, karena yang Salwa tahu majikannya adalah pria asing berkewa

ktu." Setelah mengurus segala proses penjemputan, ked

tahu bagaimana aturan yang diberlakukan calon majikannya s

ersihkan dan membuatkan sarapan saja, dia dibayar dengan nominal tinggi sehingga membuatnya segera menyetujui syarat-syarat tertentu

pria itu duduk di depan, sementara Salwa duduk di kabin penumpang. Tiada putaran lagu untuk mencairkan

an sebagai tanda pengenal penghuni apartemen itu. Salwa dan dua orang itu menaiki sebuah elevator yang akan membawa mereka k

Kami tidak mau meng

tugas apa saja yang harus Salwa kerjakan, yaitu dari membersihkan keseluruhan ruangan hingga membuatkan sarapan maji

ternama restoran yang mendapatkan predikat bintang tiga michelin star. Kau cukup melakukan sesuai instruksi karena Tuan kami lidahnya sangat sensitif. Kau bisa dipecat kapan saja jik

yang harus ia patuhi dan tidak boleh ad

dak terlalu berat, sebab tugas yang sebenarnya mudah tersebut m

Salwa kenakan. "... ganti dengan seragam kerja. Kau bisa memakai pakaianmu lagi jika sud

ragu Salwa bertanya, menatap kedua ora

kan di

sangat membutuhkan uang itu. Dia harus bisa berjuang ag

enghabiskan waktu di hotel. Tapi, kau harus tetap menyiapkan sara

akukan untuk meyakinkan kedua ora

ng benar agar nasibmu lebih baik

lerja sebenarnya sudah tertulis dalam surat kontrak, tetapi tentang apa yang mer

*

Sean A

Arthur yang duduk di kursi putar di balik meja besar itu. Sementara asistennya,

salahanmu?" Sean bersedekap dada, menatap seseorang y

rbaiki semuanya. Tolon

mperbaiki kesalahanmu selama dua

lah-olah sedang mengucapkan terima kasih, tetapi pergerakan Sean yang mengibaskan ta

sedati tadi hanya diam menjadi

adanya." Sean menyeret personal computer yang ia gunakan, menunjukkan layar menyala kebiruan itu kepada Leon. "Aku sudah menyimpan semua dokumen asli ya

*

dak bisa memejamkan matanya. Gugup berada di tempat baru, meskipun tempat tidur yang ia gunakan pas

menghadap sang pencipta, mencurahkan isi hati dan kegugupannya. Berharap sebuah keberhasilan akan ia dapatkan setela

ban kehidupan yang ditanggungnya di atas sajadah. Memul

buku resep yang ditunjukkan oleh dua orang lelaki tadi sore. Ia memutuskan untuk

n yang masuk melewati dinding kaca lebar tanpa ada sinar lampu yang memperjelas penglihatan. Tentu saja hal itu t

agi memang sangat cocok untuk belajar. Salwa sering melakukannya ketika akan menghadapi ujian sekolah, dan tentuny

g terasa dingin di kulit, matanya mengedar ke arah rak dapur di bagi

itu. Kakinya mulai menaiki barstool itu, sedikit berjinjit agar ma

yum setelah mendapatkan buku itu,

ng kau

ku di tangannya, sementara kakinya mendadak tidak bisa menjaga keseimbangan tubuh. Bar

aaa

dengan kaki retak, jika tidak ad

ang tegas, hidung mancung dengan jambang tipis tumbuh menutupi dagu itu sedang menatap dirinya. Sampai pikiran sadarnya bekerja

as, sementara tubuhnya sendiri jus

memperlihatkan apa yang seharusnya tidak boleh diperlihatkan. Ia men

u runcing yang masih menunduk ke bawah, menga

cung, dan bibir .... Dia meneguk ludah ketika tatapannya terfokus di sana. Bibir mungil yang masih murni dengan warna biram alami, membuatnya ta

u-

mbuyarkan fantasi di kepalanya. Dia berdehem sejenak,

pa k

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Wanita Pilihan Mafia
Wanita Pilihan Mafia
“Dibesarkan oleh keluarga miskin, Salwa terpaksa merantau menjadi TKW demi mencukupi kebutuhan ketiga adiknya dan biaya berobat sang Ayah. Di saat kondisi ayahnya memburuk, Salwa terpaksa meminjam sejumlah uang kepada Sean Arthur-- majikannya--agar nyawa sang ayah tertolong. Namun, siapa sangka penawaran dari lelaki itu membuat Salwa harus memutuskan hal yang paling sulit dalam hidupnya. "Apa yang bisa kau berikan kepadaku? Uang itu sangat banyak. Gajimu seumur hidup pun tak akan mampu menggantikannya." "Saya akan mengabdi kepada Tuan seumur hidup saya," ucap Salwa tegas dengan menguatkan hati. Sean Arthur terkekeh. Dia melangkah mendekat ke arah perempuan itu. "No, no, no. Itu tidak menarik. Bagaimana jika kau membayarnya dengan tubuhmu." Tangan Salwa mengepal kuat. Dia tidak mau menjajakan diri hanya demi uang. Namun, nyawa ayahnya dipertaruhkan di sini sehingga keputusan sulit itu harus segera dia lakukan. "Nikahi saya secara agama dan Anda bisa menceraikan saya kapan pun Anda menginginkan."”
1 Bab 1 Berita Buruk2 Bab 2 Keputusan Sulit3 Bab 3 Bertolak ke Luar Negeri4 Bab 4 Awal Bertemu5 Bab 5 Pria Itu ...6 Bab 6 Tugas Pertama7 Bab 7 Gagal Bercinta8 Bab 8 Menemani Sean Arthur9 Bab 9 Dikejutkan Tengah Malam10 Bab 10 Pelecehan Pertama11 Bab 11 Nikahi Saya Secara Agama!12 Bab 12 Sah!13 Bab 13 You're Mine14 Bab 14 Kau Bisa Merayunya15 Bab 15 Merawat Sean Arthur16 Bab 16 Kecanduan Salwa17 Bab 17 Bersikap Agresif18 Bab 18 Perempuan Penggoda19 Bab 19 Arti Genggaman Tangan20 Bab 20 Pembalasan Setimpal21 Bab 21 Ciuman yang Berbeda22 Bab 22 Aku Menyukaimu23 Bab 23 Salah Tangkap24 Bab 24 Gelapnya Dunia25 Bab 25 Berhasil Kabur26 Bab 26 Di Mana Salwa 27 Bab 27 Tamu Asing28 Bab 28 Traumatis29 Bab 29 Beri Tahu atau Aku Mencarinya Sendiri 30 Bab 30 Pembunuh31 Bab 31 Saling Melindungi32 Bab 32 Menjaga Salwa33 Bab 33 Ingin Memiliki34 Bab 34 Mulai Bimbang35 Bab 35 Menerobos Markas Musuh36 Bab 36 Melampiaskan Hasrat37 Bab 37 Kau yang Kalah38 Bab 38 Sikap yang Aneh39 Bab 39 Pengakuan Salwa40 Bab 40 Perasaan yang Mati41 Bab 41 Sisi Lain Sean Arthur42 Bab 42 Menahan Diri43 Bab 43 Salah Obat44 Bab 44 Semakin Nyaman45 Bab 45 Rasa Kecewa46 Bab 46 I LOVE YOU47 Bab 47 Tidak Berdaya48 Bab 48 Bucin Akut49 Bab 49 I Killed Him